Kej 6:1-8 Allah yang kecewa

Melihat struktur di sekitarnya, maka 6:1-8 merupakan komentar bagi keadaan keturunan manusia (5:1). Komentar itu dapat dibagi dua. 6:1-4 menggambarkan berkat yang dialami manusia, 6:5-8 melukiskan dosa dan hukuman. Begitulah masalah yang ditanggapi oleh Injil.

Berkat bagi manusia pada aa.1-4 yakni menjadi banyak (a.1, bnd. 1:28), nikah-menikah (a.2, bnd. 2:24) dan beberapa manusia yang menjadi gagah perkasa (a.4)–sehingga sanggup melakukan amanat Allah untuk menaklukkan bumi (1:28). Manusia dalam ayat-ayat ini digambarkan sebagai anak-anak [laki-laki] Allah dan anak-anak perempuan manusia. Istilah “anak-anak Allah” merujuk pada 5:1-3, tempat keturunan Adam dianggap serupa dengannya sama seperti manusia serupa dengan Allah (bnd. Lk 3:37). Jadi maksudnya manusia berasal dari Allah. Istilah “anak-anak perempuan manusia” mungkin menonjolkan soal keturunan. Jadi, ada gambaran di sini akan potensi manusia untuk menikmati pemberian Allah dengan semangat. Hanya a.3 yang mengingatkan bahwa nikmat manusia terbatas. Manusia adalah daging, fana, sehingga bergantung pada Roh Allah untuk hidup.

Sebaliknya, aa.5-8 menonjolkan hukuman. Jika dalam a.2 anak-anak Allah melihat sesuatu yang baik (tov, diterjemahkan cantik-cantik) yakni perempuan, akan tetapi dalam a.5 Allah melihat sesuatu yang buruk / jahat, yakni hati manusia. “Memilukan” dalam a.6 memakai kata dasar yang sama dengan “susah payah” dalam 5:29–bukan hanya manusia yang direpotkan oleh dosa! Ucapan hukuman Allah dalam a.7 berbicara tentang penciptaan langit dan bumi yang akan dikembalikan: manusia di muka bumi sampai dengan burung di langit akan dihapus. Hanya Nuh yang menjadi titik terang (a.8). 

Hidup sehari-hari adalah hal yang baik, tetapi Yesus sendiri mengatakan bahwa manusia pada zaman Nuh “kawin dan mengawinkan” tanpa menyadari dekatnya hukuman Allah (Mt 24:38-39). Soalnya, kita suka bicara tentang orang yang beritikad baik seakan-akan Tuhan pasti akan senang sama kita, tetapi a.6 mencurigai semua itikad manusia. Misalnya, menjadi kenamaan tidak salah, tetapi begitu mudah menjadi mencari nama (11:4). Giat bagi Allah adalah hal yang baik, tetapi dengan begitu mudah menjadi mendirikan kebenaran sendiri (Rom 10:3). Pantasan Allah kecewa, sehingga Dia menghukum untuk menghapus noda dari hati manusia.

Namun, tentu–dan selalu–ada titik terang anugerah Allah. Dalam 1 Pet 3:20-21 air bah malah menjadi gambar keselamatan dalam Kristus. Allah mau supaya kita tidak berbius oleh semangat hidup sehingga cuek terhadap hukuman-Nya melainkan percaya kepada Kristus yang kebangkitan-Nya merujuk pada sebuah ciptaan baru.

Pos ini dipublikasikan di Kejadian dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kej 6:1-8 Allah yang kecewa

  1. Ping balik: Kej 6:9-22 « To Mentiruran

  2. Ping balik: Kej 7 Menyelamatkan dunia « To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s