Berita duka mengenai Ibu Barbara Hopwood

Desember 22, 2008

Pembaca dari kalangan Gereja Toraja barangkali sudah tahu bahwa Ibu Barbara meninggal beberapa hari yang lalu di AS. Dia berjasa 30 tahun lebih di Indonesia, di Surabaya, Sumatera Utara, di Toraja dan akhirnya di Jakarta. Saya mengenalnya sebagai rekan dosen di STT Rantepao (yang menjadi STAKN Toraja). Sebagai sesama dosen asing yang sudah banyak berpengalaman mengajar di Indonesia, saya belajar banyak daripadanya. Saya juga makin menghargai dan belajar dari imannya. Dia membangun kerohanian yang kokoh dengan kesetiaan berdoa dan merenungkan firman untuk membangun hidupnya atas iman kepada Kristus. Salah satu buahnya adalah kasih, sehingga dia menjadi seorang ibu bagi banyak anak, walaupun dia sendiri tidak menikah.

BJH menyanyi waktu perpisahannya dari STAKNDi pertengahan tahun ini, tugasnya di Indonesia selesai dan dia kembali ke AS untuk tinggal bersama dengan ibunya. Tidak lama kemudian dia didiagnosa kanker yang ganas. Dia menghadapi penderitaan dan kehilangan masa depan dengan iman yang teguh. Kita berduka sebagai orang yang memiliki harapan yang sama dengan Ibu Barbara dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah bangkit.

Yang juga diberkati oleh kehidupan Ibu Barbara, silahkan berkomentar.


Hasil olah raga

Juli 17, 2008

Sepeda.jpg Sebentar lagi saya menjadi manusia nirmobil (to tae oto?). Ya, saya tahu itu keadaan mayoritas penduduk bumi, termasuk di Indonesia. Tetapi di Australia cukup sulit orang hidup tanpa mobil. Biasanya orang berbelanja di supermarket dan makanannya disimpan di kulkas, sehingga bisa sepuluhan kantong plastik mau dibawa pulang. Tetapi tidak ada becak! Jarang lagi ada toko kecil yang dekat rumah. Malah, ada cukup banyak tempat (di kota) tanpa angkutan umum sama sekali.

Hanya, memiliki mobil itu mahal. Karena pajak, asuransi wajib dan asuransi yang praktis wajib, memiliki mobil yang tidak pernah bergerak sudah menghabiskan 15 juta per tahun, sebelum diservis (paling sedikit 2 juta satu kali) dan membayar bensin (BBM tidak disubsidi—malah ada pajak tambahan—sehingga satu liter sekarang kurang lebih 12rb rupiah; berarti paling sedikit 1.000 rupiah setiap kilometer untuk bensin saja).

Untung saya tinggal di tempat yang lumayan bagus transpornya (ada kereta api kota dan bus) sehingga saya bisa membayangkan hidup tanpa mobil. (Apalagi sekarang bisa berbelanja lewat internet!) Tempat tinggal saya juga tidak terlalu jauh dari sekolah (10km). Jadi, saya kembali ke kenderaan sepeda—hemat bensin, dan bertambah olah raga. Hasilnya sudah mulai nampak:

Hasil olah raga


Yesus sayang padaku… lalu bagaimana?

April 24, 2008

Pantasan gereja lemah! Sejak kecil anak-anaknya bingung:

Versi 1:

… / Alkitab mengarjarku / Walau ku kecil lemah / Tapi aku milikNya.

Ref: Ya, Yesus sayang (x3) Dia sayang padaku.

Versi 2:

… / Alkitab mengajarku / Walau ku kecil lemah / aku ini milikNya.

Ref: Ya Yesus sayang (x3) Alkitab m’ngajarku

Versi 3:

… / Itu firmanNya kekal / Walau ku kecil ku lemah / Aku ini milikNya.

Ref: Yesus Tuhanku / sayang padaku / Itu janjiNya / yang meneguhkanku

Versi 4:

… / Alkitab mengajarku / Walaupun kecil lemah / aku ini milikNya

Ref: Yesus Tuhanku / sayang padaku / itu FirmanNya / di dalam Alkitab

Begini aslinya (diterjemahkan secara harfiah):

Jesus loves me, this I know (Yesus sayang padaku; hal itu saya tahu)

for the Bible tells me so. (karena Alkitab memberitahu saya demikian)

Little ones to him belong; (Orang-orang kecil adalah milikNya)

they are weak but he is strong. (mereka lemah tetapi Dia kuat)

Ref: Yes, Jesus loves me! (x3) (Ya, Yesus sayang padaku)

The Bible tells me so. (Alkitab memberitahu saya demikian)

Versi mana yang terbaik? (Keterangan: saya diminta jemaat di Australia untuk mencarikan lagu bahasa Indonesia untuk Sekolah Minggu dengan tema internasional. Lagu ini yang saya ingat, sehingga saya cari syairnya di internet. Kasihan…)


Pelanggaran HAA!

Maret 26, 2008

Ayam dikurung (tekan untuk perbesar)

Kadangkala Indonesia dikecam oleh karena pelanggaran HAM. Tetapi apakah ayam pernah diperlakukan seperti di Australia di atas? Alasannya khas ala Suharto, bahwa ada “bahaya” kalau mereka bebas. Katanya ketika ada kelonggaran yang kecil saja dalam pagar itu ada rubah masuk dan menikmati ayam kunyah. Tetapi ada bukti bahwa sikap itu sistemis…

Baca entri selengkapnya »


Penduduk asli menyambut sesama…

Maret 7, 2008

Klik untuk melihat ukuran besar Memang kanguru mengenali orang Australia sejati (klik foto untuk diperbesar).

Sayangnya kanguru tidak mengenali lalu lintas, sehingga meloncat ke tengah jalan pas di depan atau di sisi mobil yang berkecepatan tinggi. Di jalan raya antar-kota di berbagai daerah, biasa saja melihat bangkai kanguru di samping jalan itu. Mobil yang ditabrak biasanya mengalami kerusakan, misalnya lubang di pintu atau bagian depan. Sepeda yang ditabrak akan hancur. Saudara sepupu saya sedang bersepeda menurun dengan kecepatan 60 km per jam ketika ditabrak kanguru. Untung hanya tulang yang patah.

Bagaimanapun juga, itu binatang yang lucu, dan tetap digemari. Baik di kebun binatang maupun di restaurant.


Mati lampu di Australia!?!

Februari 23, 2008

Electric Bedside Clock-RadioDi sini ada foto jam elektrik yang ada di samping tempat tidur saya. Adakah seperti itu di Toraja? Soalnya, begitu mati lampu—biar 0,1 detik saja—alatnya akan mati dan harus disetel kembali. Berarti di Toraja paling sedikit sehari satu kali, kan? Tetapi di tempat saya jam itu sudah berfungsi tanpa gangguan sejak saya pindah, akhir Desember yang lalu. Sedetik pun tidak ada mati lampu selama hampir dua bulan.

Hal itu saya komentari kepada kelompok doa di luar Sydney beberapa malam yang lalu. Saya menginap di sana karena jauh, dan besoknya pagi, tahu-tahu mati lampu! Karena tidak ada elpiji di sana, saya tidak jadi minum kopi (KDG). Mereka bergurau itu terjadi karena komentar saya sebelumnya!

Kelompok doa itu berkumpul secara teratur untuk mendoakan pekerjaan Allah di seluruh dunia. Di kelompok itu sendiri ada yang pernah melayani di Afrika, Amerika Selatan dan Asia. Hebat!


Dapatkah Allah dibicarakan?

Februari 9, 2008

Teologi apofatis meragukan kemampuan bahasa manusia untuk menjangkau keberadaan Allah. Tentu pemahaman ini mengandung kebenaran yang penting. Tidak ada seperti Allah, dan berbahaya jika kita menganggap bahwa kita sudah menangkap Allah seperti kita menangkap bagaimana memakai HP kita.

Namun, Alkitab berbicara tentang Allah, dan iman yang mencari pemahaman tidak dapat tidak berkonsep tentang Allah. Tetapi bagaimana?

Jika kita mau mengetahui sesuatu, kita tidak mulai dengan definisi abstrak atau rumusan-rumusan, melainkan dengan definisi ostensif, yaitu menunjuk ke barangnya (“itu mobil”). Bidang seabstrak matematika dimengerti dulu dari pengalaman (1 + 1 = 2 dialami banyak kali sebelum dipelajari di sekolah).

Jika kita mau mengenal seseorang, lebih lagi kita tidak mulai dengan definisi abstrak atau rumusan-rumusan, melainkan melalui cerita-cerita bersama. Tentu kita tidak pernah akan menangkap manusia sama seperti kita (mungkin) dapat menangkap barang. Tetapi pengenalan pribadi adalah hal yang sangat mendasar bagi kita. Bagaimana dengan Allah?

Tahu-tahu, dalam Alkitab rumusan-rumusan teologis didasarkan pada hal-hal konkret. Dalam PL Allah diperkenalkan melalui cerita-cerita, sama seperti Yesus diperkenalkan dalam keempat Injil, dan bimbingan Roh Kudus diperlihatkan dalam Kisah Para Rasul. Yesus dapat disebut definisi ostensif dari Allah: Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. (Yoh 1:18) Misalnya, untuk memahami kasih Allah, kita melihat (antara lain) salib Kristus (1 Yoh 4:10, Rom 5:8). Untuk memahami kuasa Allah, kita melihat (antara lain) kebangkitan Kristus (Eph 1:19-20). Hikmat Allah dan kebenaran Allah juga diberi definisi ostensif dengan menunjuk kepada Kristus. Roh Kuduslah yang menjadikan definisi ostensif itu nyata dalam kehidupan, misalnya mencurahkan kasih Allah (Rom 5:5), bnd. kuasa (Kis 1:8), hikmat (1 Kor 2:10) dan kebenaran (Rom 8:4).

Atas dasar hal-hal konkret itu tentu ada rumusan-rumusan untuk menjelaskannya, baik dalam Alkitab maupun dalam perkembangan teologi gereja. Dalam pemahaman yang saya kembangkan di sini, rumusan teologis bukan suatu alat untuk memperbaiki tingkah laku jemaat, melainkan untuk memahami Allah. Pendekatan seperti “ada masalah X dalam dunia sekarang yang memerlukan respons Y, maka teologi Z yang harus diajarkan (dan kalau perlu dipaksakan dari Alkitab) supaya jemaat melakukan Y” menjadikan teologi propoganda (saya rasa semua sayap gereja jatuh ke dalam dosa ini, tetapi teologi apofatis sulit menghindarinya karena kenyataan Allah tidak menjadi kontrol). Pendekatan itu hanya mengakui satu realitas yang dapat dikenal, yakni masalah X. Padahal, jika Allah telah memperkenalkan diri kepada Israel dan dalam Kristus, maka masalah X harus didialogkan dengan realitas Allah yang diwakili oleh rumusan-rumusan teologis.

Sebaliknya, rumusan-rumusan teologis bukan substansinya. Itu mengapa ada berbagai gambaran dalam Alkitab sendiri tentang misalnya makna kematian Kristus (seperti kemenangan, penebusan, penyucian, pembenaran, pendamaian). Itu mengapa Alkitab sendiri dapat diterjemahkan: meskipun ada makna yang hilang akan tetapi Kristus tetap nyata sebagai isi Alkitab terjemahan itu dan Roh Kudus tetap mampu memakainya untuk memperjumpakan manusia dengan Kristus. Itu mengapa teologi harus terus-menerus merumuskan diri ulang dalam dialog dengan berbagai konteks dan pertanyaan baru, sambil tetap setia pada isinya, Kristus.

Lihat Brueggemann, Theology of the Old Testament untuk pendekatan yang mulai dengan tindakan Allah (verba), berlanjut dengan sifat-sifat Allah dan berakhir dengan kata-kata benda tentang Allah. Maskudnya, Allah dikenal pertama-tama dalam kisah-kisah Alkitab, yang dirumuskan dalam kata sifat dan kata benda. Colin Gunton, Act and Being membahas sifat-sifat Allah dari perspektif Kristologis dan pneumatologis.


Membangun persekutuan dalam misi

Februari 4, 2008

Saya bisa melayani di Toraja selama enam tahun karena banyak pendukung di Australia yang mendoakan saya dan memberikan sumbangan kepada misi saya. Di konferensi yang saya ikuti saya ketemu beberapa dari mereka. Selama beberapa bulan ke depan, saya akan mengunjungi 9 jemaat yang menopang saya selama tujuh tahun di Indonesia. Pada umumnya, saya diberi kesempatan untuk berkhotbah pada hari Minggu tentang misi Allah, dan juga untuk berbicara dengan berbagai kelompok (OIG, kelompok kecil dsb) sepanjang minggu berikutnya.

Tujuan saya yang pertama adalan membangun kesadaran jemaat tentang karya Allah yang jauh lebih luas daripada Sydney. Termasuk mendoakan STAKN, GT, Perkantas dsb! Yang kedua, saya mau supaya orang memahami bagaimana mendukung misi saya adalah mendukung misi Allah. Maksudnya, supaya mereka berdoa demi kemuliaan Allah dan memberi demi kerajaan-Nya, bukan dalam rangka saya secara pribadi. Perkunjungan ini enak karena banyak yang sudah memiliki visi begitu.


Kembali ke pegunungan

Januari 24, 2008

Pemandangan dari tempat konferensiBukan hanya Toraja yang indah! The Blue Mountains, sekitar 100km dari Sydney pusat, memiliki cukup banyak pemandangan seindah ini. Awal bulan ini saya ikut konferensi untuk para utusan dari lembaga saya. Pemandangan ini dikutip dari tempat penginapan kami! Selain tempat yang indah, saya menikmati persekutuan dengan rekan-rekan yang melayankan Injil Kristus di banyak tempat di dunia.

Hutan di Blue MountainsMinggu kedua ada konferensi umum misi saya di daerah yang sama. Dua ribu lebih orang datang ke Blue Mountains untuk mendengarkan pemberitaan firman dari 1 Sam 8-12 dan juga para utusan berbicara tentang berbagai pengalaman dan pergumulan mereka. Pada salah satu sesi saya berbicara tentang bagaimana saya mempelajari pentingnya relasi dari teman-teman saya di Toraja. Pada salah satu sesi lagi saya berbicara sedikit tentang pergumulan korupsi dan bagaimana beberapa teman saya di Toraja menghindarinya. Saya nginap sama keluarga yang dekat tempat konferensi. Foto di samping adalah halaman di bawah rumahnya. Tentu lebih kering dari Toraja.

Minggu yang lalu dan minggu ini saya mulai memikirkan proposal untuk disertasi saya. Dua minggu lagi saya mulai mengunjungi jemaat-jemaat pendukung. Silakan lihat jadwalnya supaya didoakan. Banyak orang di sini yang senang mendengar bagaimana Tuhan bekerja di Toraja di antara berbagai kelompok di sana.


Selamat Natal!

Desember 20, 2007

Besok saya akan libur sampai tahun baru. Januari saya berharap memposting secara lebih teratur, tetapi saya enggan berjanji soal tanggal mulai kembali. Pada bulan Januari saya akan sibuk dengan konferensi misi saya.
So, Merry Christmas and a Happy New Year!