Kej 3:20-24

Meskipun akibat dosa yang disampaikan Allah kepada manusia berat, namun yang hebat ialah manusia masih memiliki masa depan. Sehingga dalam a.20 Hawa disebut ibu semua yang hidup. Kemudian, untuk menutupi rasa malu / kemaluan, ada pertanda anugerah dari Allah. Dia membuat penutup malu yang lebih mantap daripada daun (a.21). Kulit binatang menyiratkan kematian binatang tersebut, yang menunjuk pada sistem kurban Israel (dan kurban aluk?), dan tentu pada gilirannya pada kematian Yesus.

Manusia sudah menjadi sama seperti Allah (a.22), sesuai dengan janji Iblis (a.5). Tetapi ironisnya yang dialami adalah rasa malu (a.7)! Akibat terdahsyat dari pelanggaran mereka adalah diusir dari sumber hidup. Itulah mati! Mengapa mereka tidak dibiarkan hidup selama-lamanya dalam keadaan mereka? Mungkin reaksi mereka terhadap hadirat Allah (a.8) memberi petunjuk.

Lihat artikel ini untuk pembahasan pengusiran manusia dalam konteks Alkitab lebih luas.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kejadian dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s