Amsal 10:3-5

TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan,
tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

Tangan yang lamban membuat miskin,
tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.

Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi;
siapa tidur pada waktu panen membuat malu.

A.3 mengandung permainan kata, karena baris pertama dapat juga diterjemahkan “Tuhan tidak membiarkan hampa nafsu yang benar”. Ketika baris pertama didenger (dalam bahasa aslinya), mungkin maksud terjemahan LAI yang ditangkap, tetapi ketika dilanjutkan dengan baris kedua, maka maksud dari usulan tadi akan muncul. Dengan demikian, pendengar tergugah untuk memikirkan hubungan antara nafsu makan dan keinginan yang lain. Itulah maksud sebuah amsal: bukan jawaban siap saji tetapi bahan perenungan, karena hikmat dibangun melalui latihan memikirkan, bukan dengan informasi saja. Kalau saya merenungkan ayat ini, saya teringat bahwa kelimpahan makanan tidak membahagiakan. Banyak orang fasik yang kaya tetapi tidak berbahagia karena nafsunya bengkok sehingga tidak pernah puas. Sebaliknya, orang yang puas dengan makanan yang secukupnya sebagai pemberian Allah adalah berbahagia.

Aa.4-5 jelas satu tema, mengusulkan sikap rajin. Maksudnya jelas, saya rasa? Satu hal yang hilang dalam terjemahan a.5 adalah munculnya kembali anak. Yang berakal budi atau membuat malu adalah anak (kata yang terdapat dalam a.1). Hal itu agak memperjelas soal membuat malu, saya rasa, dan menjadi satu contoh dari a.1.

Bagaimana kalau a.4-5 dibaca bersama dengan a.3? Hal itu tidak selalu berguna, karena kumpulan amsal tidak selalu terurut. Tetapi kali ini menarik. Bukankah kemalasan adalah salah satu bentuk keinginan orang fasik yang berdampak negatif? Bukankah pemeliharaan Tuhan dialami melalui kerja keras orang benar? Salah satu hal yang dapat kita pelajari dari kitab Amsal adalah bahwa Tuhan bekerja di tengah dan melalui usaha kita.

Kalau pikiran Anda tergugah oleh amsal-amsal ini, silakan dikomentari…

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Amsal dan tag . Tandai permalink.

2 Balasan ke Amsal 10:3-5

  1. eva kristiaman berkata:

    Pembahasan yang baik dan menarik, memotivasi pembaca untuk merenungkan lebih lanjut, tidak asal menelan. Jaminan pemeliharaan Tuhan yang menguatkan dan pasti bagi orang yang mengutamakan mengenal Tuhan. Merenungkan amsal ini membawa saya mengingat ucapan Tuhan Yesus di Matius 6:19-34. Menguatkan ketika diterapkan hari demi hari.

  2. abuchanan berkata:

    Betul, ajaran Yesus dan rasul-rasul banyak terinspirasi oleh hikmat PL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s