3 Yoh 1:1-4 Menyikapi Kebenaran

September 7, 2009

Kitab 3 Yoh ini memberi gambaran tentang bagaimana kebenaran diterapkan secara praktis. Ada pertolongan kepada yang memberitakannya (5-8) serta gambaran tentang orang yang menentangnya (9-10). Intinya, yang memang mewakili tema utama dalam tulisan-tulisan Yohanes yang lain, terdapat dalam a.11, yaitu berasal dari dan mengenal Allah.

Dalam bagian awal surat ini, yakni aa.1-4, kita menemukan satu segi lagi, yaitu sikap orang terhadap kebenaran. Kasihnya berbasis kebenaran (1). Doanya menyangkut bukan hanya kesejahteraan umum, tetapi kesejahteraan jiwa (2). Dalam konteks surat ini hal itu paling sedikit merujuk ke jiwa yang benar. Dalam kedua ayat berikut, kita melihat lebih lagi bahwa ada sukacita dalam penulis atas kebenaran dalam diri orang lain.

Banyak doa kita seperti dalam a.2a, yaitu menyangkut kesejahteraan umum. Akhir-akhir ini saya berbicara dengan sekelompok orang yang menghadapi pergumulan. Salah satunya berkomentar bahwa melaluinya mereka dikuatkan untuk perjuangan berikut. Saya jadi berpikir, apakah saya akan lebih bersukacita ketika mereka bertumbuh dalam kenyamanan atau ketika mereka bertumbuh dalam kebenaran. Jika yang pertama, apakah karena saya sendiri lebih suka akan kenyamanan daripada kebenaran. Tetapi sebenarnya kita tahu bahwa yang membawa sukacita yang lebih besar adalah melihat teman, jemaat, keluarga bertekun dalam kebenaran. Semoga kebenaran yang dikerjakan Allah dalam diri orang lain menjadi pokok doa dan sukacita kita juga.