11. Mazmur: Syukur, Pujian, Hikmat

Allah menjawab doa! Itulah pengalaman Israel, sehingga mazmur permohonan dibalas dengan mazmur syukur. Mzm 116 adalah contoh yang terkenal. Sebagaimana dijelaskan dalam aa.1-2, pemazmur pernah berseru kepada Tuhan dan didengar. Keluhan (a.3) dan permohonannya (a.4) diringkas, kemudian ada banyak pujian. Mazmur sendiri merupakan bagian dari nazar pujiannya (a.14). Jika mazmur permohonan menyangkut keadaan tergoyang, mazmur syukur menyatakan rasa syukur ketika Allah meluputkan kita daripadanya.

Mazmur pujian adalah respons umat yang sudah biasa ditemani Tuhan dalam suka maupun duka. Seringkali ada seruan untuk memuji Allah, dengan alasan untuk pujian itu (Mzm 117 adalah yang paling ringkas!). Mazmur seperti p.103 masih sadar akan berbagai pergumulan hidup (dalam aa.3-6 ada dosa, penyakit, ancaman maut, dan pemerasan), tetapi umat Allah yang biasa berseru dan bersyukur sudah mengenal kebaikan dan kesetiaan-Nya. Dengan datang-Nya melawan segala penyakit dan kebangkitan-Nya mengalahkan maut, Kristus menjadi alasan untuk kita selalu bersyukur dan memuji Allah.

Di antara banyak mazmur permohonan, syukur dan pujian adalah mazmur yang dekat dengan tulisan hikmat seperti Amsal. Mzm 1 memulai kitab Mazmur dengan mengingatkan kita akan dua cara hidup dengan dua akibatnya. Namun, sebagaimana dilihat dalam kitab-kitab sejarah dan juga para nabi, seringkali orang benar tidak berhasil karena diperas, dan orang fasik tidak seperti sekam melainkan berjaya. Mzm 37 membahas masalah ini dengan janji akan keadilan Allah yang akan datang (seperti 37:11 yang dikutip Yesus dalam Mt 5:5). Mzm 73 yang paling mendalam soal ini—kebingungan orang percaya disampaikan sejujur-jujurnya. Hasil pergumulannnya ialah bahwa Tuhan adalah bagiannya (73:26). “Bagian” (kheleq) adalah istilah untuk tanah yang dibagi-bagikan kepada setiap bani Israel sebagai tanda berkat Allah dalam kitab Yosua. Tetapi bani Lewi tidak memiliki bagian tanah, Tuhan adalah bagiannya (Bil 18:20). Maksudnya di sini, biar orang lain mendapat kekayaan dan kesehatan, jika pemazmur dekat dengan Tuhan itu cukup.

Jadi, lewat pergumulannya Israel belajar bahwa Tuhan setia, dan juga belajar berefleksi untuk memahami lebih mendalam apa inti janji-janji Tuhan, yakni Allah sendiri. Mazmur masih menolong kita dalam Kristus. Di dalam terang Injil, kita tahu bahwa ketika Kristus datang kembali, orang yang rendah hati sungguh akan mewarisi bumi yang baru (Mt 5:5). Untuk sementara, bagian kita adalah Roh Kudus. Di dalam Roh Kudus kita dibantu untuk berdoa dalam pergumulan (Rom 8:26) dan mengenal Allah sebagai Bapa (Rom 8:14).

Seri Pemahaman PL

2 Balasan ke 11. Mazmur: Syukur, Pujian, Hikmat

  1. ekristiaman mengatakan:

    Menarik sekali perbandingan antara orang benar dan orang fasik dalam Maz 1, 37, dan 73. Akhir dari semuanya itu yang penting, bahwa orang fasik tidak tahan uji, tidak berakar, ringan dan lenyap seperti sekam ditiup angin, waktu kita menoleh eh tidak ada. Sedangkan orang yang dekat dan mengenal Tuhan, ia tahan uji, berakar, hidup, segar dan berbuah, serta mendapatkan Tuhan sebagai bagiannya. Betapa adilnya Tuhan kita! Ya, “hanya dekat Allah saja aku tenang” … begitu kan pujian dari Maz 62?

  2. [...] Salah satu alasan mendasar untuk Israel memuji Allah ialah perjanjian dengan Allah (111:5, 9). Mazmur pujian ini menceritakan dua segi dari berkat perjanjian-Nya, yakni perbuatan keselamatan-Nya (pemilikan [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 934 pengikut lainnya.