Selamat Natal

Desember 16, 2011

Kepada rekan-rekan yang sudah memeriahkan blog ini, baik pembaca (akhir-akhir ini di atas 2.000 hits per bulan) maupun pemberi komentar, terima kasih atas minat dan perhatian. Blog ini diperuntukkan bagi para pelayan untuk persiapan khotbah. Makanya, susunannya dan bahasanya tidak cocok untuk dipakai di mimbar, dan isinya tidak mudah dicerna seperti renungan harian. Saya berharap isinya dapat memperkaya para pembaca, baik untuk khotbah yang dikerjakan, maupun dalam pemahaman lebih dalam akan makna firman Tuhan. Semoga kelebihannya dapat dimanfaatkan, dan kekurangannya dimaafkan.

Saya tidak akan banyak posting lagi tahun ini. Tentang renungan hari Natal pagi pernah ada posting sederhana (Matius 1:18-25). Posting untuk hari Natal malam (Rom 5:1-5) kemungkinan akan muncul karena akan saya khotbahkan. Sama halnya untuk tgl 1 Januari. Tetapi beberapa yang lain tidak akan disinggung. Semoga prinsip-prinsip khotbah ekspositori tetap diterapkan, yaitu memakai teks untuk menyampaikan pesan yang muncul dari teks, dengan tidak mengabaikan Allah yang menjadi sasaran iman kita, sumber kasih kita, dan penjamin harapan kita. Di tengah kesibukan Natal yang amat padat untuk para pelayan, semoga Tuhan yang memberi sukacita karena kita diperkenan mengajak orang untuk mengenal Dia di dalam Kristus yang lahir di antara kita.

Selamat Natal.


Ams 28:28; 29:2, 4, 10, 12, 14, 16, 18 Tentang pemerintahan

Agustus 11, 2010

Amsal menyatakan hikmat berdasarkan suatu tatanan moral. Dunia diciptakan dengan hikmat (Ams 8:23-31), sehingga cara terbaik untuk hidup dalam dunia adalah dengan hikmat (8:32). Jadi, tatanan moral fungsinya seperti tatanan fisik. Jika saya mau mencapai tujuan Makale, ada jalan yang tepat dan jalan yang tidak tepat, lebih lagi kalau saya coba melalui sawah! Jika saya mau mencapai tujuan hidup yang berbahagia, ada cara hidup yang tepat dan cara hidup yang tidak tepat. Kitab Amsal, melalui amsal-amsalnya, mau memperlihatkan tatanan moral itu.

Dari perikop yang ditentukan, saya memilih ayat-ayat yang terkait dengan pemerintahan, mengingat HUT RI yang mendatang. Saya coba memakai bahasa “tatanan politik” dan “kekacauan politik” untuk menjelaskan beberapa amsal ini. Sejauh mana bahasa ini jelas saya serahkan kepada penilaian pembaca, dan mohon tanggapan dalam komentar jika ada usulan atau kritikan (dan juga perbaikan).

Jadi, apa hikmatnya yang terkandung dalam beberapa amsal yang berhubungan dengan pemerintahan ini? Jelas dalam semuanya bahwa pada umumnya rakyat mau pimpinan yang benar dan adil. Di bawah tema itu, satu kelompok ayat melihat peran orang benar dalam masyarakat (28:28; 29:2 & 10), sedangkan aa.4, 12, 14 menekankan peran pemimpin dalam keadilan. Aa.16 & 18 akan dibahas secara terpisah.

Kelompok yang satu menyoroti kepemimpinan. A.14 memaparkan idealnya: orang lemah dihakimi dengan adil. Hasilnya bahwa takhtanya kokoh. Keadilan untuk semua berarti tatanan politik stabil, kekacauan tercegah. Dalam a.4 keadilan yang menegakkan tatanan politik dipertentangkan dengan “pajak”. Bahasa aslinya untuk “orang yang memungut banyak pajak” adalah “orang sumbangan”, yang bisa juga diartikan “orang yang suka menerima suap”. Suap jelas tidak adil, dan kalau maksudnya pajak maskudnya pajak yang memberatkan, barangkali karena yang berkuasa mendapat lebih banyak keuntungan dari pajaknya ketimbang orang kecil. Perekonomian yang menguntungkan kaum atas itu justru meruntuhkan tatanan politik, alias mendatangkan kekacauan. Dalam a.12 memperlihatkan bahwa kalau pimpinan atas tidak berintegritas, alias kacau, maka bawahannya akan ikut serta. Hal itu bukan untuk membenarkan bawahan yang ikut saja, melainkan untuk menunjukkan bahwa pemimpin bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi di bawah kepemimpinannya.

Kelompok yang satu lagi menyoroti peran orang benar. Selama ada orang fasik yang haus akan darah, kedudukan orang saleh (istilah lain untuk menggambarkan orang benar) rentan, menurut a.10. Harapan mereka terletak pada peran orang jujur (juga istilah lain untuk orang benar) untuk menyelamatkan mereka. Seandainya dalam a.12 ada bawahan yang melawan arus, mereka akan mengalami a.10 ini. Jadi, perjuangan antara kebenaran dan kefasikan itu serius. Makanya, ketika ada kepemimpinan yang jahat, rakyat berkeluhkesah (a.2), tetapi menyembunyikan diri supaya aman sampai masa kefasikan lewat, baru berani muncul kembali sebagai orang benar (28:28). Hal itu tidak berarti bahwa kebenaran mereka palsu, tetapi hanya bahwa orang banyak kurang berani. Rakyat lebih suka berkeluhkesah daripada bertindak.

Jadi, tatanan politik yang menjamin kehidupan damai bersama adalah sesuatu yang perlu diperjuangkan. Dalam bahasa Yesus, kita dipanggil menjadi garam dan terang, tetapi hal itu tidak akan terjadi tanpa penganiayaan seperti yang terjadi pada para nabi (Mt 5:10-14). Misalnya, seandainya semua orang percaya dalam pemerintahan menolak cara-cara buruk, akan langsung terasa akibatnya. Akibatnya akan buruk untuk sebagian mereka karena kesalehannya, seperti a.10, tetapi fungsi garam akan terasa. Karena 28:28 saya realistis saja tentang kemungkinan hal itu akan jadi pada skala yang besar, tetapi sebenarnya potensi itu ada.

Kedua ayat terakhir yang mau dibahas, aa.16 & 18, membawa dua unsur harapan dalam perjuangan melawan kekacauan itu. Dalam a.16 ada janji bahwa orang benar akan melihat keruntuhan orang fasik. Hal itu memang selalu terjadi dalam perjalanan sejarah, cepat atau lambat, tetapi di luar kitab Amsal kita memahami bahwa Allah akan menuntaskan proses itu pada penghukuman terakhir. Pengacau akan dikacaukan oleh sang Pencipta tatanan dunia. Tetapi untuk sementara, yang menjaga tatanan politik adalah wahyu (a.18). Wahyu menjadi sumber ajaran [1] yang jika dipegang membawa kebahagiaan, berkat tatanan dunia yang utuh. Allah tidak hanya menjamin masa depan, tetapi juga bergerak di tengah kekacauan sekarang. Perjuangan kita berarti karena di baliknya Allah sendiri bertindak melalui firman-Nya, dan di depannya Dia akan bertindak untuk memulihkan segala sesuatu.

Singkat kata: kefasikan dalam pemerintahan tidak disukai rakyat, dan tidak disukai Tuhan. Yang satu semestinya membuat pemimpin yang jahat malu, yang satu semestinya membuat pemimpin itu takut. Semoga kita semua memperjuangkan yang benar dan melawan yang kacau.

[1] Kata tora yang diterjemahkan dengan “hukum” di sini biasanya diterjemahkan dengan “ajaran” dalam ayat-ayat yang lain dalam kitab Amsal; mungkin karena konteks politik sehingga “hukum” dipakai di sini.


Fitur baru

Juli 4, 2010

Menurut statistik blog, makin lama, makin banyak pembaca blog ini, dan saya bersyukur kalau renungan-renungan ini dianggap berguna. Saya sadar bahwa jadwal posting tidak terlalu teratur. Jika pembaca mau mendapat imel setiap kali ada posting baru, pakai widget di sebelah kanan untuk mendaftar diri. Semoga firman Allah berguna dalam kehidupan pembaca dan orang-orang yang kepadanya firman itu dilayankan.


Selamat Natal 2009

Desember 19, 2009

Posting ini yang terakhir untuk 2009. Saya akan memulai posting kembali pada pertengahan Januari dengan jadwal Membangun Jemaat Gereja Toraja untuk tahun 2010. Terima kasih kepada semua yang telah membaca, berkomentar, menyampaikan dukungan, dan terumata yang memanfaatkan materi dalam bog ini untuk pelayanan dan secara pribadi. “Hits”-nya (terhitung setiap kali halaman blog diakses) kurang lebih seribu per bulan atau di atas 30 per hari.

Semoga minggu-minggu Adven dan Natal mengingatkan kita semua tentang harapan kita dalam Yesus Kristus. Hal itu saya ucapkan lebih lagi untuk para pelayan yang pada musim ini menjadi begitu sibuk sehingga makna Natal terpuruk di bawah kelelahan. Semoga jerih payah dalam ladang Tuhan tidak sia-sia.

Sampai berjumpa kembali dalam Tahun baru.


Berita duka mengenai Ibu Barbara Hopwood

Desember 22, 2008

Pembaca dari kalangan Gereja Toraja barangkali sudah tahu bahwa Ibu Barbara meninggal beberapa hari yang lalu di AS. Dia berjasa 30 tahun lebih di Indonesia, di Surabaya, Sumatera Utara, di Toraja dan akhirnya di Jakarta. Saya mengenalnya sebagai rekan dosen di STT Rantepao (yang menjadi STAKN Toraja). Sebagai sesama dosen asing yang sudah banyak berpengalaman mengajar di Indonesia, saya belajar banyak daripadanya. Saya juga makin menghargai dan belajar dari imannya. Dia membangun kerohanian yang kokoh dengan kesetiaan berdoa dan merenungkan firman untuk membangun hidupnya atas iman kepada Kristus. Salah satu buahnya adalah kasih, sehingga dia menjadi seorang ibu bagi banyak anak, walaupun dia sendiri tidak menikah.

BJH menyanyi waktu perpisahannya dari STAKNDi pertengahan tahun ini, tugasnya di Indonesia selesai dan dia kembali ke AS untuk tinggal bersama dengan ibunya. Tidak lama kemudian dia didiagnosa kanker yang ganas. Dia menghadapi penderitaan dan kehilangan masa depan dengan iman yang teguh. Kita berduka sebagai orang yang memiliki harapan yang sama dengan Ibu Barbara dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah bangkit.

Yang juga diberkati oleh kehidupan Ibu Barbara, silahkan berkomentar.


Hasil olah raga

Juli 17, 2008

Sepeda.jpg Sebentar lagi saya menjadi manusia nirmobil (to tae oto?). Ya, saya tahu itu keadaan mayoritas penduduk bumi, termasuk di Indonesia. Tetapi di Australia cukup sulit orang hidup tanpa mobil. Biasanya orang berbelanja di supermarket dan makanannya disimpan di kulkas, sehingga bisa sepuluhan kantong plastik mau dibawa pulang. Tetapi tidak ada becak! Jarang lagi ada toko kecil yang dekat rumah. Malah, ada cukup banyak tempat (di kota) tanpa angkutan umum sama sekali.

Hanya, memiliki mobil itu mahal. Karena pajak, asuransi wajib dan asuransi yang praktis wajib, memiliki mobil yang tidak pernah bergerak sudah menghabiskan 15 juta per tahun, sebelum diservis (paling sedikit 2 juta satu kali) dan membayar bensin (BBM tidak disubsidi—malah ada pajak tambahan—sehingga satu liter sekarang kurang lebih 12rb rupiah; berarti paling sedikit 1.000 rupiah setiap kilometer untuk bensin saja).

Untung saya tinggal di tempat yang lumayan bagus transpornya (ada kereta api kota dan bus) sehingga saya bisa membayangkan hidup tanpa mobil. (Apalagi sekarang bisa berbelanja lewat internet!) Tempat tinggal saya juga tidak terlalu jauh dari sekolah (10km). Jadi, saya kembali ke kenderaan sepeda—hemat bensin, dan bertambah olah raga. Hasilnya sudah mulai nampak:

Hasil olah raga


Yesus sayang padaku… lalu bagaimana?

April 24, 2008

Pantasan gereja lemah! Sejak kecil anak-anaknya bingung:

Versi 1:

… / Alkitab mengarjarku / Walau ku kecil lemah / Tapi aku milikNya.

Ref: Ya, Yesus sayang (x3) Dia sayang padaku.

Versi 2:

… / Alkitab mengajarku / Walau ku kecil lemah / aku ini milikNya.

Ref: Ya Yesus sayang (x3) Alkitab m’ngajarku

Versi 3:

… / Itu firmanNya kekal / Walau ku kecil ku lemah / Aku ini milikNya.

Ref: Yesus Tuhanku / sayang padaku / Itu janjiNya / yang meneguhkanku

Versi 4:

… / Alkitab mengajarku / Walaupun kecil lemah / aku ini milikNya

Ref: Yesus Tuhanku / sayang padaku / itu FirmanNya / di dalam Alkitab

Begini aslinya (diterjemahkan secara harfiah):

Jesus loves me, this I know (Yesus sayang padaku; hal itu saya tahu)

for the Bible tells me so. (karena Alkitab memberitahu saya demikian)

Little ones to him belong; (Orang-orang kecil adalah milikNya)

they are weak but he is strong. (mereka lemah tetapi Dia kuat)

Ref: Yes, Jesus loves me! (x3) (Ya, Yesus sayang padaku)

The Bible tells me so. (Alkitab memberitahu saya demikian)

Versi mana yang terbaik? (Keterangan: saya diminta jemaat di Australia untuk mencarikan lagu bahasa Indonesia untuk Sekolah Minggu dengan tema internasional. Lagu ini yang saya ingat, sehingga saya cari syairnya di internet. Kasihan…)


Pelanggaran HAA!

Maret 26, 2008

Ayam dikurung (tekan untuk perbesar)

Kadangkala Indonesia dikecam oleh karena pelanggaran HAM. Tetapi apakah ayam pernah diperlakukan seperti di Australia di atas? Alasannya khas ala Suharto, bahwa ada “bahaya” kalau mereka bebas. Katanya ketika ada kelonggaran yang kecil saja dalam pagar itu ada rubah masuk dan menikmati ayam kunyah. Tetapi ada bukti bahwa sikap itu sistemis…

Baca entri selengkapnya »


Penduduk asli menyambut sesama…

Maret 7, 2008

Klik untuk melihat ukuran besar Memang kanguru mengenali orang Australia sejati (klik foto untuk diperbesar).

Sayangnya kanguru tidak mengenali lalu lintas, sehingga meloncat ke tengah jalan pas di depan atau di sisi mobil yang berkecepatan tinggi. Di jalan raya antar-kota di berbagai daerah, biasa saja melihat bangkai kanguru di samping jalan itu. Mobil yang ditabrak biasanya mengalami kerusakan, misalnya lubang di pintu atau bagian depan. Sepeda yang ditabrak akan hancur. Saudara sepupu saya sedang bersepeda menurun dengan kecepatan 60 km per jam ketika ditabrak kanguru. Untung hanya tulang yang patah.

Bagaimanapun juga, itu binatang yang lucu, dan tetap digemari. Baik di kebun binatang maupun di restaurant.


Mati lampu di Australia!?!

Februari 23, 2008

Electric Bedside Clock-RadioDi sini ada foto jam elektrik yang ada di samping tempat tidur saya. Adakah seperti itu di Toraja? Soalnya, begitu mati lampu—biar 0,1 detik saja—alatnya akan mati dan harus disetel kembali. Berarti di Toraja paling sedikit sehari satu kali, kan? Tetapi di tempat saya jam itu sudah berfungsi tanpa gangguan sejak saya pindah, akhir Desember yang lalu. Sedetik pun tidak ada mati lampu selama hampir dua bulan.

Hal itu saya komentari kepada kelompok doa di luar Sydney beberapa malam yang lalu. Saya menginap di sana karena jauh, dan besoknya pagi, tahu-tahu mati lampu! Karena tidak ada elpiji di sana, saya tidak jadi minum kopi (KDG). Mereka bergurau itu terjadi karena komentar saya sebelumnya!

Kelompok doa itu berkumpul secara teratur untuk mendoakan pekerjaan Allah di seluruh dunia. Di kelompok itu sendiri ada yang pernah melayani di Afrika, Amerika Selatan dan Asia. Hebat!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 64 pengikut lainnya.