1 Raj 2:1-4 Peralihan kuasa

Pesan Daud kepada anaknya Salomo yang sudah naik takhta mengandung harapan dan juga benih kegagalan. Pada pasal sebelumnya Salomo disambut rakyat dengan gembira, malah ada harapan bahwa kerajaan di bawah Salomo akan lebih sejahtera daripada di bawah Daud (1:47). Bagi Daud hal itu adalah penggenapan janji Allah bahwa keturunannya akan menduduki takhta Israel sampai selama-lamanya. Dalam kisah selanjutnya, itulah yang terjadi. Kerajaan di bawah Salomo mencapai puncak kejayaan dengan datangnya ratu negeri Syeba (p.10, lihat Menafsir Sejarah (2))

Namun, Daud harus mengingatkan Salomo bahwa janji Allah terkait dengan ketaatan manusia. Tentu, hal itu adalah tema dari awal sampai akhir Alkitab. Soalnya, berkat yang diterima dari Allah tetapi tidak dihayati dengan ketaatan bukan berkat lagi. Malah, jika manusia dilestarikan dalam keadaan tidak taat maka keadaannya justru menjadi kutuk. Barangkali gagasan itu merupakan salah satu cara untuk menjelaskan mengapa manusia harus diusir dari taman Eden.

Sayangnya, raja-raja Israel mewakili rakyatnya dalam berbuat dosa, sehingga akhirnya Israel juga harus dibuang dari tanah perjanjian. Kegagalan itu sudah disinyalir dengan perzinahan dan pembunuhan oleh Daud sendiri, dan menjadi tema yang menonjol dari pasal setelah pasal tentang ratu negeri Syeba itu, ketika diceritakan bagaimana Salomo gagal setia kepada Tuhan.

Saya duga bahwa dalam ayat-ayat berikut, yakni aa.5-9, kegagalan Israel itu disinyalir secara halus. Di situ kita lihat bagaimana kerajaan berdasarkan kekerasan, seperti dinubuatkan Samuel (lihat 1 Sam 8:11-18). Menarik bahwa riwayat Daud berakhir dengan kata-kata dalam aa.5-9 daripada kata-kata dalam aa.2-4. Bukankah dalam gereja sekarang banyak pemimpin yang efektif bagi Tuhan tetapi yang juga memiliki kekurangan dalam cara berkuasa?

Namun, janji Allah tidak digagalkan oleh kegagalan manusia. Walaupun keturunan Daud berhenti sebagai raja sejak pembuangan, namun Yesus Kristus, keturunan Daud, yang berkuasa sebagai hamba, telah menjadi raja yang kekal. Dialah raja yang sungguh taat sehingga berkat-Nya tidak bercacat. Dialah raja yang layak kita sambut dengan gembira.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di 1 Raja-raja dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s