Kis 5:1-11 Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan

Cerita tentang Ananias dan Safira yang menakutkan ini terletak antara gambaran tentang praktek membagi-bagikan harta kepada orang yang berkebutuhan dan komentar tentang tanda dan mujizat para rasul. Sama seperti peristiwa Akhan meperingati Israel di tengah suksesnya merebut tanah Kanaan (Yos 7), peristiwa ini menunjukkan bahwa Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan (Gal 6:7). Sebagaimana pernah dikatakan, “di jemaat tempat orang lumpuh berjalan, pendusta mati”. Allah yang hadirat-Nya membawa keselamatan, pembaruan dan mujizat adalah Allah yang kudus.

Acuan Lukas akan peristiwa Akhan cukup jelas karena dia memakai kata nosfizo yang hanya dipakai dalam LXX (terjemahan PL ke dalam bahasa Yunani) di Yos 7:1 untuk menggambarkan dosa Akhan itu. Kata itu berarti mencurangi—Akhan mengambil dan menyembunyikan rampasan yang sudah dikhususkan bagi Allah. Dosa Ananias dan Safira lebih halus—mereka berdusta tentang kemurahan mereka. Memang, dibanding kebiasaan[1] yang digambarkan dalam Kis 4:34-35 memotong bagian hasil penjualannya mungkin pelit. Namun perkataan Petrus dalam 5:4 (dan pertanyaannya kepada Safira dalam 5:8) memperjelas bahwa penjualan harta dan pemberian hasilnya terjadi atas kehendak pemiliknya. Jemaat menjual karena tergerak oleh kebutuhan sesama jemaat, bukan karena ada aturan. Jadi, dosa Ananias dan Safira adalah berdusta—mengklaim bahwa mereka membagikan seluruh hasil penjualannya padahal ada sebagian yang disimpan. Sama seperti peristiwa Akhan, pelanggaran mereka menimbulkan reaksi yang keras dari Allah.

Mengapa hukuman atas mereka begitu berat?[2] Menurut narasi, hati Ananias dikuasai (atau diberanikan[3]) oleh Iblis sehingga dia mendustai Roh (maksudnya mungkin bahwa dia memalsukan dorongan Roh Kudus dengan meniru tindakan orang lain seperti Barnabas yang sungguh dikuasai Roh).[4] Mereka berdua mencobai Roh, seakan-akan Allah tidak akan tahu apa yang ada dalam hati dan pikiran mereka. Karunia Roh merupakan inti berkat keselamatan bagi jemaat (Kis 2:38). Menjadikan jemaat sebagai kesempatan untuk merebutkan gengsi dan prestise mencemarkan kekudusan jemaat sebagai wadah pembaruan. Untuk menegaskan hal itu, Allah memberi jemaat suatu peringatan keras. Tentu, Dia tidak selalu bereaksi demikian, sama seperti banyak pelanggaran Israel tidak langsung dibalas. Tetapi penting bahwa prinsipnya ditegaskan. Tanggapan jemaat yang sangat ketakutan (aa.5, 11) cocok untuk kita juga.

Saya rasa ada satu kemiripan lagi antara peristiwa Akhan dan peristiwa ini. Keduanya terjadi di tengah kisah-kisah tentang kemenangan Allah, dan menonjol justru karena bertolakbelakangan dengan konteks itu. Yang semestinya paling menakutkan bukan ancaman mati muda tetapi ancaman kehilangan berkat Roh Kudus serta buah-buah-Nya seperti jemaat yang saling mempedulikan dan kesaksian yang berani. Pendusta rohani perlu belajar takut akan Allah sebelum dididik atau dihukum. Kita semua perlu berjuang untuk berkat-berkat Roh itu.

Catatan kaki

[1] 4:34-35 memakai tens imperfek (di sini kebiasaan), dan kembali ke tens aoris dalam a.36.

[2] Ada yang mengusulkan bahwa Ananias dan Safira mati karena kaget dan takut. Mungkin saja, tetapi kata yang dipakai Lukas (ekpsukho—”putus nyawa”) hanya dipakai di sini untuk Ananias dan Safira kemudian untuk Herodes yang menghujat Allah (Kis 12:23, sayangnya LAI tidak konsisten dan memakai kata “mati” saja). Lukas menggambarkannya sebagai hukuman dari Allah.

[3] Harfiahnya “dipenuhi”. Dalam bahasa Ibrani Pkh 8:11 dan Est 7:5 memakai gaya bahasa “memenuhi hati” yang berarti diberanikan (Metzger Textual Commentary).

[4] Dalam a.8 pseudomai (berdusta) disusul dengan kasus datif untuk manusia dan Allah, yang menggambarkan dusta itu sebagai perkataan (berkata kepada = lego + datif). Dalam a.4 Roh berkasus akusatif yang dapat berarti Roh ditipu tetapi juga Roh dipalsukan atau diingkari.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kisah Para Rasul dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Kis 5:1-11 Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan

  1. spiritualitasmnjm berkata:

    Allah tampaknya sangat mencintai umat zaman sekarang walupun dosa Ananias dan Safira sangat mungkin masih lestari di jaman sekarang, Allah tidak memberi hukuman langsung.

  2. Pong Dodo' berkata:

    salam kasih
    sebagai anggota Tongkonan Kristus, semua orang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Tongkonan itu.
    pada satu sisi, tiap anggota berhak atas segala yang diberikan Pemilik Tongkonan tidak terkecuali.
    Semua punya hak yang tidak boleh diambil oleh orang lain. anggota Tongkonan berhak mendapatkan warisan sebagai ahli waris Tongkonan karena terbilang sebagai anggota.
    Pada sisi lain, setiap anggota Tongkonan juga berkewajiban untuk terlibat langsung dalam persekutuan untuk meajuan Tongkonan. Tiap orang berdasarkan kemampuannya : tua atau muda, laki-laki atau perempuan, anak-anak atau orang tua, kaya atau miskin…. semuanya.
    Tidak ada yang berada di luar dinding Tongkonan…. dan keterlibatan itu pun harus keluar dari hati yang bersyukur karena terhitunbg sebagai anggota Tongkonan. Tidak boleh keluar karena paksaan atau tekanan siapapun… juga tidak boleh ada yang memanipulasi atau memperalat yang lain….

    Peran tiap anggota Tongkonan merupakan ungkapan syukur dan sukacita karena terhitung sebagai anggota Tongkonan…

    Ananias dan Safira pun adalah anggota persekutuan, tetapi sayangnya mereka menabur ketidakjujuran kepada persekutuan terlebih kepada Pemilik Persekutuan…

    ketika seseorang yang terhitung diantara anggota Tongkonan mulai tidak jujur dan tulus untuk saling membangun damai sejahtera, akan muncullah Ananias dan safira modern…

    Tetapi tiap orang hendaknya menguji diri sendiri…. sebagai anggota Tongkonan kita tidak diberi hak untuk menghakimi orang lain. hanya Pemilik Tongkonan, yaitu Kristus yang tahu niat hati tiap orang..
    salom

  3. abuchanan berkata:

    Terima kasih ya, sudah disampaikan dalam bahasa teologi tongkonan. Ini kayaknya langka selama ini dan saya senang kalau mulai diusahakan.

  4. naomi jak angel berkata:

    Allah yang hadirat-Nya membawa keselamatan, pembaruan dan mujizat adalah Allah yang kudus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s