Yesus sayang padaku… lalu bagaimana?

Pantasan gereja lemah! Sejak kecil anak-anaknya bingung:

Versi 1:

… / Alkitab mengarjarku / Walau ku kecil lemah / Tapi aku milikNya.

Ref: Ya, Yesus sayang (x3) Dia sayang padaku.

Versi 2:

… / Alkitab mengajarku / Walau ku kecil lemah / aku ini milikNya.

Ref: Ya Yesus sayang (x3) Alkitab m’ngajarku

Versi 3:

… / Itu firmanNya kekal / Walau ku kecil ku lemah / Aku ini milikNya.

Ref: Yesus Tuhanku / sayang padaku / Itu janjiNya / yang meneguhkanku

Versi 4:

… / Alkitab mengajarku / Walaupun kecil lemah / aku ini milikNya

Ref: Yesus Tuhanku / sayang padaku / itu FirmanNya / di dalam Alkitab

Begini aslinya (diterjemahkan secara harfiah):

Jesus loves me, this I know (Yesus sayang padaku; hal itu saya tahu)

for the Bible tells me so. (karena Alkitab memberitahu saya demikian)

Little ones to him belong; (Orang-orang kecil adalah milikNya)

they are weak but he is strong. (mereka lemah tetapi Dia kuat)

Ref: Yes, Jesus loves me! (x3) (Ya, Yesus sayang padaku)

The Bible tells me so. (Alkitab memberitahu saya demikian)

Versi mana yang terbaik? (Keterangan: saya diminta jemaat di Australia untuk mencarikan lagu bahasa Indonesia untuk Sekolah Minggu dengan tema internasional. Lagu ini yang saya ingat, sehingga saya cari syairnya di internet. Kasihan…)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Pribadi dan tag , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Yesus sayang padaku… lalu bagaimana?

  1. LunA berkata:

    terimakasih telah memberi tahukan teks asli lagunya.
    sejak saya kecil, saya sudah senang dengan lagu ini.
    yang saya tahu dari dulu, lagunya seperti ini :
    “Yesus sayang padaku, alkitab mengajarku.
    walau ku kecil lemah, aku ini milik Nya.
    Yesus Tuhanku, sayang padaku.
    itu firman Nya di dalam alkitab”.
    Warm Regards : Damanik Family

  2. abuchanan berkata:

    Terima kasih infonya, yang akan saya doakan.

    Betul, ya, mungkin kerancuan etika negara lebih membingungkan pemuda daripada kerancuan terjemahan lagu…

  3. abi n Lenni berkata:

    o indo’ kule….. kenapa gak teelpon langsung supaya kami kasih tahu????? ptas trj punya banyak dosen sekolah minggu. hahahahahhaa….
    o y, just info : minggu ini kaka jackie traveling ke trj. besok padat banget. ada PA bersama PKK siswa dan mahasiswa, ada refreshing pengurus PMKT, ada ibadah pengutusan siswa kelas 3.
    trus, ujian nasional siswa indonesia sangat memprihatinkan….. kasihan indonesiaku…
    salam kami, ABi cute, Lenni, Alex and jackie

  4. ekristiaman berkata:

    Kedua lagu dengan versi tersebut saya nyanyikan sejak kecil di Sekolah Minggu. Memang Indonesia kaya dengan komponis, baik yang lokal dan amatiran seperti saya ;) hingga yang bertaraf nasional seperti Alfred Simanjuntak … ;)

    Benar, Pak Alfred pencipta lagu nasional “Bangun Pemudi Pemuda”, juga banyak mencipta lagu anak-anak untuk Sekolah Minggu. Salah satunya adalah “Aku gereja”, amati bahasa, tekanan suku katanya, dan not-nya. Pesan dan pengajarannya: jelas. Bahasanya baik, sederhana, dan benar. Penempatan tekanan suku katanya: tepat, sesuai kaidah bahasa Indonesia. Nadanya indah dan sesuai untuk anak. Ada di Kidung Anak, terbitan PGI.

    Mengenai kenapa jadi “sayang”? Itu versi terakhir yang diperkenalkan di Kidung Anak, saya pun mempertanyakannya. Karenanya saya masih menggunakan versi lamanya.
    Terjemahan memang sulit, apalagi lagu, karena jumlah suku katanya tidak sama, dan tekanannya jatuh pada suku kata yang mana juga berbeda. Kalau mau dipaksakan dengan terjemahan sedekat mungkin dengan aslinya, saya mencobanya demikian:

    Yesus kasih padaku, itulah Firman Allah/ aku ini milik-Nya/ ku lemah, Yesus kuat/ Ya, Yesus kasih, kasih padaku/ aku milik-Nya, itulah Firman-Nya.

    Tapi tekanan pada suku-katanya sebagain belum sesuai tekanan semestinya dalam bahasa Indonesia.

    Jadi, saya bertanya-tanya juga… kenapa tidak memilih lagu asli Indonesia saja, yang bukan hanya bertema internasional, malah universal. Banyak yang singkat dan bagus, seperti: “Burung pipit yang kecil”, “Pelangi ciptaan Tuhan”, “Siapa buat bunga?”, “Saya cinta Yesus” (malah ada bahasa Jawa-nya). Kalau mau, saya beri liriknya.

    Supaya tidak menghadapi masalah terjemahan yang membingungkan memang… :)

  5. abuchanan berkata:

    Terima kasih ada lagu baru dalam bahasa Indonesia. Pada aslinya ada “Red and yellow, black and white”, mungkin karena di AS penduduk asli disebut Red Indians.

    Saya juga bertanya mengapa pakai kata sayang bukan kata kasih dalam versi-versi di atas. Mungkin sayang dianggap lebih mengena bagi anak. Kata kasih mungkin lebih tepat mengingat kasih Allah bukan sekadar sentimen. Versi ini, seperti semua di atas tidak sempat menerjemahkan bahwa Yesus kuat. Versimu, anggaplah versi “5”, sudah siap melakukannya begini: “tapi Yesus kuatlah”.

    Tambah bingung lagi… :)

  6. ekristiaman berkata:

    Versi yang saya gunakan di Indonesia demikian:

    Yesus kasih padaku, itulah Firman Allah,
    Meski ku kecil lemah, tapi Yesus kasihlah,
    Ya, Yesus kasih, kasih padaku,
    Ya, Yesus kasih, Kasih kepadaku.

    Saya juga mengajarkan versi aslinya kepada mereka. Ini salah satu lagu yang sangat bermakna dan menguatkan dalam hidup saya hingga sekarang.

    Kalau lagu terjemahan daslam Indonesia bertema internasional, saya suka menggunakan lagu:

    Yesus cinta semua anak,
    semua anak di dunia,
    putih, kuning, dan hitam,
    semua Tuhan cinta,
    Tuhan cinta semua anak di dunia.

    Versi aslinya saya ganti ketika saya mengajarkan lagu ini di Australia, demikian;

    Jesus loves the little children,
    All the children of the world,
    Brown and yellow, black and white,
    All are precious in His sight,
    Jesus loves the little children of the world.

    Anak-anak yang saya layani di sini memang demikian. Mereka sangat menyukai kedua lagu ini. Saya juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s