5. Hukum Taurat: Etika

Saya hitung tiga macam kesulitan dalam memahami perintah-perintah Hukum Taurat (HT).

  1. Keadaan tidak lagi cocok, seperti Im 19:9 “Janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya”. Saya tidak memiliki ladang!
  2. Alasannya kurang jelas. Im 19:19 memberi perintah untuk tidak memakai pakaian yang dibuat dari dua jenis bahan. Mengapa?
  3. Perjanjian Baru menilai lain. Im 19:26 melarang memakan daging yang masih berdarah, sedangkan Paulus mengatakan bahwa “semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur” (1 Tim 4:4). Kategori ini juga termasuk “mata ganti mata” yang ditanggapi oleh Yesus (Im 24:20 & Mt 5:38-39), serta hari Sabat yang beralih satu hari (dan sifatnya berubah juga).

Kita bisa tambah bingung ketika kita membaca perkataan Yesus di Khotbah di Bukit bahwa satu titikpun tidak akan ditiadakan dari HT (Mt 5:18), padahal beberapa ayat kemudian Yesus sepertinya meniadakan sumpah (5:33) dan pembalasan (5:38).

Sekali lagi kita berhadapan dengan Alkitab yang dinamis, yang berkembang. Saya sudah mengusulkan bahwa “ketika Yesus menggenapi sistem kurban dalam PL, dia tidak meniadakan maknanya melainkan menerapkan maknanya dengan cara yang baru”. Saya mau mengusulkan bahwa prinsip itu berlaku untuk perintah-perintah etis juga. Yesus mengatakan bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan HT, melainkan untuk menggenapinya (Mt 5:17). Apa maknanya yang diterapkan dan bagaimana caranya yang baru?

Cara yang baru adalah oleh Roh Kudus. Khotbah di bukit ditujukan kepada murid-murid Yesus yang telah menerima panggilan Kerajaan Allah yang dekat. Satu harapan PL tentang Kerajaan Allah ialah hati yang baru (Yer 31:33; Yeh 36:26) oleh karena kehadiran Roh Allah (Yeh 36:27). Maka cocoklah ketika Yohanes Pembaptis menyampaikan bahwa Yesus akan membaptis dengan Roh Kudus (Mt 3:11). Jadi, dalam Khotbah di Bukit Yesus menyampaikan makna HT kepada umat Allah yang mau diperbarui oleh Roh Kudus, atau dalam bahasa Paulus mau lulus dari pengawasan HT sebagai penuntun.

Makna HT yang mau diterapkan oleh umat yang baru itu disimpulkan oleh Yesus dengan Aturan Emas (Mt 7:12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka”), dan kemudian secara lebih lengkap dalam kedua Perintah Agung, kasih kepada Allah dan sesama (Mt 21:37-40, yang mengutip HT sendiri!). Secara lebih terperinci, Yesus menguraikan berbagai perintah dalam Mt 5:21-48. Umat yang baru bukan hanya akan sanggup menahan diri dari pembunuhan, perzinahan, sumpah palsu dsb, tetapi juga akan sanggup tidak marah, tidak berhawa nafsu, selalu jujur dsb. Yesus menerapkan makna seluruh HT (tidak satu titikpun dibuang) dalam konteks umat yang baru. (Bnd. Rom 8:3-4; 13:8-9; Gal 5:22-23.)

Jika demikian, maka kita harus selalu menafsir HT sebagai anggota umat yang baru (jemaat). Kadangkala makna yang perlu diterapkan sudah jelas, seperti Im 19:10 yang menjelaskan bahwa penuaian harus meninggalkan sisa-sisa bagi orang miskin. Cara sekarang mungkin lain (seperti diakonia melalui jemaat), tetapi maknanya tetap berlaku, dan Im 19:9-18 mengingatkan kita bahwa kasih kepada sesama harus praktis. Jika maknanya tidak jelas bagi kita, seperti Im 19:19, maka kita bisa percaya bahwa maknanya akan muncul di tempat yang lain. Kadangkala maknanya cukup dalam. Makna hari Sabat mulai dengan kenikmatan Allah akan hasil penciptaan-Nya (Kej 2) sampai menjadi simbol harapan akan ciptaan yang baru (Ibr 4:9-11). Itu mengapa Yesus suka menyembuhkan pada hari Sabat. Berhenti dari pekerjaan hanya satu cara untuk diperbarui dalam harapan itu!

Seri Pemahaman PL

Pos ini dipublikasikan di Seri Pemahaman PL dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke 5. Hukum Taurat: Etika

  1. Ping balik: Seri pemahaman PL « To Mentiruran

  2. Ping balik: Neh 9:38-10:31 Mempertahankan identitas « To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s