Ezra 7 Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN

Israel mulai kembali dari pembuangan ketika Darius, raja Persia, mengalahkan Babel (539 sM). Persia memiliki kebijakan yang ramah terhadap bangsa-bangsa taklukannya. Pengungsi dibantu untuk pulang, dan budaya (termasuk agama) di setiap daerah dihargai, agak seperti hukum adat diakui di Indonesia. Ezra 1-6 menceritakan pembangunan Bait Allah di Yerusalem oleh rombongan yang pertama yang kembali dari pembuangan. Ezra 6:22 menganggap bahwa kebijakan yang memungkinkan selesainya pembangunan itu adalah karya Allah sendiri.

Ezra 7 memulai tahap yang baru dalam cerita kitab Ezra, yakni munculnya tokoh Ezra sendiri pada tahun 458 sM, hampir 60 tahun sesudah pembangunan Bait Allah selesai (yaitu 515 sM). Ezra sendiri adalah imam dari keluarga imam (lihat 1 Taw 6:4-14 untuk daftar yang lebih lengkap). Dia mahir dalam Taurat, yaitu adat Israel, sehingga dia didukung raja Artahsasta sesuai kebijakan tadi, barangkali supaya adat Israel diterapkan dengan tepat di Yudea. Perginya Ezra dalam rangka itu merupakan kesempatan yang besar bagi Israel, sehingga ada rombongan lagi yang mengikutinya. Sekali lagi, kebijakan raja dianggap karya Allah (7:27).

Artahsasta bukan penganut Allah Israel, melainkan penganut pluralitas adat. Suratnya mencerminkan kebijakan mencari damai daripada iman akan janji-janji Allah untuk menyelamatkan umat-Nya. Namun, hal itu tidak mengurangi campur tangan Allah di dalamnya. Allah tidak terbatas oleh ada tidaknya iman dalam hati manusia. Ams 21:1 mengatakan bahwa hati raja seperti batang air di dalam tangan Tuhan, dan itulah yang dilihat di sini. Kebijakan raja Artahsasta yang menghargai minoritas adalah tepat. Tetapi Allah berkarya di dalamnya dengan maksud sendiri, yaitu supaya umat-Nya diselamatkan dan nama-Nya dipuji.

Hati para pemimpin di Indonesia tetap ada dalam tangan Allah. Pada umumnya (dan menurut UUD) pemerintah menghargai minoritas sama seperti Artahsasta. Dalam keadaan demikian, semestinya kita memuji Allah dan mengambil kesempatan untuk bekerja bagi rencana keselamatan Allah sama seperti Ezra.

Pos ini dipublikasikan di Ezra dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Ezra 7 Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN

  1. william liem berkata:

    Terima kasih atas entri nya. Pemahaman saya tentang nabi-nabi perjanjian lama masih sangat kurang.

    Saya sangat setuju idenya untuk memuji Allah dan menggunakan kesempatan ini untuk bekerja bagi kerajaanNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s