Kis 9 Allah memanggil alat pilihan-Nya

Sebelum Dia naik ke sorga, Yesus mengutus para murid-Nya untuk menjadi saksi-Nya dari Yerusalem sampai ke ujung bumi. Namun, sampai dengan khotbah Stefanus, tidak ada sedikitpun gejala bahwa jemaat di Yerusalem mau ke mana-mana. Sama seperti khotbah Yesus dalam Luk 4, khotbah Stefanus dengan tajam menunjukkan bahwa Allah berkarya di luar Israel. Stefanus juga mengulangi tuduhan bahwa pimpinan Yahudi membunuh utusan Allah. Ternyata kesabaran pemimpin Yahudi sudah cukup habis sehingga seorang pemuda yang sangat giat bagi Allah dan tega menganiaya jemaat diberi keleluasaan untuk mengejar jemaat. Alhasil, Injil sampai di Samaria bahkan Etiopia!

Tetapi hal-hal itu belum cukup bagi Allah dalam rangka menuai kebaikan dari badai. Dia justru memanggil penganiaya itu menjadi tokoh terpenting dalam penyebaran Injil. Yes 40-55 antara lain menawarkan harapan bahwa bangsa-bangsa dan raja-raja akan melihat karya Tuhan (mis. Yes 52:15), dan Paulus yang menjadi alat untuk hal itu. Sama seperti hamba Tuhan dalam Yesaya, dan Kristus sendiri, Paulus harus menderita, suatu pertanda bahwa dia mendapat bagian dalam rencana Allah (bnd. Yes 49:1-7; 51:4-7; Kis 5:41).

Lukas tidak merincikan doa Paulus selama dia berpuasa. Kita hanya dapat membayangkan pergumulan Paulus menemukan bahwa selama itu dia hidup “tanpa pengetahuan yaitu di luar iman” (1 Tim 1:13). Menurut Paulus sendiri, perjumpaannya dengan Kristus adalah “agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya…aku menjadi contoh” (1 Tim 1:16). Jadi, dia mengalami secara jasmani penerangan yang dia gambarkan dalam 2 Kor 4:6. Dia buta dan berpuasa total selama tiga hari seakan-akan dia dikuburkan dengan Kristus sampai dia bangkit (LAI bangun) pada hari ketiga (bnd. Rom 6:4). Itu semua gambaran dari pertobatan yang menyeluruh dan mendalam. Contohnya bukan adanya cahaya dsb secara harfiah, tetapi kesadaran akan siapakah Kristus sehingga kita tidak dapat memandang dunia ini sama lagi.

Ananias menjadi yang pertama dari sederetan orang percaya yang memungkinkan pelayanan Paulus. Yang berikut adalah orang-orang percaya di Damsyik yang menolong Paulus melarikan diri, kemudian Barnabas yang berani menerima Paulus di Yerusalem. Rekan-rekan Paulus yang disebutkan dalam surat-suratnya berjumlah berpuluh-puluh. Dalam rangka panggilannya, Paulus tidak pernah menjadi lebih dari sebuah alat yang dipakai Tuhan sebagai bagian dari tubuh-Nya. (Tentu saja juga, sebagai anak Allah Paulus berharga dan dikasihi!)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kisah Para Rasul dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kis 9 Allah memanggil alat pilihan-Nya

  1. Ping balik: Kis 7:54-8:1a « To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s