Yes 1:10-20 Mengapa menjemukan Allah?

Pernah ada anjing yang dengan bangga membawa hasil pemburuannya kepada pemiliknya. Jika hasilnya berupa tikus yang mati belum tentu pemiliknya senang! Namun, maklum itu anjing. Lebih sulit diterima adalah pasangan yang membeli kado bagi pasangannya untuk menutupi perselingkuhan. Kado itu akan memperparah keadaannya daripada memulihkannya. Demikianlah ibadah Israel pada masa nabi Yesaya. Persembahan dan perayaan mereka tidak mengelabui Tuhan mengenai keadaan mereka yang sebenarnya.

Dalam Yes 1:2-2:4 pesan seluruh kitab Yesaya disampaikan secara ringkas. Pesan itu dimulai dengan sebuah peringatan. Yes 1:2-9 merujuk pada sebuah peristiwa (kemungkinan penyerangan Sanherib pada tahun 701sM yang diceritakan dalam pp.36-37) di mana Yerusalem nyaris hancur. Nasib Yerusalem hampir seperti Sodom dan Gomora (a.9), dan aa.10-20 menasihati umat Israel yang sifatnya ternyata sama dengan Sodom dan Gomora (a.10). Kemudian, rencana Allah disampaikan, yakni pemurnian Sion melalui hukuman (aa.21-31) sampai terwujudlah keadaan baru (keselamatan eskatologis) yang digambbarkan dalam 2:1-4. Keselamatan itu yang menjadi alasan untuk bertobat (2:5).

Jadi, perikop 1:10-20 mau menyadarkan Israel akan keadaan mereka yang sesungguhnya. Aa.11-14 menyebutkan dosa Israel sedikit, tetapi yang disoroti ialah tanggapan Allah. Allah jemu dan tidak suka (a.11), jijik (a.13), benci dan payah (a.14) akan persembahan dan perayaan mereka. Mereka sepertinya rajin beragama, tetapi hal itu tidak berkenan di hadapan Allah. Justru sebaliknya, dengan menghadap kepada Allah dalam ritus, mereka membawa kejahatan mereka ke dalam hadirat-Nya. Oleh karena itu, hukuman Allah dinyatakan dalam a.15, yakni memalingkan muka-Nya.

Bagaimana semestinya respons Israel terhadap pernyataan sikap Allah itu? Aa.16-17 berbicara tentang pertobatan, mulai dengan yang paling umum sampai yang lebih konkret. Yang paling umum adalah perlunya Israel menjadi bersih. Hal itu secara prinsip berarti menjauhkan kejahatan dan memegang kebaikan. Secara konkret, keadilan yang paling hilang dalam masyarakat mereka, terutama dalam perlakuan terhadap yang tidak berdaya (yatim dan janda).

Pertobatan itu diteguhkan dengan janji dan akibat. Janji itu adalah janji anugerah: tangan mereka yang ternoda merah karena darah kekerasan dapat menjadi bersih (a.18). Janji yang mengejutkan itu merujuk pada karya Allah dalam memurnikan Sion (aa.25, 27), yang dalam keseluruhan kitab Yesaya dilaksanakan oleh Hamba Tuhan (pp.40-55, khususnya p.53). Janji itu menunjukkan bahwa masih ada kesempatan, bukannya sudah terlambat. Kemudian akibatnya disampaikan dalam aa.19-20. Berkat perjanjian Allah dengan Israel (bnd. Ul 28:1-14) diwakili oleh memakan hasil baik dari negeri perjanjian (a.19), sedangkan kutuk perjanjian (bnd. Ul 28:14dst) diwakili oleh dimakan pedang (a.20). Dalam konteks Yes 1:2-2:4, yang bertobatlah yang mengambil bagian dalam keselamatan eskatologis (2:1-4).

Apakah dengan menyandang embel-embel kristiani seperti beribadah di gedung gereja dsb Allah tidak lagi jijik terhadap kemunafikan karena dalam Kristus Dia menjadi Mahapengertian? Justru sebaliknya, anugerah Allah yang berlimpah-limpah dalam Kristus menjadikan kemunafikan jemaat lebih menjijikkan lagi. Pesan Yesaya itu tetap relevan. Syukuran atas hasil korupsi, pencarian kedudukan sebagai majelis karena gengsi, ketidakadilan dalam jemaat, semuanya tidak disukai Allah, menjemukan-Nya. Hal itu semestinya berarti sebagai alasan untuk berbalik dari hal-hal demikian.

Syukur bahwa pembasuhan yang manjur tersedia dalam Kristus—asal kita siap “menurut dan mau mendengar”. Memang, akibatnya belum tentu persis seperti aa.19-20. Berkat Allah yang dijanjikan untuk jemaat dalam Kristus adalah Roh Kudus (Gal 3:14), termasuk buah-Nya seperti kasih, sukacita, damai dsb. Itulah yang hilang dalam jemaat yang tenggelam dalam kemunafikan. Tetapi dalam konteks lebih luas, jemaat yang munafik kehilangan keselamatan eskatologis. Kalau kita tidak peduli menjemukan Allah, mungkin hanya ancaman begitu yang dapat menerobos kedegilan hati kita!

Pos ini dipublikasikan di Yesaya dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s