Sebentar lagi saya menjadi manusia nirmobil (to tae oto?). Ya, saya tahu itu keadaan mayoritas penduduk bumi, termasuk di Indonesia. Tetapi di Australia cukup sulit orang hidup tanpa mobil. Biasanya orang berbelanja di supermarket dan makanannya disimpan di kulkas, sehingga bisa sepuluhan kantong plastik mau dibawa pulang. Tetapi tidak ada becak! Jarang lagi ada toko kecil yang dekat rumah. Malah, ada cukup banyak tempat (di kota) tanpa angkutan umum sama sekali.
Hanya, memiliki mobil itu mahal. Karena pajak, asuransi wajib dan asuransi yang praktis wajib, memiliki mobil yang tidak pernah bergerak sudah menghabiskan 15 juta per tahun, sebelum diservis (paling sedikit 2 juta satu kali) dan membayar bensin (BBM tidak disubsidi—malah ada pajak tambahan—sehingga satu liter sekarang kurang lebih 12rb rupiah; berarti paling sedikit 1.000 rupiah setiap kilometer untuk bensin saja).
Untung saya tinggal di tempat yang lumayan bagus transpornya (ada kereta api kota dan bus) sehingga saya bisa membayangkan hidup tanpa mobil. (Apalagi sekarang bisa berbelanja lewat internet!) Tempat tinggal saya juga tidak terlalu jauh dari sekolah (10km). Jadi, saya kembali ke kenderaan sepeda—hemat bensin, dan bertambah olah raga. Hasilnya sudah mulai nampak:

Ditulis oleh abuchanan 
Ditulis oleh abuchanan