Ef 1:15-23 Doa untuk pengharapan

Mei 18, 2009

Ada tiga kebaikan rohani yang sering disebutkan bersama oleh Paulus, yaitu iman, pengharapan dan kasih. Dalam aa.15-16, Paulus bersyukur bahwa jemaat di Efesus sudah memiliki iman dan kasih. Kemudian dia berdoa supaya mereka mengerti pengharapannya. Sepertinya banyak jemaat sekarang yang berusaha beriman dan mengasihi. Apakah yang dibutuhkan sekarang adalah doa supaya pengharapan jemaat kuat dan tepat?

Paulus memulai doanya tentang pengharapan dengan menyebutkan Roh dan pengenalan akan Allah (a.17). Roh hikmat dan wahyu yang memampukan penerangan mata hati dan pengertian dalam ayat berikut. Kemudian, pengenalan akan Allah-lah yang menjadikan hal-hal dalam aa.18-19 indah.

Isi harapan dijelaskan dalam aa.18-19. Dalam a.18 ada bagian yang ditentukan, alias warisan. Hal itu terkandung dalam panggilan seorang percaya sebagaimana sudah dijelaskan Paulus dalam a.14, yaitu dengan percaya kepada Kristus Roh Kudus menjadi jaminan bahwa kita akan memperoleh seluruh bagian kita dengan menjadi milik Allah. Dalam a.18 Paulus mau menegaskan bahwa bagian ini mulia dan kaya. Secara tersirat bagian ini dapat dibandingkan dengan hal-hal yang biasa kita anggap mulia dan kaya, seperti hormat dan kekayaan. Mata hati yang diterangi oleh Roh Kudus dapat melihat bahwa warisan Allah jauh lebih mulia dan kaya. Pengharapan yang demikian tentu akan memenuhi seluruh hidup kita.

Dalam a.19 Paulus menyebutkan kuasa Allah sebagai sorotan pengharapan. Maksudnya, pengharapan bukan hanya untuk dunia baru, tetapi juga untuk sekarang, yaitu bahwa ada kuasa Allah tersedia bagi kita. Untuk memahami kuasa Allah itu Paulus melihat ke kebangkitan dan kenaikan Kristus. Artinya bahwa kuasa Allah mampu membawa kehidupan dari maut (a.20a; bnd. 2:5) dan menempatkan Kristus di atas segala kuasa (aa.20b-22), sehingga jemaat yang juga berada di dalam Kristus turut aman dari segala kuasa yang mengancam (a.23; bnd. 2:6).

Yang disebut “pemerintah dan penguasa” dsb dalam a.21 kemungkinan besar dibaca oleh orang di Efesus sebagai roh-roh yang menguasai dan mengancam dunia manusia. Ada yang beranggapan bahwa bagi Paulus kuasa-kuasa seperti pemerintahan, ekonomi dan budaya termasuk di dalamnya. Saya rasa tidak usah artinya dipersempit. Di dalam Kristus kita diberi kuasa atas semuanya, dalam artian bahwa warisan kita tidak dapat terganggu, dan juga bahwa kita dimampukan untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah (bnd. 2:10).

Jadi, pengharapan yang dimaksud Paulus adalah pengharapan akan warisan pada zaman baru yang jauh melampaui segala yang ada dalam zaman ini, dan juga kuasa untuk bekerja dalam zaman ini sampai semua musuh Allah dikalahkan (a.22). Pengharapan yang demikian akan berarti jemaat yang tabah dalam iman dan giat dalam kasih. Semoga kuasa Allah yang diperlihatkan dalam kenaikan Yesus Kristus menjadikan pengharapan kita kuat dan tepat.