2 Kor 3:7-18 Mengapa berani?

Pernah ada komentar tentang suatu acara antar-agama di Australia bahwa doa wakil agama-agama yang lain dalam acara itu jelas berbau agamanya masing-masing, tetapi doa wakil orang Kristen umum saja. Orang Kristen Barat sering merasa agak malu di depan penganut agama-agama yang menderita dan diremehkan di bawah penjajahan Barat.

Rasul Paulus tidak malu demikian (a.12), tetapi bukan karena kesanggupan Paulus sendiri (a.5). Sebaliknya, dalam 2 Kor 1 jelas bahwa Paulus hampir meninggal (1:8-11), dan juga mengecewakan jemaat di Korintus (1:15-24). Perikop kita mau menegaskan bahwa keberanian Paulus berasal dari Injil yang dilayankan.

Argumentasi Paulus beranjak dari pengalaman Musa turun dari gunung Sinai dalam Kel 34:29-35. Peristiwa ini terjadi setelah Musa telah meraih kesepakatan Allah untuk melanjutkan kasih setia-Nya kepada Israel setelah pemberontakan mereka dalam peristiwa anak lembu emas (Kel 32-34). Musa membawa loh batu (Kel 34:1) turun dengan wajah masih bercahaya dari pembicaraannya dengan Tuhan (34:29). Setelah menyampaikan firman Tuhan, dia memakai selubung untuk pertama kalinya (34:33). Setelah itu, setiap kali dia bertatap muka dengan Tuhan dia menanggalkan selubung itu, tetapi memakainya kembali ketika keluar untuk berbicara dengan Israel.

Dalam tafsiran Paulus, kemuliaan wajah Musa yang sudah hebat merujuk pada kemuliaan perjanjian baru yang jauh lebih hebat lagi (2 Kor 3:7-11). Kemudian, selubung menjadi simbol kelemahan perjanjian lama. Bagi Musa, selubung menyimbolkan bahwa kemuliaan pelayannya hanya sementara (a.12). Bagi umat, selubung menyimbolkan bahwa mereka tidak mengerti (aa.13-15). Tetapi dalam Roh, pengalaman Musa menjadi pengalaman semua (16-18). Sama seperti Musa berhadapan dengan Tuhan sehingga bercahaya, oleh Roh kita bertambah mulia.

Apakah huruf sepadan dengan pemali (tabu Toraja)? Apakah pelayanan gereja membawa kemerdekaan (a.17) dan transformasi hidup (a.18) karena kita melihat terang Allah dalam wajah Kristus (4:6)? Apakah pelayanan Injil berbobot dalam hati para pelayan dan jemaat, atau hal-hal lain dianggap lebih cemerlang?

Catatan. Kata pudar (a.7, 11) menerjemahkan katargeo (midel atau pasif) yang juga muncul dalam a.13 (“sementara”) dan a.14 (“dapat menyingkapkan”). Tafsirannya bahwa Paulus menganggap bahwa Musa memakai selubung karena cahayanya mulai pudar ketika dia keluar dari hadapan Tuhan (hal itu tidak muncul dengan jelas dalam Kel 34). Tetapi kata itu juga bisa berarti batal atau tidak berlaku lagi (demikian terjemahan NRSV). Jika demikian, di keempat tempat maksudnya bahwa perjanjian lama yang telah diganti oleh perjanjian baru.

2 Kor 3:16 kurang lebih mengutip Kel 34:34 tentang Musa (hal itu agak kabur dalam LAI karena memakai kata seorang daripada kata dia). Kemudian 3:17 merujukkan Tuhan dalam Kel 34 dengan Roh Kudus sekarang, sehingga kesimpulan dalam 3:18 menjadi umum.

Pos ini dipublikasikan di 2 Korintus dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke 2 Kor 3:7-18 Mengapa berani?

  1. Bry-XP berkata:

    bru ktemu blog ini,.. bagus bgt isinya,..
    mhon knjungan blik yah,.
    Christ Youth
    GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s