4. Hukum Taurat: Kurban dan Kenajisan

Kitab Imamat memiliki satu keunikan, yaitu hampir seluruh isi tidak dilanjutkan dalam Perjanjian Baru! Yesus (Mk 7:19) dan gereja perdana (Kis 10:15) menganggap bahwa makan daging babi boleh saja, dan gereja perdana menganggap bahwa kematian Yesus menjadikan kurban Bait Allah mubasir (Ibr 9:1-10:18; mungkin Yesus juga demikian jika Mk 2:10 dikaitkan dengan Mk 10:45).

Hal itu mengharuskan pemahaman yang saya usulkan bahwa Alkitab itu dinamis, berkembang. Tempat Hukum Taurat (HT) diuraikan Paulus dalam Gal 3. Uraian itu menyinggung panggilan Abraham dan pemberian HT (pada pembentukan Israel) dari kisah PL. Yang pokok ialah janji kepada Abraham, yang “tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian” (a.17). Jadi, HT berlaku sementara saja sebagai penuntun (a.24), sampai Kristus datang (a.25) membawa kedewasaan iman (4:1-7).

Apakah dengan demikian HT dibuang saja? “Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya” kata Paulus (Rom 3:31). HT tetap “adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik” (Rom 7:12). HT adalah firman Allah yang tidak berlaku lagi. Bagaimana hal itu dapat dipahami?

Usulan saya begini. HT tidak berlaku lagi sebagai hukum, tetapi tetap berfungsi sebagai dasar penyataan yang tanpanya kita tidak dapat memahami puncaknya dalam Yesus. Soal kurban merupakan bagian HT di mana usulan itu paling jelas. Kematian Yesus meniadakan perlunya kurban-kurban Bait Allah, tetapi hanya dapat dipahami dalam terang kurban-kurban itu. Daftar yang berikut meringkas maksud beberapa jenis kurban (dari buku tafsiran Wenham):

  • Im 1. Korban bakaran membawa pendamaian dengan menyenangkan Allah. Paulus dalam Rom 3:25 merujuk pada darah Kristus sebagai jalan pendamaian, yang dalam Rom 5:9-10 dijelaskan sebagai diselamatkan dari murka Allah.
  • Im 2-3. Korban sajian & keselamatan menyangkut doa dan syukur (yang kita lakukan langsung, seperti Ibr 13:15, bnd. Im 7:13; Mzm 50:14).
  • Im 4-5:13. Korban penghapus dosa menyucikan noda dosa. Ibr 9:13-14 menjelaskan hasil darah Kristus dengan bahasa seperti itu.
  • Im 5:14dst Korban penebus salah melunasi hutang dosa, seperti juga darah Kristus (1 Kor 6:20)

Dalam bahasa lain, ketika Yesus menggenapi sistem kurban dalam PL, dia tidak meniadakan maknanya melainkan menerapkan maknanya dengan cara yang baru. Sistem kurban tetap berfungsi sebagai penyataan Allah, tetapi bukan lagi sebagai hukum. Jadi, kita menggunakan bahan Imamat 1-5 dan yang sejenis untuk menjelaskan makna kematian Kristus, bukan untuk dipraktekkan.

Bagaimana dengan sistem kenajisan? Penyataan apa yang ada di dalamnya? Im 11:44-45 mengusulkan bahwa sistem kenajisan mengajarkan kekudusan kepada Israel yang telah ditebus. Yang najis tidak boleh bersentuhan dengan Yang Kudus. Yesus dalam Mrk 7:20-23 mengartikan kenajisan sebagai simbol dosa, dan 1 Pet 1:18-19 (dalam konteks kekudusan, a.15) menawarkan darah Kristus sebagai solusinya. Salib Kristus yang mengajar kita betapa najisnya dosa, dan itulah yang mengajar kita untuk hidup kudus. Dengan bahasa lain: dosa lebih parah daripada pelanggaran tabu.

Seri Pemahaman PL

Pos ini dipublikasikan di Seri Pemahaman PL dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke 4. Hukum Taurat: Kurban dan Kenajisan

  1. Ping balik: Seri pemahaman PL « To Mentiruran

  2. Ping balik: 0b. Kisah Agung Alkitab « To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s