Kis 1:11-26 Mengatur dulu…

Kis 1-2 berbicara tentang munculnya jemaat sebagai wahana Kerajaan Allah yang telah didirikan oleh kematian dan kebangkitan Kristus. Misi jemaat dijelaskan dalam 1:1-11, yaitu bersaksi tentang Yesus oleh kuasa Roh Kudus. Keutuhan para rasul yang terganggu oleh pembunuhan diri Yudas diperbaiki oleh pemilihan Matias sebagai rasul dalam 1:11-26. Kis 2 menceritakan pencurahan Roh Kudus itu (2:1-13) serta kesaksian pertama tentang Yesus (2:14-40), sehingga suatu umat mulai terbentuk (2:41) yang sifatnya digambarkan sebagai contoh (2:42-47 dan pasal-pasal berikut).

Setelah penugasan para rasul oleh Yesus ketika Dia naik ke sorga, murid-murid-Nya bertekun bersama dalam doa. Tema kesehatian bermunculan dalam kitab ini. Ternyata dalam penantian mereka, ada dua tugas yang terkait dengan pengkhianatan Yudas. A.20 menjadi kuncinya, dengan dua nas yang dikutip Petrus. Kedua nas (Mzm 69:26; 109:8) menyangkut hukuman terhadap orang yang berbuat jahat kepada orang yang benar. Kedua nas diterapkan ke dalam konteks Yesus (Yesus adalah penderita yang benar, Yudas adalah yang berbuat jahat kepada-Nya) sesuai dengan ajaran Yesus sendiri bahwa Kitab Suci digenapi di dalam riwayat-Nya (Lk 24:44-45). Dalam konteks ini, barangkali Yesus dilihat sebagai penderita yang paling benar, yang pengalaman-Nya mencakup penderita-penderita yang lain yang menderita karena kebenaran, sehingga kedua nas lebih lagi berlaku untuk Yudas.

Nas pertama yang dikutip Petrus sudah digenapi dalam kematian Yudas yang mengerikan yang diceritakan sebelum a.20. Cerita Lukas sangat lain dari cerita Matius (Mt 27:3-9). Suatu harmonisasi dapat dibuat demikian: Lukas meringkas pembelian sebidang tanah oleh imam-imam kepala seakan-akan Yudas membeli; Yudas meninggal dengan cara yang mencakup menggantung diri dan perutnya terbelah; dan dua versi rakyat tentang artian “Tanah Darah” dipakai. Tetapi selalu yang lebih penting adalah alasan masing-masing penulis. Matius menonjolkan pengkhianatan Yudas ketimbang ketidakbersalahan Yesus, sedangkan Lukas menonjolkan hukuman yang jatuh ke atas Yudas. Hanya detail yang sesuai yang diceritakan.

Nas kedua yang dikutip Petrus memberi alasan untuk memilih pengganti Yudas. Lukas telah menyebutkan kesebelas rasul yang berkumpul (a.13, 26), sehingga kemungkinan besar Lukas (dan mereka) melihat pentingnya para rasul menjadi genap 12 sebagai wakil Israel (bnd. Lk 22:30). Prasyarat untuk menjadi pengganti memperjelas tugas kesaksian yang diembankan Yesus kepada mereka. Kebangkitan adalah inti kesaksian, tetapi tanpa konteks seluruh pelayanan Yesus mulai dengan pembaptisan-Nya, kesaksian itu tidak akan lengkap. Kesaksian itu diteruskan bukan dalam pengalaman kita melainkan dalam Alkitab. Pengalaman kita sebagai respons terhadap Injil memang penting, tetapi itu bukan Injil. Injil menyangkut Yesus, dan “kesaksian pribadi” harus selalu bermuara pada sumber itu.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kisah Para Rasul dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kis 1:11-26 Mengatur dulu…

  1. Ping balik: Kis 2:41-47 « To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s