Kel 1:15-22

Pasal pertama dari kitab Keluaran ini menunjukkan bagaimana janji kepada Abraham bahwa dia akan menjadi bangsa yang besar sudah digenapi. Bahkan, Kel 1:7 mengaitkan perkembangan orang Israel di negeri Mesir dengan amanat Allah kepada manusia dalam Kej 1:28 untuk beranak cucu, bertambah banyak, dan memenuhi bumi (kata Ibrani arets dapat dipakai untuk bumi seperti dalam Kej 1:28, dan juga untuk negeri atau tanah seperti dalam Kel 1:7). Hal itu memang cocok, mengingat bahwa Kej 1:28 merincikan artian berkat, dan intisari janji kepada Abraham adalah janji berkat. Berkat itu mulai dialami Israel meskipun mereka belum memasuki tanah perjanjian!

Namun, perkembangan Israel itu tidak dianggap suatu berkat oleh Mesir (9-10), dan mereka mengadakan beberapa muslihat untuk menekan orang Israel. Yang pertama adalah dengan kerja paksa (11) yang justru berakibat terbalik—orang Israel makin bertambah. Muslihat kedua adalah memperberat kerja paksa itu. Kata aslinya (ebed, bnd. kata abdi) terkait dengan pengabdian. Dalam konteks ini pengabdian yang terpaksa berarti perbudakan, tetapi kisah kitab Keluaran adalah bagaimana Allah menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan supaya mereka dapat beribadah (mengabdi) kepada-Nya dengan bebas (7:16). Namun, dalam p.2 perbudakan itu bertambah berat sebelum tindakan Allah mulai nyata.

Kerja paksa itu dirangkaikan dengan usaha untuk membunuh semua anak laki-laki. Jadi, perintah kepada kedua bidan itu terjadi dalam konteks penindasan yang akan berakhir tetapi waktunya belum ketahuan, sehingga bisa saja banyak umat Israel meragukan apakah penindasan itu akan berakhir. Perhatikan bahwa perintah yang jahat itu berasal dari pihak yang berwenang. Hal itu lazim dalam pemerintahan yang kejam. Jumlah orang yang sudah kejam belum cukup untuk melakukan semua kejahatan yang diperlukan oleh pemerintah demikian, sehingga orang biasa diperintah untuk ikut serta. Saya rasa sejarah Indonesia tidak asing bagi dinamika begitu. Dan sejarah manusia (tidak hanya d Indonesia) membuktikan bahwa banyak manusia akan ikut serta karena takut akan pihak yang berwenang itu.

Dengan demikian, tindakan kedua bidan layak dicermati. Sikapnya takut akan Allah (17, 21), sehingga mereka melanggar perintah Firaun, meskipun dia adalah raja yang berwenang di Mesir. Mungkin lebih kontroversial adalah jawaban mereka kepada Firaun, seakan-akan mereka tidak pernah mendapati bayi laki-laki yang sedang dilahirkan (19)! Barangkali, jawaban itu bukan bohong belaka, karena tentu saja ada yang bersalin sebelum bidan sempat datang. Tetapi jawaban itu juga tidak terus terang. Ingat bahwa prinsip Allah yang akan dinyatakan kepada Israel adalah jangan bersaksi dusta. Kita melanggar prinsip itu jika ada perkataan yang betul tetapi menyesatkan sehingga orang yang benar dianggap bersalah. Sebaliknya, kita tidak wajib menolong orang yang berniat jahat dengan jawaban yang terus terang. Relasi macam apa cukup menentukan apa itu saksi dusta. Dalam konteks ini, kedua bidan barangkali mau supaya Firaun berpikir bahwa kebijakannya tidak akan berhasil sehingga dia menyerah. Tentu, penjahat tidak menyerah dengan mudah! Tetapi Firaun harus meminta kepada seluruh rakyat Mesir untuk menerapkan pembunuhan bayi laki-laki itu. Dan Tuhan tetap memberkati Israel, termasuk kedua bidan yang takut akan Dia.

Jika kedua bidan itu bisa berani karena takut akan Allah sebelum Dia menyelamatkan umat-Nya dari Mesir, lebih lagi kita yang sudah melihat keselamatan Allah dari dosa dan maut dalam Kristus. Memang, kita tidak tahu apakah keadaan sementara akan bertambah berat atau pulih. Namun, jika kita takut akan Allah kita akan berani menentang kejahatan dan menantikan berkat-Nya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Keluaran dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s