Why 2:12-17 Yesus memakai pedang

Dalam perikop ini Yesus menyampaikan alasan berganda untuk kembali setia kepada-Nya, yakni ancaman pedang (a.16) dan janji berkat (a.17). Cocokkah gambaran ini dengan Injil anugerah?

Yang pertama, kitab Wahyu memang didasarkan pada Injil. Dalam 1:5-6 Yesus adalah Saksi yang setia yang mengasihi kita dan melepaskan kita dari dosa oleh darah-Nya, sekaligus yang pertama bangkit dan menjadi penguasa atas raja-raja. Penglihatan Yesus dalam 1:9-21 menjadi dasar untuk ketujuh surat kepada jemaat, dan banyak lagi dalam kitab ini. Kemudian, seluruh kitab memuncak pada gambaran tentang langit dan bumi yang baru yang menjadi pusat harapan. Jadi, Kristus ada di pusat kitab ini, dan kematian, kebangkitan dan kedatangan-Nya kembali menjadi kerangka yang mendasarinya.

Kerangka Injil itu yang mengilhami perikop ini. Pedang yang dipakai Yesus keluar dari mulut-Nya (1:16), sama seperti Hamba Tuhan dalam Yes 49:2. Maksudnya, pedang yang akan menghukum dalam a.16 itu Firman Kristus. Ancaman hukuman itu disampaikan karena jemaat yang setia (a.13) terancam oleh ajaran palsu (aa.14-15). Kemungkinan Nikolaus adalah terjemahan dari Bileam (kedua-duanya berarti mengalahkan umat), dan a.14 memberi gambaran tentang gerakan Nikolaus/Bileam itu. Israel yang dilindungi Allah dari ancaman kutuk Bileam tergiur oleh perempuan Moab untuk menyembah berhala dan berbuat zinah (Bilangan 24-25). Jadi, gerakan Nikolaus barangkali mengajak jemaat untuk berkompromi dengan budaya setempat, khususnya dalam hal mengikuti acara berhala yang kadangkala disertai percabulan. Jemaat yang kokoh ketika dianiaya—sampai ada anggota dibunuh (a.13)—terancam dirongrong dari dalam karena tidak tegas terhadap gerakan kompromi ini. Firman Kristus siap untuk menghukum mati kaum yang mengancam itu. Perhatikan bahwa jemaat (“engkau”) harus bertobat, tetapi Dia datang untuk memerangi “mereka” yang menyesatkan.

Kemudian, janji yang disampaikan dalam a.17 menyangkut Injil. Manna yang tersembunyi adalah Kristus sendiri (Yoh 6:35), sebagai ganti makanan berhala yang disediakan pada upacara-upacara pemberhalaan. Batu putih mungkin merujuk pada warna batu yang dipakai dalam pengadilan untuk menyatakan terdakwa tidak bersalah. Nama yang baru merujuk dalam Yes 65:15 pada identitas yang baru dari orang yang setia kepada Allah. Yang dijanjikan adalah hidup dalam Allah, dan itulah yang terancam oleh gerakan tadi. Ancaman itu mau melindungi anugerah Allah yang sudah dipegang jemaat.

Kristus tetap mau memerangi hal-hal yang mengancam kesetiaan jemaat sekarang. Di Indonesia makin banyak kesempatan untuk bertahan di bawah penganiayaan, tetapi juga makin banyak orang yang tergiur oleh budaya gengsi yang mengutamakan pemilikan barang dan menghalalkan KKN. Jemaat sekarang perlu memasang telinga yang mendengar a.17 sebagai janji Injil yang lebih manis dari semua itu.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Wahyu dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s