Kis 2:14-40 Allah Tritunggal dinyatakan

Hari minggu setelah hari Pentakosta adalah Hari Tritunggal (kecuali dalam denominasi yang mengabaikannya saja). Alasannya mudah-mudahan jelas dalam uraian di bawah. Satu masalah doktrin tritunggal adalah bahwa orang mulai dari hasil konsili-konsili yang dirumuskan pada abad ke-4 dst, kemudian menjadikan itu sebagai substansi doktrin itu (entah untuk didukung entah untuk ditolak). Padahal para teolog yang bergumul itu mengaku menafsir Alkitab. Renungan ini menafsir Alkitab. Yang muncul tentu tidak serumit hasil pergumulan beberapa abad, tetapi saya harap sudah berguna untuk menerangkan hidup kita dengan Allah.

Khotbah Petrus terdiri dari refleksi atas tiga nas PL. Dia mulai dengan menjelaskan bahwa fenomena yang sedang diamati oleh orang banyak adalah pencurahan Roh Kudus sebagaimana dinubuatkan oleh nabi Yoel. Pada masa Yoel, Israel mengalami tulah belalang. Allah menyerukan pertobatan (Yoel 2:12dst), dan janji-Nya bila mereka bertobat mencakup pemulihan tanah Israel (2:18dst), yang disusul dengan pencurahan Roh Kudus (2:28-29, sebagai pemulihan hati bangsa? [bnd. 2:12-13]) dan datangnya hari Tuhan serta keselamatan daripadanya (30-32). Hari Tuhan itu dijelaskan lebih lanjut sebagai penghukuman bangsa-bangsa (p.3). Pola hukuman-keselamatan yang bermuara pada Israel dipulihkan di atas bangsa-bangsa musuh adalah pola kisah tentang didirikannya Kerajaan Allah, seperti dipersoalkan murid-murid Yesus sebelum Dia naik (Kis 1:6).

Sepertinya bagian nubuatan Yoel tentang Roh Kudus tidak perlu dijelaskan, karena yang menjadi pokok perhatian ialah Kis 2:21, dan khususnya siapakah Tuhan yang nama-Nya diserukan. Aa.22-36 menjelaskan hal itu dalam beberapa tahap.

  • Aa.22-23 menceritakan pokok-pokok riwayat Yesus yang dikenal secara umum, yang mengidentifikasi Yesus mana yang dibahas.
  • Aa.24-32 membuktikan Yesus sebagai Mesias (= Kristus). Petrus memakai Mzm 16 yang dikaitkan dengan perjanjian Allah dengan Daud (2 Sam 7) untuk membuktikan bahwa Mesias (= Kristus) akan bangkit (aa.25-31). Di sekitar argumentasi itu terdapat kesaksian para murid bahwa Yesus itu telah bangkit (aa.24, 32, hal itu mungkin belum diketahui secara umum).
  • Aa.33-36 membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan. Nasnya Mzm 110 yang membuktikan bahwa Daud sendiri bukan Mesias yang akan duduk di sebelah kanan Allah. Pencurahan Roh yang baru disaksikan orang banyak adalah bukti bahwa Yesus yang telah naik ke sana (a.33).
  • Dengan demikian Petrus dapat menyimpulkan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Kristus. Pengulangan tuduhan “yang kamu salibkan” (a.37) memicu pertanyaan orang banyak dalam a.38, karena jelas para pembunuh Mesias tidak akan luput pada hari Tuhan!

Jawaban Petrus yang terakhir menarik, karena dalam menjelaskan pertobatan dia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus (a.38). Yoel mengatakan bahwa siapa yang berseru kepada nama Tuhan (Yahweh, nama Allah, yang diterjemahkan dengan kata Yunani kurios) akan diselamatkan. Petrus menerapkan nubuatan itu pada nama Yesus. Yesus telah dilantik sebagai kurios yang nama-Nya menyelamatkan. Bukannya Dia menggantikan atau melebur dengan Allah–sebaliknya Yesus menerima Roh Kudus dari Allah Bapa [kata Bapa hilang saja dari LAI!] untuk dicurahkan ke atas umat-Nya (a.33). Tetapi Yesus memegang nama Allah itu, sehingga Dia tergolong dengan Allah. Kemudian, dalam narasi kitab Kisah Para Rasul Roh Kudus (yang selalu tergolong dengan Allah) digambarkan dengan kepribadian–dicobai (5:9) dan berbicara (13:2 dsb).

Secara sederhana kita lihat di sini bahwa penyelenggaraan penyelamatan Allah sudah dibagi tiga. Allah memanggil (a.39, yang mengutip bagian akhir Yoel 2:32 yang tidak dikutip di atas), pengampunan dan identitas (baptisan) terdapat dalam Kristus sebagai kurios, dan Roh Kudus diterima untuk suatu hidup baru (aa.42-47). Bentuk tritunggal sudah muncul ketika Yesus lahir dan dibaptis. Sejak hari Pentakosta, seluruh hidup gereja berbentuk tritunggal. Keselamatan bukan hanya soal dipanggil Allah Bapa (untuk berjuang tanpa harapan yang jelas), bukan hanya soal diampuni dalam Kristus (tanpa ada kuasa untuk berubah), dan bukan hanya soal pembaruan oleh Roh. Ke-3,000 orang Israel yang menerima penawaran Injil pada saat itu mengalami keselamatan yang utuh dari Allah tritunggal. Penawaran yang sama ada bagi kita.

Pos ini dipublikasikan di Kisah Para Rasul dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s