Kej 29:15-30 Awal cerita Yakub dan Laban

Di antara kedua perjumpaan Allah dengan Yakub (yang menyangkut Esau) ada hubungan Yakub dengan Laban (lihat Kisah Keturunan Ishak). P.29 ini mulai dengan kabar baik bagi Yakub karena dia berjumpa dengan sanak saudaranya (Laban adalah saudara Ribka, ibu Yakub). Tetapi dalam perikop ini sifat Laban mulai muncul—dia adalah penipu tepat seperti Yakub! Setelah Yakub menikahi kedua anak perempuan Laban, kita mendapat gambaran tentang keluarga berganda isteri dalam 29:31-30:24 yang menceritakan persaingan mereka lewat nama anak-anak mereka. Tentu anak-anak inilah yang menjadi keduabelas bani Israel. Paroh kedua p.30 menceritakan usaha Yakub yang dibalas dengan sikap yang tidak baik dari Laban sehingga dalam p.31 Yakub melarikan diri, kemudian dikejar Laban dan akhirnya bisa berdamai dengannya.

Di dalam semuanya Allah melindungi Yakub dan memberkatinya dan juga Laban oleh karena Yakub, sesuai janji Allah kepada Abram (12:3a). Perlindungan Allah dapat dilihat, misalnya, dalam hal Yakub lebih cinta kepada Rahel. Hal itu bermuara pada perlakuan khusus kepada Yusuf (37:3), anak pertama dari Rahel, yang bermuara pada keselamatan keluarga Yakub di Mesir. Demikian Allah berdaulat atas keberdosaan dan kelemahan umat-Nya.

Penipuan Laban mirip dengan penipuan Yakub dan Ribka karena menyangkut hak anak sulung dan bungsu. Kemiripan itu terjadi secara terbalik—Laban menipu Yakub untuk menjamin hak anak sulungnya. Kepanasan hati Yakub dalam menjawab (a.25) mungkin menunjukkan bagaimana Allah mulai mendidiknya, sesuatu yang berpuncak dengan pergumulan Yakub dengan Allah kemudian (32:22-32). Seluk-beluk cerita ini yang penuh kemanusiaan yang menarik, mengusik dan mengharukan juga mengundang kita melihat kepada Allah yang tetap bekerja di dalamnya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kejadian dan tag . Tandai permalink.

4 Balasan ke Kej 29:15-30 Awal cerita Yakub dan Laban

  1. Rahel berkata:

    Melihat banyaknya kisah bagaimana Tuhan bekerja melalui orang-orang yang “lemah/berdosa”, menguatkan saya bahwa kelemahanpun bisa dipakai oleh Tuhan untuk menyatakan kuasanya.

  2. ekristiaman berkata:

    Ya, betapa benar. Betapa besar “Perlindungan Allah terhadap kita, memberkati kita sesuai janji-Nya pada Abraham, dan betapa Ia berdaulat atas keberdosaan dan kelemahan kita.” Sungguh kekuatan yang tak terkira. Betapa besar anugerah-Nya.

    Terima kasih telah membagikan berkat ini.

  3. abuchanan berkata:

    Memang kerja keras adalah topik yang penting, dan beberapa Amsal (seperti 12:24, 27; 13:4–saya mencari kata rajin dan malas dalam konkordansi) tepat kalau tekanan mau ke situ. Cuman MJ (Membangun Jemaat–buku pedoman khotbah untuk Gereja Toraja) kayaknya berfokus pada Kejadian dan Kisah tahun ini, sehingga cerita ini dicari. (Saya menemukan dua kali tahun ini MJ memakai Amsal–mudah-mudahan cara itu menjadi kebiasaan untuk topik seperti ini.)

    Nah, memang ada kerja keras dalam perikop ini, yang mencapai tujuannya. Tetapi apa kesimpulannya? Kerja keraslah dua kali lipat jika ditipu? Atau dua isteri berarti dua kali lipat kerjanya? Mengapa tidak dipakai untuk hari Valentin dengan tema “cinta ada segalanya”? Saya rasa kerja keras Yakub di sini justru bukan sikap rajin yang biasa, melainkan berfungsi untuk memperlihatkan cinta Yakub sama Rahel yang menjadi tema penting dalam naratif berikut.

    Jadi, saya sulit untuk mengaitkan tema kerja keras dalam perikop ini dengan perlindungan/janji Allah yang menaungi bagian Kejadian ini. Sedangkan tema penipuan bisa, seperti renungang di atas. Tema rajin lebih muncul di Kej 30:25-43, cuman diiringi muslihat dari Yakub dengan ilmu peternakan yang tidak baku sekarang :). Kayaknya Yakub tidak dimaksud sebagai teladan etis, tetapi sebagai contoh penerima anugerah Allah.

    Kalau mencari naratif dalam Kejadian tentang kerja keras, kisah Yusuf yang lebih memungkinkan, karena dia dimaksud oleh Kejadian sebagai orang berhikmat yang oleh integritasnya membawa kemuliaan bagi Allah dan menyelamatkan umat-Nya di tengah rumah dan negeri orang.

    Cocokkah analisis saya, jika analisis naratif diadakan dari perspektif Toraja?

  4. Pong Kama berkata:

    Pak, kalau MJ sendiri memberi tekanan pada aspek kerja (ethos). Yakub menunjukkan ethos seorang pekerja tangguh yang ingin mencapai tujuan / cita-citanya karena cinta (Rahel).
    cocokkah?
    Bagaimana menurut Bapak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s