Yoh 4:1-42

Kristus telah dinyatakan sebagai Firman yang oleh-Nya dunia dijadikan (Yoh 1:10) dan penyataan kasih Allah bagi seluruh dunia (3:16), tetapi toh Dia masih berfokus pada Israel bahkan Bait Allah (2:13-25). Dalam pendahuluan kisah ini kita membaca bahwa Yesus “harus” melalui Samaria, mungkin karena keamanan. Ada sedikit petunjuk bahwa penolakan Yesus oleh orang Yahudi di sini bermuara pada keselamatan orang lain (bnd. Kis 8:4; Rom 11:11).

Kisah digerakkan dengan pertanyaan Yesus kepada perempuan Samaria yang minta tolong. Besarnya jarak antara orang Yahudi dan Samaria, diperbesar oleh perbedaan jenis, nampak dari jawabannya yang mempersoalkannya, padahal Yesus adalah manusia yang sendirian, lelah, dan di samping sebuah sumur tanpa timba! Tetapi ucapannya mengangkat masalah tadi, apakah kasih Allah bisa menembus ke luar umat Israel?

Jawaban Yesus (a.10) mengangkat dua pokok, karunia (pemberian) Allah (yakni air hidup) dan identitas Yesus, serta menunjukkan responsnya, meminta pemberian itu daripada-Nya. Perempuan salah paham akan maksud air hidup itu, dengan melihat harfiahnya, bukan kiasannya. (Sama seperti melihat salib Kristus sebagai kekalahan, bukan kemuliaan.) Tetapi pertanyaannya (a.12) tentang identitas Yesus lebih tepat dari yang dia sadari. Yesus menjelaskan air hidup itu, adanya konsep hidup kekal sudah memperjelas bahwa dia berbicara secara kiasan. Perempuan itu merespons (a.15) dengan tepat–meminta air itu–walaupun dia belum terlalu mengerti.

Dengan respons itu Yesus melangkah dalam rangka pemberian air hidup itu dengan mengungkapkan bagian hidupnya yang paling kacau dan juga dengan menunjukkan pengetahuan terperinci atas hidupnya (16-18). Hal itu menjadi titik balik dalam tugas Yesus untuk memperkenalkan identitasnya kepada (wakil) bangsa-bangsa. Bukan karena ada penyadarana akan dosa–kesan saya ialah perempuan itu sudah sadar akan dosanya, sehingga hal itu tidak dikejar oleh Yesus. Tetapi pengetahuan Yesus akan hidupnya membawa perempuan itu ke pokok kedua, yaitu identitas Yesus. Pertanyaan si perempuan bukan pengalihan perhatian dari dosanya, melainkan kembali ke pokok seluruh perikop, yakni bagaimana seorang nabi / Mesias Yahudi adalah Juruselamat seluruh dunia. Yesus mengaminkan bahwa Yerusalem adalah pusat keselamatan, tetapi dalam perkembangan sejarah keselamatan (“saatnya akan datang” a.23) Yerusalem akan direlatifkan, sehingga semua bangsa dapat menyembah Allah. Sekali lagi tidak jelas bahwa perempuan itu mengerti seluruh maksud Yesus di sini (dan banyak pendapat para teolog sekarang, lihat di bawah!). Tetapi dia menangkap bahwa Yesus mengenal dia dan mengenal hal-hal terkait dengan Allah, sesuai dengan pemahamannya tentang Kristus. Kisah ini berpuncak dengan dia menjadi saksi pertama kepada penduduk kotanya.

Berpuncak tetapi tidak berakhir, karena ada dua pesan terakhir. Yang pertama, kepada para rasul (dan semua dalam gereja yang akan menjadi penuai manusia) Yesus menjadikan respons perempuan Samaria (dan kota) sebagi pelajaran. Tidak semua yang tidak menerima terang yang datang ke dalam dunia (1:11). Sebenarnya ada banyak yang siap untuk menjadi anak-anak Allah (4:35 dengan 1:12). Menarik bahwa para murid sama salah pahamnya dengan si perempuan, hanya tentang roti, bukan air.

Pesan kedua muncul dari para penduduk kota Sikhar. Mereka juga meminta air hidup (yakni Yesus) untuk tinggal bersama dengan mereka, sampai mereka sendiri dapat “mendengar dan tahu” (a.42). Sebagai orang di luar lingkup Israel, yang ditahu bukan hanya bahwa Yesus adalah Juruselamat, tetapi bahwa Dia adalah Juruselamat dunia.

Beberapa hal tekhnis…

  • “Seorang Samaria” dalam a.9 agak kabur. Dia memakai kata gune yang berarti perempuan. Soal jenis jelas dikemukakan, karena ada cara untuk mengatakan orang Samaria tanpa merujuk pada jenis. Lebih baik “perempuan Samaria”.

  • Kata Tuhan pada bibir si perempuan (a.11, 15, 19) agak aneh. Dia belum menyadari bila Yesus adalah Mesias, masa dia dianggap sudah mengenali keilahian Yesus! Kata kurie di sini berarti tuan.
  • Apa maksud “menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran” (a.23, 24)?
    • Satu tafsiran menerapkannya pada sikap si penyembah, kurang lebih “dengan semangat batin yang tulus”. Hal itu cocok dengan tiadanya artikel (kata sandang tertentu) di depan πνευμα dan αληθεια, dan klop dengan pernyataan berikut bahwa Allah adalah roh. Maksudnya, Allah tidak berbadan sehingga penyembahan bukan soal tempat, cara bersujud dsb.
    • Tafsiran kebalikan menerapkannya pada Tritunggal, “dalam Roh Kudus dan Sang Kebenaran [Kristus]”. Soalnya, Yesus berbicara tentang masa depan (“saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang” a.23). Apakah Allah tidak mencari penyembah yang tulus dalam PL? Yang berubah adalah bahwa Yesus menjadi Bait Allah (2:21), dan zaman Roh muncul (3:6; bnd. 7:39). Kristus yang dikenal melalui Roh Kudus menjadi cara semua manusia dapat menyembah Allah yang tidak terbatas pada satu tempat. (Perhatikan bahwa secara gramatik tiadanya artikel tidak menentukan karena sering hilang setelah preposisi (kata depan) seperti di sini.)
    • Kedua tafsiran di sini tidak bertentangan, dan penulis Injil Yohanes begitu halus sehingga tidak mustahil bahwa kedua tafsiran dimaksudkan (apalagi oleh Yesus sendiri). Jadi, bersemangat karena telah lahir kembali oleh Roh. Tulus karena berhubungan dengan Yesus yang mengungkapkan kebusukan hati kita sama seperti dengan perempuan Samaria itu.
    • Jika demikian, maka tujuan Yesus bukan untuk mengganti agama Yahudi yang sempit dengan agama rasional yang universal. Baik PL maupun PB mulai dengan yang partikuler: Bait Allah dan Yesus/Roh, yang menuju menjadi universal melalui pemberitaan. PL sudah mengharapan terang Allah keluar dari Bait Allah (Yes 2:1-4), dan perikop ini kita melihat bagaimana harapan itu mulai terwujud.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Yohanes dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Yoh 4:1-42

  1. abuchanan berkata:

    Mungkin di alinea ketiga, kalimat pertama. Kalau penerapan, itulah tugas pembaca. :)

  2. Liana Calista berkata:

    bisakah kamu memberikan makna pokok dri prikop tsb ? :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s