Kej 14:17-24 Hidup beriman dalam keseharian

Kej 13-14 merupakan serangkaian cerita yang di dalamnya Abraham mendapat tempat di dalam masyarakat di Kanaan. Janji Allah bahwa orang akan mendapat berkat atau kutuk tergantung sikapnya terhadap Abraham makin terwujud—para raja yang mengambil Lot dikalahkan, sedangkan sekutu-sekutu Abraham beruntung. Perikop ini, sebagai semacam resolusi atau penutup, menunjukkan bagaimana respons Abraham terhadap perlindungan Tuhan itu.

Pokok dalam perikop ini ialah adanya dua tokoh, yakni raja Sodom dan Melkisedek. Sambutan raja Sodom hanya yang selayaknya karena Abraham telah mengalahkan musuh yang berat. Dia berbicara kurang lebih tentang upah Abraham atas jasanya, mengingat bahwa barang yang dibawa pulang oleh Abraham adalah harta benda dan orang kepunyaan raja Sodom yang dirampas Kedorlaomer. Abraham hanya menerima kalau dia tidak rugi dan orang-orang yang membantu dia mendapat haknya, tetapi Abraham tidak mau terikat dengan raja Sodom dengan mendapat keuntungan dari barangnya. Orang Sodom terkenal jahat (13:13).

Disisipkan di tengah percakapan tentang Sodom adalah munculnya Melkisedek, yang membawa makna yang sebenarnya dari pengalaman Abraham, yaitu berkat Tuhan. Abraham mengakui peran Tuhan dalam suksesnya dengan memberikan persepuluhan. Penerimaan Melkisedek dan penolakan yang halus tetapi tegas terhadap raja Sodom merupakan wujud nyata pengilhaman Abraham akan janji Allah di tengah kemelut hidupnya.

Ada usulan (dalam Expositor’s Bible Commentary) bahwa cerita ini mau menunjukkan bahwa Taurat tertulis dalam hati Abraham, seperti Yer 31:33, walaupun dia belum mengetahuinya. Selain soal persepuluhan (seperti Bil 18:21), cara Abraham berperang sesuai dengan Ul 20. Abraham tidak takut (Ul 20:1), mengakui peran Tuhan (20:4), dan membedakan jarahan kota jauh yang boleh dimakan (20:14) dengan jarahan orang dekat yang tidak (20:17). Usulan itu sesuai dengan kesimpulan tentang Abraham bahwa dia “telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku.” (Kej 26:5) Abraham menjadi teladan ketaatan yang berasal dari iman dalam PL, dan juga dalam PB.

Pos ini dipublikasikan di Kejadian dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s