Dalam bagian awal Kisah Para Rasul, perikop ini merupakan gambaran pertama tentang jemaat sebagai Israel yang mulai diperbarui oleh Roh Kudus. Gambaran itu mulai dan berakhir dengan penambahan jumlah orang percaya (41, 47b). Di dalamnya ada semacam kesimpulan dulu (42) yang dijelaskan dalam aa.43-47a.
Struktru tadi saya jelaskan supaya nyata bahwa persekutuan bagi Lukas bukan sebagai pengganti misi melainkan sebagai pendukungnya. Yang ditambahkan adalah mereka yang menerima khotbah Petrus yang berbicara tentang Kristus, dan mereka disebut sebagai orang-orang yang diselamatkan. Bahasa penginjilan seperti “menyelamatkan jiwa” justru berasal dari perikop seperti ini. Menawarkan Kristus supaya ada yang bergabung dengan jemaat-Nya adalah konsep misi Lukas di sini.
Ada empat hal dalam a.42. Pengajaran rasul-rasul (yang tertuang dalam PB sekarang) disebut pertama, karena memang definisi kelompok ini adalah mereka yang menerima Kristus, dan mereka perlu memahami siapa dan bagaimana Kristus itu. Kedudukan para rasul diteguhkan oleh mujizat dan tanda (43). Persekutuan diuraikan dalam rangka rezeki, supaya tidak ada yang kekurangan (44-45). Tetapi apa yang kita sebut sebagai persekutuan juga muncul, yaitu doa (di Bait Allah, 46) dan perjamuan (di rumah!–memecahkan roti merujuk pada Lk 22:19). Dalam kedua kegiatan itu mereka berbagi makanan dengan sikap hati yang baik (46b) dan hubungan dengan Allah dan masyarakat yang tepat (47a).
Tentu Lukas mau supaya kita mengikuti teladan mereka, tetapi nyata juga bahwa gambaran ini adalah contoh yang ideal, bukan aturan. Pendeta sekarang bukan rasul sehingga harus mengadakan mujizat, dan belum tentu kita harus menjual harta untuk mendukung yang miskin atau berdoa di sebuah gedung yang suci. Namun, hal itu bukan alasan untuk kita pelit, jarang berdoa dan cuek terhadap Alkitab. Jemaat seperti itu belum tentu akan melihat orang di sekitarnya mau bergabung!
[...] (2:14-40), sehingga suatu umat mulai terbentuk (2:41) yang sifatnya digambarkan sebagai contoh (2:42-47 dan pasal-pasal [...]