Kej 2:8-17 Diberi aman…

Setelah manusia dibentuk dari tanah (sebagai makhluk yang fana), Allah membuat taman untuknya (a.8). Taman itu baik bagi manusia (a.9), sama seperti dalam Kej 1 bumi itu baik. Selain makanan, ada dua pohon. Pohon kehidupan berarti bahwa selama manusia yang fana ada di taman Eden (tempat hadirat Tuhan) maka manusia akan hidup. Pohon pengetahuan mewakili batas yang ditentukan Tuhan.

Pada aa.10-14 taman Eden digambarkan sebagai sumber 4 sungai besar (Gihon mungkin merujuk pada sungai Nil karena Kush adalah Etiopia, di atas Mesir, Pison tidak jelas tetapi mengandung emas dsb yang terbaik), untuk menunjukkan bagaimana Eden adalah pusat berkat bagi bumi.

Kej 2:15 menunjukkan tugas manusia. Kata menempatkan di sini sering dipakai untuk memberi keamanan (seperti pada 2 Sam 7:1). Secara harfiah kata mengusahakan berarti melayani, dan merupakan kata biasa untuk beribadah. Kata memelihara juga sering dipakai dalam konteks memelihara perintah Tuhan. Maksudnya bahwa kosa kata yang dipakai melukiskan tugas manusia sebagai ibadah kepada Tuhan oleh orang yang aman di dalam-Nya.

Ibadah kepada Tuhan termasuk mengenal batas. Larangan Tuhan diberikan dalam konteks kelimpahan (“semua pohon…boleh kaumakan buahnya dengan bebas”). Pengetahuan tentang yang baik dan jahat akan menjadi kutuk bagi manusia, sehingga Tuhan tidak dapat membiarkan mereka hidup selama-lamanya (3:22).

Tentu, kita tahu bahwa manusia melanggar larangan itu. Israel diberi kesempatan lagi dengan tanah perjanjian yang baik, tetapi mereka juga melanggar perintah Tuhan sehingga Dia tidak dapat membiarkan mereka hidup selama-lamanya di dalamnya.

Hanya Kristus yang datang sebagai Adam yang kedua yang dapat beribadah dan taat tanpa melanggar batas. Bagaimana di dalam Kristus? Paulus dalam Rom 5-6 mengajukan dua pokok. 1) Anugerah Allah dalam Kristus melebihi kutuk dalam Adam (Rom 5:12-21). Di luar Kristus memang ada murka Allah, tetapi di dalam Kristus kita diberi keamanan, maut tidak berkuasa lagi. 2) Karena kita terlibat dalam anugerah Allah (karena kita berada “di dalam Kristus” Rom 6:2-3) maka dosa tidak lagi cocok (Rom 6:1-14). Kristus telah mati terhadap dosa, jangan kita terus di dalamnya! (Rom 6:10-11).

Bagi saya, penting bahwa kita memahami kemurahan dan kebaikan Tuhan dalam perikop ini. Dosa bukan sekadar pelanggaran pemali (tabu), melainkan membelakangi Sang Baik.

Pos ini dipublikasikan di Kejadian dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kej 2:8-17 Diberi aman…

  1. Ping balik: Kej 3:20-24 « To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s