9. Nubuatan keselamatan

Nubuatan keselamatan membawa kita untuk mengarahkan kehidupan kita berdasarkan kebangkitan Kristus. Bagaimana caranya?

Di balik hukuman Allah semua kitab nabi menyampaikan suatu harapan. Nubuatan hukuman terdiri atas dua bagian: alasan dan akibat. Soal akibat, tentu nubuatan keselamatan merupakan janji, bukan ancaman. Tetapi soal alasan, tidak ada yang berasal dari pihak Israel sendiri! Misalnya, sembilan pasal nubuatan hukuman dalam kitab Amos berakhir dengan Amos 9:10 yang berbicara tentang orang berdosa yang akan mati terbunuh. Ayat berikut mulai bukan dengan cerita tentang pertobatan dsb melainkan dengan janji mutlak, “Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh”. Cara itu berbeda dengan cara Hukum Taurat. Janji berkat dalam Ul 28 bersyarat (“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu…”). Kalaupun pertobatan disebutkan dalam nabi-nabi, hal itu adalah karya Allah:



Aku akan mengembalikan para hakimmu seperti dahulu, dan para penasihatmu seperti semula. Sesudah itu engkau akan disebutkan kota keadilan, kota yang setia. (Yes 1:26)


Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. (Yer 31:33)


Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. (Yeh 36:26-27)

Jadi, keselamatan Allah dalam nabi-nabi adalah anugerah, karya Allah semata-mata. Kalau begitu, apa tujuan dari nubuatan keselamatan? Nubuatan hukuman memperingati pembaca untuk bertobat demi menghindar dari ancamannya. Tetapi kalau keselamatan itu karya Allah semata-mata, apa “insentifnya”? Yang pertama, janji memberi pembaca pengharapan. Adakah gunanya orang Israel tetap setia kepada Tuhan selama pembuagan? Ya, karena di balik hukuman itu ada keselamatan. Yang kedua, janji dimaksud sebagai pengarah hidup. Misalnya, saya menunggu di bandara daripada naik taksi karena ada janji akan dijemput yang saya percayai. Allah mau supaya umat-Nya mengatur prioritas hidupnya berdasarkan janji-janji-Nya. Tidak mengatur demikian berarti kurang percaya. Dan orang yang tidak percaya tentu menempatkan diri di luar janji itu.

Kalau begitu, bagaimana hubungannya antara janji keselamatan Allah kepada Israel dengan kita? Semua janji yang dirujuk di atas Israel-sentris. Misalnya, Amos 9:12 menjanjikan penaklukan semua bangsa di bawah Israel. Nah, ada yang menganggap bahwa janji-janji itu masih akan digenapi sebelum (atau ketika) Kristus kembali, dan oleh karena itu menganggap bahwa pendirian negeri Israel setengah abad yang lalu sangat bermakna. Soalnya, PB menganggap bahwa “Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah” (2 Kor 1:20). Misalnya, Yakobus menerapkan Amos 9:11-12 itu kepada bangsa-bangsa yang menerima pemberitaan Kristus (Kis 15:14-19). Pondok Daud didirikan dalam diri Yesus, sebagai Mesias, anak Daud (ataupun sebagai penggenapan Bait Allah). Ketika bangsa-bangsa menerima Kristus sebagai Tuhan, mereka menjadi bagian dari Kerajaan Allah itu. Negara Israel sekarang tidak ada maknanya. (Namun, jika bangsa Israel bertobat secara massal, mungkin ada maknanya menurut Rom 11.)

Yeh 37 merupakan salah satu kunci untuk memahami hal itu. Yehezkiel melihat suatu penglihatan tentang orang-orang Israel bangkit sebagai semacam kiasan tentang pembaruan bangsa Israel. Tetapi, apakah orang Israel yang setia akan kehilangan janji itu karena sudah mati? Dan 12:2 menjawab, tidak. Kebangkitan perorangan menjadi cara semua orang percaya bisa mendapat bagiannya dalam kerajaan Allah yang dijanjikan. Ketika Yesus bangkit, janji itu mulai digenapi. Kebangkitan Mesias serta pencurahan Roh merupakan alasan yang cukup untuk percaya bahwa janji-janji Allah sedang diwujudkan. Lengkapnya, tentu, menunggu Yesus datang kembali.

Jadi, nubuatan keselamatan akan membawa kita untuk percaya bahwa dunia yang baru telah dirintis dalam kebangkitan Yesus dan akan terwujud kembali. Maka kitapun diberi harapan untuk bertahan dalam iman, dan untuk membiarkan kehidupan kita diarahkan oleh dunia yang baru itu. Misalnya, Amos 9:13 berbicara tentang kelimpahan—jadi untuk apa kita menjadi serakah sekarang seakan-akan Allah itu pelit! Yes 2:4 berbicara tentang dunia yang damai—untuk apa kita menjadi tukang pertengkaran. Mt 5:3-10 merupakan salah satu penerapan Yesus akan tema ini!

Seri Pemahaman PL

Pos ini dipublikasikan di Seri Pemahaman PL dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke 9. Nubuatan keselamatan

  1. Ping balik: Zef 3:9-20 Hukuman dan Keselamatan « To Mentiruran

  2. Ping balik: Luk 18:31-34 Pola Allah bekerja « To Mentiruran

  3. Ping balik: Rom 10:4-13 Keselamatan bagi semua « To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s