Yoh 20:1-18 Dia bangkit!

Cerita Yohanes di sekitar kebangkitan Yesus dapat dibagi tiga menurut tempat. Yoh 20:1-18 di sekitar kubur Yesus, Yoh 20:19-29 di dalam rumah di Yerusalem, dan Yoh 21 di Galilea. Yoh 20 menyangkut tema kesaksian. Harus ada yang melihat Yesus yang bangkit untuk bersaksi kepada orang lain. Memang Yesus mengatakan bahwa orang yang tidak melihat dan percaya akan diberkati (20:29). Namun, Tomas ditegor bukan karena dia melihat, tetapi karena dia tidak mempercayai kesaksian murid-murid yang lain bahwa mereka telah melihat Yesus. Kita yang percaya atas kesaksian murid-murid pertama akan diberkati.

Dalam Injil ini, saksi yang pertama ialah Maria Magdalena, yang hadir ketika Yesus disalibkan (19:25) dan barangkali ikut dalam persiapan tubuh Yesus (19:40-42). Dia yang melaporkan kehilangan mayat Yesus (20:2), dan juga bahwa Dia telah bangkit (20:18), sehingga bagian ini mulai dan berakhir dengan kesaksiannya. Adanya perempuan sebagai saksi kunci dalam konteks Yahudi selaras dengan salib, yaitu Allah memakai yang lemah dan dianggap hina.

Menarik untuk membandingkan pengalaman Maria dengan Petrus dan murid yang dikasihi. Kedua murid melihat bukti kain yang terletak dsb, dan satu percaya, walaupun kedua-duanya belum mengerti Kitab Suci (20:9). Mereka sepertinya harus dibimbing lewat nalar. Sedangkan Maria menjenguk ke dalam kubur dan disambut oleh malaikat, kemudian oleh Yesus sendiri. Dengan Yesus mengucapkan namanya dia mengerti. Dia dibimbing lewat relasi untuk percaya—sebagai domba yang dipanggil dengan namanya sehingga dia mengenali Gembalanya (bnd. 10:3).

Apakah perbedaan ini karena dia sudah mengasihi Yesus dengan tulus, sedangkan Petrus harus dituntun untuk mengaku kasihnya kepada Yesus (21:15-19)? Yang jelas, semua harus percaya sehingga memperoleh hidup (20:31), dan hidup (yang kekal) adalah mengenal Allah dan Kristus (17:3). Semoga kita percaya akan kesaksian Injil Yohanes, dan lebih lagi mengenal Kristus yang telah naik ke Bapa-Nya di sorga (20:17, LAI “pergi” adalah anabaino = pergi naik).

Komentar sedikit tentang perbedaan dalam cerita-cerita kebangkitan…

Ada lima tempat kebangkitan Yesus diceritakan (keempat Injil dan 1 Kor 15). Sepintas lalu kelima tempat ini bersimpangsiur. Saya rasa agak sulit mencocokkannya dengan rapih—itulah sifat kesaksian saksi mata. Tetapi perbedaannya dapat dilebih-lebihkan. Misalnya, Yohanes hanya menyebutkan Maria Magdalena, padahal di Injil yang lain ada beberapa perempuan pergi ke kubur Yesus. Tetapi perhatikan 20:2, “kami tidak tahu di mana Ia diletakkan”. “Kami” menyiratkan bahwa ada lebih dari satu. Jika kita dapat menerima bahwa kelima cerita masing-masing tidak lengkap, maka kita bisa melihat bagaimana saling melengkapi.

Pos ini dipublikasikan di Yohanes dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s