Kej 12:10-20

Setelah janji Tuhan yang hebat (12:1-3, 7) yang diresponsi dengan Abraham pergi ke tanah Kanaan (4-6, 8-9) dan mulai beribadah kepada Tuhan (7b, 8b), cerita ini adalah peristiwa pertama mengenai Abraham sebagai orang percaya. Bagaimana hasilnya? Singkatnya, Abraham gagal, tetapi janji Allah tetap berlaku.

Benarkah Abraham gagal? Dari perspektif PB jelas. Dia tidak mengasihi isterinya seperti Kristus mengasihi jemaat (Ef 5: ). Dia juga berbohong (tetapi bnd. Kej 20:12). Namun, hal-hal demikian tidak dikomentari oleh teks di sini. Alasan Abraham bahwa Sarai akan menarik perhatian orang Mesir memang dibenarkan oleh narator (14-15), tetapi kesimpulannya bahwa dia akan dibunuh janggal. Tuhan baru berjanji bahwa Abraham akan menjadi bangsa besar dsb. Masakan dia akan langsung dibunuh! Jadi, di sini Abraham kurang percaya. Itulah akar akibat buruk bagi isterinya dan Firaun.

Berlakunya janji Allah dilihat dalam hal tulah kepada Firaun yang mengancam Sarai (bnd. ayat 3a) dan dalam hal Abraham menjadi kaya (13:2, bnd. ayat 2a “Aku akan…memberkati engkau). Abraham tidak diberkati karena dia berbuat baik. Allah berpihak kepada Abraham sebagai penerima janjinya, bukan sebagai perintis moralitas. Itulah Injil yang diteguhkan dalam Perjanjian Baru (Rom 4:5, 8:31).

Tentu Abraham sudah meresponsi janji Allah, dan akhirnya belajar ketaatan yang dalam (Kej 22), sehingga Yakobus (dan Paulus, Rom 6) dengan tepat mengatakan bahwa iman yang sejati akan berbuah. Para teolog Pancasilais yang menganggap pembenahan moralitas rakyat sebagai fungsi utama agama boleh saja rileks. Tetapi cerita ini mengingatkan kita bahwa Tuhan lebih hebat daripada manusia, dan janji-Nya lebih penting daripada moralitas.

Menarik bahwa kata untuk tulah di sini (nega’) dipakai untuk pertama kalinya di sini, dan kali berikut terdapat di Kel 11:1 mengenai tulah kesepuluh. Dalam Keluaran unsur hukuman terhadap Firaun ditonjolkan, berbeda dari konteks di Kej 12 (Firaun tidak disebut tidak bersalah seperti Abimelek dalam Kej 20:6, tetapi pertanyaan Firaun dalam aa.18-19 menuju ke situ). Tetapi kedua konteks menyatakan pilihan Allah kepada Israel, dengan Israel diusir dari Mesir oleh karena tulah masing-masing dan justru diperkaya (11:2). Kemungkinan besar Kej 12:10-20 ini dilihat sebagai tipe keluaran oleh penyusun Taurat.

Bagaimana Firaun dkk mengetahui asal-usul tulahnya? Dalam Kej 20 Abimelek menerima mimpi. Tidak disebutkan dalam Kej 12 ini. Tetapi itu teka-teki hanya untuk orang yang kebarat-baratan. Yang saya dengar, bagi orang Toraja melacak pelanggaran tabu dari malapetaka biasa saja.

Pos ini dipublikasikan di Kejadian dan tag , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Kej 12:10-20

  1. Ping balik: Seri pemahaman PL « To Mentiruran

  2. Ping balik: Kej 17:1-14 Allah menjadi Allah kita « To Mentiruran

  3. Ping balik: Neh 13:1-9 Perlunya Perjanjian Baru « To Mentiruran

  4. semuel berkata:

    Malam Ambe’, kenapa bahan kedua tentang kejadian dari tulisan Seri Pemahaman PL, saya tidak bisa akses.Saya juga sudah buka di File Kejadian tidak ada didalam. Salama Ambe’, disini lagi musim hujan n musim langsat dan durian !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s