Mt 24 Bait Allah dirobohkan

Bait Allah menjadi sentrum agama Israel karena Allah hadir di dalamnya. Namun, anugerah itu dijimatkan oleh Israel, maksudnya hadirat Allah dihargai karena perlindungan-Nya, bukan dihargai sebagai kesempatan untuk berelasi dengan-Nya sebagai umat-Nya yang kudus. Sikap itu banyak dikecam oleh para nabi (Yer 7 termasuk perikop yang terkenal). Akhirnya, pada abad ke-6 sM, Bait Allah serta seluruh Yerusalem dihancurkan.

Setelah menyucikan Bait Allah (p.21) dan mengencam pimpinan Yahudi (p.23), Yesus di sini menubuatkan bahwa Bait Allah akan dihancurkan kembali. Murid-murid Yesus, dengan tepat, menafsir perkataan Yesus itu sebagai nubuatan tentang akhir zaman. Para nabi PL melihat datangnya Mesias terkait erat dengan akhir zaman (seperti Yes 9:6-7). Namun, pendirian Kerajaan Allah yang dipersoalkan dalam pp.24-25 ini lebih baik dilihat dalam tiga tahap: yang pertama kenaikan Yesus, yang kedua kehancuran Yerusalem, dan yang ketiga ketika Yesus datang kembali. Pencampuran tahap demikian biasa dalam nubuatan PL, dan sering diibaratkan dengan pegungunan, di mana dua puncak (kedatangan Kristus yang pertama dan yang kedua) nampak berdekatan padahal sebenarnya jauh di antaranya.

Yesus bercerita tentang suatu masa krisis yang di dalamnya ada berbagai gejolak termasuk Mesias palsu, perang, bencana alam dan penganiayaan (aa.5-11) sehingga ada pembedaan antara murid yang sejati dan yang bersifat sementara saja (aa.12-13). Namun, di tengah semuanya ada pemberitaan Injil (a.14). Kemudian, krisis itu akan berpuncak dan diakhiri dengan kedatangan (parousia) Anak Manusia yang akan mengumpulkan orang pilihan-Nya (a.27-31). Bagian itu merujuk pada Daniel 7:13-14, tempat Anak Manusia menerima kerajaan Allah. Perumpamaan-perumpamaan yang berikut menegaskan perlunya bersiap.

Memang banyak di dalamnya yang cocok dengan masa akhirat. Hanya, bagaimana dengan aa.15-20? Apa salahnya hamil pada masa akhirat (a.20)? Ayat-ayat ini paling cocok dengan perang menjelang kehancuran Yerusalem oleh tentara Romawi (70 M.). yang notabene lambangnya adalah burung nazar (a.28). Kalau begitu, pembinasa keji (a.15, keji karena najis) merujuk pada lambang Romawi yang dipasang di luar Bait Allah dan disembah tentara Roma pada masa pengepungan Yerusalem. Kehancuran Yerusalem membuktikan Yesus sebagai penerima sejati Kerajaan Allah, pada masa angkatan Yesus sendiri (Mt 24:34).

Cukup banyak penafsir yang sudah puas dengan melihat pasal ini sebagai nubuatan Yesus tentang kehancuran Yerusalem dan masa akhirat, dan dengan demikian segala waktu di antaranya di mana ada bencana alam dan penganiayaan termasuk Indonesia sekarang. Tetapi usulan lagi ialah Yesus juga merujuk pada penyaliban serta kebangkitan dan kenaikan-Nya. Mengapa?

Matius 26:61 dan 27:40 merujuk pada perkataan Yesus bahwa Dia akan membangun Bait Allah yang dirohohkan dalam tiga hari. Hal itu diperjelas oleh Injil Yohanis (2:21), yakni bahwa Yesus merujuk pada tubuh-Nya sendiri. Nah, bukankah penyaliban Yesus adalah pembinasaan yang paling najis (a.15), penanggungan dosa manusia oleh Anak Manusia siksaan yang terdahsyat (a.21)? Kalau demikian, maka Yesus sendiri pada pengadilan-Nya telah merintis jalan diserahkan dsb tetapi tetap bertahan (aa.9-13). Kemudian, pada kebangkitan-Nya segala kuasa di sorga dan di bumi diberikan kepada-Nya (Mt 28:20), sehingga seperti dalam Dan 7:13-14 Dia naik ke sorga untuk menerima kerajaan. Sebagai Tuhan (kurios, raja tertinggi) Dia menyuruh utusan-utusan (anggelos dapat berarti malaikat atau utusan) untuk mengumpulkan umat-Nya lewat pemberitaan. Baru pada 25:31 kita melihat gambaran yang jelas merujuk pada penghakiman terakhir.

Tafsiran ganda ini memahami bahwa Yesus berbicara tentang akhir zaman lama yang dirintis dalam kematian dan kebangkitan-Nya, tetapi berlangsung sampai Dia datang kembali. Dia sendiri melalui masa penderitaan, dan pada setiap masa umat-Nya juga harus bertahan menghadapi gejala-gejala dunia yang belum dipulihkan.

Pos ini dipublikasikan di Matius dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mt 24 Bait Allah dirobohkan

  1. Ping balik: Mt 25:31-46 Anak Manusia « To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s