Mt 27:32-56 Raja menunaikan tugas-Nya

Perikop ini menceritakan kisah yang penuh perasaan yang tidak akan diuraikan di sini lagi. Untuk menangkap makna dari apa yang terjadi, kita akan melihat apa yang dikatakan, walaupun sebagiannya sangat ironis. Di atas semuanya adalah tulisan yang terpasang, bahwa Yesus adalah raja orang Yahudi (a.37). Apa tugas seorang raja?

Masyarakat umum yang kebetulan lewat menyumbang pemahaman mereka dalam a.40, “Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu.” Bait Suci memang termasuk urusan raja. Tetapi apa gunanya raja yang tidak bisa menyelamatkan diri? Daud, anak Allah selaku raja Israel (bnd. 2 Sam 7:14; Mzm 2:7), mulai memikirkan pembangunan Bait Suci ketika “Tuhan telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling” (2 Sam 7:1), artinya, pembangunan Bait Allah adalah buah dari keselamatan yang telah dia hasilkan bagi Israel. Andaikan Yesus dapat turun dari salib secara ajaib, klaimnya mulai masuk akal. Pertimbangan itu diulang oleh imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat dalam a.42, kemudian dikuatkan dalam a.43, “Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah.” Nasib Yesus sepertinya adalah bukti bahwa Allah menolak Yesus sebagai Anak-Nya. Harapan Yesus adalah harapan yang semu.

Tetapi tunggu dulu. Siapakah Yesus menurut Injil Matius? Petunjuk pertama dilihat dalam perikop ini sendiri. “Orang yang lewat” dan “menggelengkan kepala” dalam a.30 terdapat juga dalam Rat. 2:15. Pada saat itu, Bait Suci telah roboh karena serangan orang Babel pada tahun 586 sM, sehingga Yerusalem menjadi sasaran penghinaan bangsa-bangsa. Yesus di salib adalah Bait Suci yang telah roboh. Bagaimana bisa disebut “Bait Suci”? Ingat bahwa malaikat menyampaikan kepada Yusuf bahwa Yesus merupakan Imanuel, “Allah menyertai kita” (1:23). Bait Suci adalah simbol hadirat Allah; Yesus adalah wujud nyatanya. Sebagai raja Israel (Matius p.2 sudah menegaskan benarnya gelar itu) Yesus tidak mengurus Bait Suci, Dia membawanya.

Namun, masalah keselamatan itu masih mendesak. Bukankah malaikat juga menyampaikan kepada Yusuf bahwa Yesus “akan menyelamatkan umat-Nya” (1:21). Tetapi dari apa? Dari “dosa mereka”. Memang, karena penjajahan Israel sering ditafsir sebagai hukuman Allah, keselamatan dari dosa bisa saja ditafsir sebagai keselamatan dari akibat dosa, yaitu penjajahan Israel. Namun, ternyata dalam rencana Allah, perkataan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat persis benar. Untuk menyelamatkan orang lain, Yesus tidak bisa menyelamatkan diri-Nya. Sebagai Anak Allah yang membawa hadirat Allah ala Bait Suci, Yesus harus dirobohkan supaya dibangun kembali sebagai wujud nyata bahwa pemulihan umat Israel telah mulai. Dengan demikian Dia mewujudkan tugas-Nya sebagai Anak Allah, raja Israel, untuk menyelamatkan umat-Nya dari yang paling mengancam keberadaan mereka, yakni dosa mereka.

Dengan demikian, kita dapat memahami ungkapan Yesus pada salib, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (a.46) Pada salib, Yesus mengambil tempat Israel yang dibuang, sungguh ditinggalkan Allah. Mzm 22:2 yang dikutip menunjukkan bahwa hal itupun termasuk tugas Mesias. Yesus mengambil tempat umat yang berdosa untuk membebaskan mereka dari dosa itu. Hasilnya dilihat dalam aa.51-52. Tabir Bait Suci terbelah dua, menunjukkan bahwa fungsinya telah roboh, diambil alih oleh Yesus. (Ada juga yang menafsirnya dalam rangka Ibr 9:1-10, di mana tabir menunjukkan bagaimana manusia terhalang menghadapi Allah karena dosanya, tetapi halangan itu tidak ada lagi karena pengorbanan Kristus.) Orang-orang kudus bangkit, menunjukkan bahwa maut, akibat dosa, telah dikalahkan. Oleh karena itu, seorang wakil dari bangsa-bangsa dapat mengaku bahwa Yesus sungguh adalah Anak Allah (a.54). Yesus tidak hanya menjalani tugas-Nya sebagai raja Israel untuk Israel, tetapi juga untuk segenap umat manusia yang dibuang dari hadirat Allah oleh karena dosanya.

About these ads

2 Balasan ke Mt 27:32-56 Raja menunaikan tugas-Nya

  1. [...] kecil yang masih bermakna, seperti menengok kubur pemimpin rohani kekasih yang sudah menjadi korban dunia itu. Berbuat baik dalam dunia seperti ini sulit dipertahankan, karena kebaikannya lenyap dalam [...]

  2. [...] ironis oleh para pengolok ketika Yesus disalibkan (27:62, “orang lain Ia selamatkan”, bnd. Mt 27:32-56). Sebagai Israel yang sejati, Yesus dibuang dalam kematian-Nya dan dipulihkan dalam [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 932 pengikut lainnya.