Bagian sebelumnya menempatkan pemahaman saya tentang Alkitab antara liberal dengan fundamentalis, yaitu bahwa melalui kepelbagaiannya, Alkitab menyampaikan firman yang satu, yakni Kristus. Lebih tajam lagi, saya mau mengusulkan bahwa Kristus disampaikan dalam konteks suatu Kisah Agung. Kisah itu merupakan usaha Allah untuk mewujudkan suatu umat milik-Nya sendiri (Kel 6:6, Why 21:3).
- Pendahuluan Kisah itu adalah Kej 1-2, yang di dalamnya kedua tokoh besar (Allah dan manusia) diperkenalkan dan latar seluruh kisah (dunia yang diciptakan Allah untuk manusia diam di dalamnya sebagai umat-Nya).
- Kisah itu digerakkan oleh kejatuhan manusia ke dalam dosa (Kej 3) yang akibatnya diuraikan dalam Kej 3-11. Perisitiwa itu merupakan halangan besar untuk tujuan Allah karena manusia harus diusir dari hadapan-Nya.
- Panggilan Abraham (Kej 12), pembentukan Israel (Kel 19) dan kerajaan Daud (2 Sam 7) merupakan tahap-tahap penting dalam usaha Allah untuk mewujudkan kembali umat itu, tetapi pembuangan ke Babel menunjukkan bahwa usaha-usaha itu belum berhasil (Yer 31:31-34).
- Kristuslah yang menjadi titik balik sebagai Israel / manusia yang sejati ketika Dia mendatangkan kerajaan Allah dalam kematian dan kebangkitan-Nya.
- Kedatagan-Nya kembali akan menjadi puncak Kisah Agung ini, dengan ciptaan baru sebagai resolusi yang di dalam-Nya cita-cita Allah sudah terwujud (Why 21-22).
Beberapa implikasi dari usulan di atas:
- Penyataan Allah dinamis. Pemahaman tentang siapakah Allah, bagaimana berelasi dengan-Nya, apa kehendak-Nya berkembang dalam kisah Alkitab.
- Dengan demikian, satu bagian harus ditafsir sesuai dengan tempatnya dalam Kisah Agung itu. Yang berlaku untuk Israel belum tentu tepat dalam zaman gereja (seperti soal daging babi dan perang suci).
- Hal itu memberi ruang untuk kepelbagaian, yang dapat dihargai dalam tempatnya masing-masing dalam Kisah Agung itu. Perang suci ala kitab Yosua tidak ditolak begitu saja, tetapi juga tidak diterima tanpa melihat bagaimana bentuk kerajaan Allah pada masa gereja.
- Alkitab berbentuk misi, yaitu rencana Allah (missio Dei) yang mengarahkan hidup kita.
Mei 8, 2008 pukul 7:56 pm
[...] Kisah Agung Alkitab [...]
Mei 13, 2008 pukul 11:16 pm
[...] itu mengharuskan pemahaman yang saya usulkan bahwa Alkitab itu dinamis, berkembang. Tempat Hukum Taurat (HT) diuraikan Paulus dalam Gal 3. [...]
Mei 22, 2008 pukul 4:55 pm
[...] lagi kita berhadapan dengan Alkitab yang dinamis, yang berkembang. Saya sudah mengusulkan bahwa “ketika Yesus menggenapi sistem kurban dalam [...]
Mei 28, 2008 pukul 10:29 pm
[...] ada juga perbedaan yang menunjukkan bahwa Stefanus hidup dalam tahap setelah Yesus dalam Kisah Agung Alkitab, yaitu zaman Roh dan pemberitaan yang merupakan hasil kematian dan kebangkitan Kristus. Mukanya [...]