1 Raj 13:1-10 Mengabaikan peringatan Allah

Israel dipilih Allah untuk menjadi wakil bangsa-bangsa supaya sebagai bangsa yang kudus berkat Allah dapat mengalir kepada bangsa-bangsa. Puncak tema itu dalam PL dilihat ketika ratu Syeba berziarah untuk melihat Salomo (1 Raj 10). Namun, pada kenyataannya, Israel menjadi wakil bangsa-bangsa dalam keberdosaan. Hal itu nampak pada Salomo sendiri, dan p.12 menceritakan perpecahan kerajaan Israel sebagai akibatnya. Raja-raja Israel, baik dari kerajaan utara maupun selatan, berbagian dalam keberdosaan itu. Jadi, ketika disampaikan kepada Yeroboam bahwa dia diberi kerajaan utara, disampaikan pula janji seperti kepada Daud (11:38). Tetapi dia juga tidak sanggup menaati Allah.

Soalnya, Allah sudah memilih Yerusalem sebagai tempat Israel akan menyembah Dia. Tetapi Yeroboam takut kalau Israel (bagian utara) pergi ke Yerusalem (bagian selatan) untuk menyembah (12:27). Bukankah fungsi agama adalah menopang pemerintahan negara? Jadi, Yeroboam membuat agama sendiri untuk diikuti Israel.

Ternyata Allah tidak setuju dengan fungsi agama itu. Dalam p.13 sikap Allah dinyatakan dengan jelas, ketika Yeroboam ditegor, mezbahnya terpecah, dan nubuatan akan kehancurannya disampaikan. Ketegasan Allah dilihat ketika abdi Allah yang menyampaikan firman Allah itu kena hukuman Allah ketika dia sendiri menyimpang dari jalan-Nya (13:11dst)! Agama Israel semestinya berpusat pada Allah, bukan negara. Sekalipun hukuman Allah tertunda—Yosia yang dinubuatkan baru muncul tiga abad kemudian (2 Raj 23:15-16)—sikap Allah terhadap pemberontakan jelas.

Ketika kita membahas hukuman terhadap Israel, kita semestinya mengingat bahwa Yesus datang sebagai Mesias Israel untuk menanggung hukuman itu di atas salib. Israel mewakili bangsa-bangsa dalam hal keberdosaan, dan Yesus mewakili Israel dan bangsa-bangsa dalam hal hukuman terhadap keberdosaan itu. Hal itu tidak berarti bahwa sikap Allah terhadap dosa itu kabur. Jika seperti Yeroboam kita hanya mengaku adanya dosa terhadap Allah tanpa ada perubahan sikap yang berarti, maka nasib kita sama dengan mezbah yang dihancurkan itu, sekalipun hukuman itu ditunda sampai akhirat.

Semoga perayaan kedatangan Yesus yang lalu dan yang akan datang mendapat sambutan yang baik dalam hati kita.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di 1 Raja-raja dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s