1 Tim 1:3-17 Menanggapi kekacauan dalam jemaat

Bagian ini merupakan pengantar Paulus sebelum nasihat khusus dalam pp.2-5. Ternyata ada masalah dengan ajaran palsu yang perlu ditangani oleh Timotius (1:1-3). Yang diharapkan Paulus adalah hidup jemaat berdasarkan iman, yang dia simpulkan dalam a.5 sebagai kasih. Apa dasar kasih itu? Ketiga “dari” dalam a.5 merujuk pada batin yang tidak terbagi-bagi. Soalnya, pengajar sesat tidak tahu apa-apa tentang hal itu. Dalam ayat-ayat berikut Paulus memberi penjelasan.

Yang pertama adalah soal hukum Taurat. Paulus menegaskan bahwa Taurat tertuju bagi orang berdosa, bukan orang benar (a.9). Memang banyak dosa yang dilarang di dalamnya (a.10), tetapi Injil dari Allah yang mulia sudah memiliki dasar untuk menentang hal-hal itu (a.10b-11). Paulus kemudian bersaksi tentang kuasa Injil, yang mengubah dia dari seorang penganiaya menjadi pelayan Allah (aa.12-13). Anugerah Allah melimpah di atasnya, dengan iman dan kasih (a.14). Kasih berdasarkan iman adalah ringkasan dari tujuan Paulus dalam a.5; ternyata sumbernya adalah anugerah dari Injil, bukan hukum dari Taurat. A.15 menyimpulkan prinsipnya: Allah menyelamatkan orang berdosa. Paulus sendiri adalah contoh utama penerima hidup kekal (a.16), sehingga dia memuji kemuliaan Allah raja segala zaman. (Kata kekal dan kata zaman berasal dari kata dasar yang sama dalam bahasa aslinya.)

Bagi Paulus, orang yang menanggapi masalah dengan hukum daripada dengan Injil adalah pengajar sesat yang tidak tahu apa-apa. Soalnya, hukum menegor orang berdosa, tetapi tidak dapat menimbulkan hati nurani yang murni apalagi kasih yang sejati. Dasar perubahan yang sejati adalah Injil tentang pengampunan dan hidup kekal yang membawa kita untuk memuliakan Allah. Memang, jika dasar itu ada maka cara hidup perlu diberitahukan, sebagaimana disampaikan Paulus dalam pasal-pasal berikut. Tanpa dasar Injil, betapapun semangat kita menegor, tidak akan ada buah kasih dan iman.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di 1 Timotius dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke 1 Tim 1:3-17 Menanggapi kekacauan dalam jemaat

  1. Abi Tandiseru berkata:

    I hope so… jumat, tgl 22 kami ke malino ikut retreat pekerja perkantas Sulsel. dijamin seru. so, tunggu berita selanjutnya. Ok????

  2. abuchanan berkata:

    hai AC, ya, setuju itu tempat yang indah, dan saya selalu menikmati kesempatan untuk melayani di sana. Semoga retretnya menguatkan siswa, dan khotbah Abi menguatkan jemaat. :)

  3. hai Ambe’, nice to read this article. tadi siang saya mengkhotbahkan perikop yang sama di Jemaatnya Kak Bertha Biantong (Jemaat Tiroan Bonga). kebetulan kami mengadakan weekend AKK siswa di rumahnya Nona. senang banget dapat kesempatan berada di jemaat itu. pemandangannya indah banget……

    Salama’

    AC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s