6. Menafsir Sejarah (1)

Naratif (cerita) merupakan bentuk sebagian besar Perjanjian Lama. Jika kita mendengarkan atau membaca cerita, kita cenderung menempatkan diri pada salah satu tokoh di dalamnya. Naratif dalam Alkitab juga berfungsi demikian, dengan satu kelebihan: jika kita membacanya sebagai jemaat, sebagai anggota umat Kristus, maka kita membaca dalam kesinambungan dengan tokoh-tokoh Alkitab seperti Abraham dan orang-orang Israel. Kesinambungan mencakup kesamaan—sama-sama umat Allah, dan ketidaksamaan—kita harus selalu mempertimbangkan perkembangan Kisah Agung dan khususnya datangnya Kristus. Berikutnya beberapa usulan untuk menerapkan pemahaman itu.

  1. Allah adalah tokoh utama dalam sejarah Alkitab. Kita cenderung asyik dengan tokoh-tokoh manusia yang dengannya kita dapat beridentifikasi. Tetapi Allah muncul atau melatarbelakangi hampir semua cerita PL, dan sifat dan karya-Nya adalah fokus utama di dalamnya. Jika Allah mengatakan kepada Yosua, “Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau” maka Allah yang menyertai perlu menjadi fokus utama sebagai dasar bagi penerapan yang menyangkut keberanian. Kalau Allah tidak menjadi fokus utama maka keberanian akan menjadi kepahlawanan manusia, bukan iman.
  2. Allah itu dikenal melalui rumusan dan naratif yang saling melengkapi. Misalnya, Allah menyatakan diri kepada Musa dengan rumusan, “yang mengampuni kesalahan…tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman” (Kel 34:7). Ada ketegangan di sini, apakah Allah mengampuni atau tidak. Secara logis hal itu sulit dipahami, tetapi secara naratif hal itu justru jelas dalam pengalaman Israel! Kel 32-34 menggambarkannya dengan Israel tidak dimusnahkan setelah membuat anak lembu emas, tetapi toh ada tulah (Kel 32:35). Kisah Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu memperlihatkan ketegasan dan kemurahan Allah yang berjalan bersama dengan cara yang tidak dapat dirumuskan, karena Allah dalam Alkitab dianggap sebagai tokoh pribadi, bukan sebagai prinsip atau mesin. Maka cerita-cerita Alkitab memperkenalkan Allah (apalagi cerita-cerita tentang Yesus).
  3. Yesus menggenapi tokoh-tokoh Penyelamat. Ingkatkah cerita tentang Daud dan Goliat (1 Sam 17)? Siapa saja tokoh penting? Ada Daud, Goliat, tentara Israel (termasuk raja Saul) dan tentara Filistin. Dengan siapa kita menempatkan diri ketika cerita itu didengarkan? Kalau dengan Goliat atau tentara Filistin, bertobatlah! Biasanya, pengkhotbah mengangkat Daud sebagai teladan iman, dan asal peran Allah ditekankan, boleh saja. Tetapi terus terang saya seringkali lebih seperti tentara Israel—takut terhadap tantangan sampai ada yang merintis kemenangan. Daud berperan di sini sebagai penyelamat yang melaluinya Allah mendapatkan kemenangan bagi umat-Nya yang tidak berdaya. Bukankah Allah melakukan hal yang sama melalui Yesus (anak Daud!) terhadap Iblis, dosa dan maut? Dengan demikian cerita Daud dan Goliat ini memperlihatkan dengan konkrit dinamika peperangan rohani dalam PB—Allahlah yang sudah mengalahkan Iblis di dalam Yesus, kita hanya berdiri dalam kemenangan Dia (bnd. Ef 6:11-14 “bertahan…tetap berdiri…berdirilah tegap”).

Pemahaman demikian menjadi cara untuk memaknai Perang Suci dalam PL. Kembali ke Yosua, kita mau berani dalam apa? Jangan sampai Yosua menjadi teladan bagi laskar Kristiani yang memakai senjata fisik! Jika perkembangan Kisah Agung Alkitab tidak diperhatikan maka orang tidak akan sadar bahwa “perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging” (Ef 6:12) karena memang kerajaan Kristus “bukan dari dunia ini” (Yoh 18:36). Yosua berani dalam memperjuangkan Kerajaan Allah, dalam bentuk yang cocok untuk Israel. Kita harus berani dalam melawan Iblis. Mingingat bahwa Yosua berperan sebagai Juruselamat, sehingga penaklukan tanah Israel sudah digenapi dalam kemenangan Kristus pada salib! Penginjilan pun jangan dianggap sebagai perang terhadap musuh!

Seri Pemahaman PL

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Seri Pemahaman PL dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke 6. Menafsir Sejarah (1)

  1. Ping balik: Seri pemahaman PL « To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s