“Hasil” Menutupi

Berita tentang Adam Air cukup ramai di koran bahasa Inggris, barangkali ramai di Indo juga. Saya tertarik dengan komentar ini mengenai Adam Air tahun 2006 yang mendarat di Sumbawa, mungkin dengan masalah teknis yang sama (Pak Joni yang tahu tanggalnya karena Pak Kabanga’ terbang naik pesawat itu dan tidak sampai di upacara nikahnya. Menurut cerita Pak Kabanga’ kemudian, para penumpang cukup gelisah):

“Pengusutan kegagalan alat pesawat yang menyebabkan insiden itu dikecam sebagai formalitas dan bagian dari penutupan politik.”

Alat navigasi (IRS) gagal berulang kali dalam beberapa bulan sebelumnya, dan pilot-pilot seniorpun tidak dapat menjelaskannya dan tidak dilatih bagaimana kalau alat itu gagal.

Jadi, 102 sosok manusia tewas karena beberapa orang besar tidak mau malu (dan rugi), dan juga karena pelatihan pilot kurang.

Jika pendidikan teologi kurang, bukankah ada akibatnya juga?

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Politik dan tag , . Tandai permalink.

4 Balasan ke “Hasil” Menutupi

  1. Pong Dodo' berkata:

    atas sebuah pelanggaran, banyak hal bisa dilakukan dalam rangka “cuci tangan” tetapi limbahnya kena orang lain.
    Allah :”…..Apakah engkau makan dari buah pohon,
    yang Kularang engkau makan itu?”
    Manusia : “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku,
    dialah yang memberi dari buah pohon itu
    kepadaku, maka kumakan.”
    Allah :”Apakah yang telah kauperbuat ini?”
    Perempuan :”Ular itu yang memperdayakan aku,
    maka kumakan.”

    memang kesalahan lebih baik diarahkan kepada benda mati agar benda tersebut tidak bersuara…. padahal sebenarnya banyak kesalahan terjadi justru karena memang manusia yang tidak teliti dan tidak punya keahlian yang dibutuhkan.

    Jika pendidikan teologi kurang, tetapi semua merasa cukup memiliki kompetensi teologi dan berhak berteologi apa saja, mengajarkannya… tentu banyak orang yang bingung dan disesatkan….
    ketika terjadi kesalahan….. siapa yang bertanggung jawab?
    SIAPA YA? SIAPA SAJA DEH, YANG PENTING BUKAN AKU….

    siapa yang berani bertangung jawab untuk perbuatan yang telah dilakukannya, dialah pemimpin yang benar..

  2. menemani berkata:

    pendidikan teologi cukup pun, bila tinggal teori yang tak dilakukan… apatah gunanya?! … ini pun memprihatinkan bukan? Teologi cukup, praktek sepadan, orang jadi percaya dan dibawa pada keselamatan dalam Kristus… itu baru benar! … bukan begitu, Pak?

    – eva

  3. Pong Dodo' berkata:

    “hasil menutupi” juga sebenarnya bisa menimbulkan banyak interpretasi… menutupi sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditutupi juga akan menimbulkan permasalahan….
    misalnya :
    1. banjir, hutan terbakar, longsor : orang bilang itu bencana alam…. kan beres, bencana alam berarti alam yang bertanggungjawab…. padahal sebenarnya banyak terjadi banjir, longsor, kebakaran bukan karena bencana alam, tetapi bencana manusia… manusia yang melakukannya, tidak bertanggung jawab…..

    2. kalau pendeta tidak betah di jemaat atau tidak mau masuk jemaat, gmana cara menutupinya agar kelihatan bahwa bukan pendeta kurang komitmen dan juga bukan jemaat yang tidak peduli pada pendeta ?
    jawabannya tergantung :
    bisa saja jemaat tidak peduli pada pendeta (katanya)
    atau juga karena pendeta yang tidak peduli pada jemaat….
    wah, gawat juga kalau sudah begitu…
    pokoknya segera tutupi agar kelihatan tidak menyudutkan atau menyalahkan pihak tertentu hahaha

    salama’, hanya sebagai bahan perenungan

  4. menemani berkata:

    Tapi kebenaran tak bisa ditutupi ya… Firman Tuhan bilang. … dan menarik ya karena mirip dengan pepatah bahasa Jawa “becik ketitik, ala ketara” artinya kalau baik akan tersingkap, kalau buruk akan terungkap. Rasul Paulus mendorong kita untuk “jangan jemu berbuat baik…” walau tidak ada yang menghargai, tidak ada yang melihat, tidak ada yang berterimakasih, tetap lakukan terus…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s