Berita duka mengenai Ibu Barbara Hopwood

Pembaca dari kalangan Gereja Toraja barangkali sudah tahu bahwa Ibu Barbara meninggal beberapa hari yang lalu di AS. Dia berjasa 30 tahun lebih di Indonesia, di Surabaya, Sumatera Utara, di Toraja dan akhirnya di Jakarta. Saya mengenalnya sebagai rekan dosen di STT Rantepao (yang menjadi STAKN Toraja). Sebagai sesama dosen asing yang sudah banyak berpengalaman mengajar di Indonesia, saya belajar banyak daripadanya. Saya juga makin menghargai dan belajar dari imannya. Dia membangun kerohanian yang kokoh dengan kesetiaan berdoa dan merenungkan firman untuk membangun hidupnya atas iman kepada Kristus. Salah satu buahnya adalah kasih, sehingga dia menjadi seorang ibu bagi banyak anak, walaupun dia sendiri tidak menikah.

BJH menyanyi waktu perpisahannya dari STAKNDi pertengahan tahun ini, tugasnya di Indonesia selesai dan dia kembali ke AS untuk tinggal bersama dengan ibunya. Tidak lama kemudian dia didiagnosa kanker yang ganas. Dia menghadapi penderitaan dan kehilangan masa depan dengan iman yang teguh. Kita berduka sebagai orang yang memiliki harapan yang sama dengan Ibu Barbara dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah bangkit.

Yang juga diberkati oleh kehidupan Ibu Barbara, silahkan berkomentar.

Pos ini dipublikasikan di Pribadi dan tag , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Berita duka mengenai Ibu Barbara Hopwood

  1. eva kristiaman berkata:

    Saya baru tahu ketika membaca berita duka ini. Saya turut berduka cita dan sekaligus mengimani bahwa ini yang terbaik yang Tuhan berikan baginya. Tetap berdoa untuk ibunya yang belum percaya Kristus, kiranya Tuhan beranugerah menyelamatkan beliau.

    Saya diberkati berjumpa dengannya dan mendapat training untuk para pembina Perkantas, dari Ibu Barbara dan Peggy Lowry, ketika beliau masih melayani di Surabaya. Ramah dan sangat bersemangat, bersukacita. Walau mengenal sebentar tapi berkesan mendalam hidupnya memancarkan kehangatan kasih Kristus yang memberkati setiap orang yang mengenalnya. Ya, sampai jumpa di Rumah Bapa.

  2. Abi, Mega, Pdt Syukur Matasak berkata:

    Tentu kami juga merasa sangat diberkati oleh beliau. bagi kami Ibu Barb adalah Figur yang sungguh2 menjadi teladan dalam melayani dengan kasih. disiplin, dll, suaramu terngiang-ngiang di hati kami. Rest in peace, Mom. We Love you much, Abi, Meg & Pdt. Syukur

  3. Alberthin Banne berkata:

    Sugnguh mendalam rasa sedih di hati saya mendengar kabar duka itu dan pasti dirasakan juga oleh semua orang yang mengenal IBU TERKASIH BARBARA J. HOPWOOD.

    Semangat pelayanan almarhumah kiranya memotivasi keluarga dan rekan serta sahabat-sahabatnya untuk tetap berkarya melayani Tuhan.

    Selamat jalan Ibuku, selamat merayakan Natal di hadirat yang Kuasa. Aku akan selalu mengenangmu.

  4. Indry, Yus berkata:

    Anugerah yang besar yang Tuhan sudah berikan kepada kami karena kami bisa mengenal ibu Barb, bisa belajar mengenai iman yang hidup dari kehidupannya, bahkan kami bisa menjadi anak-anaknya.

    Kami sangat sedih dengan kepergian ibu, kami kehilangan sahabat, mentor dan mama kami. Namun kami juga bersukacita karena ibu telah lepas dari penderitaan dan kini berada dengan Tuhan Yesus Kristus.

    Mari kita berdoa untuk mamanya (84thn) di US. Minta Tuhan terus memberikan penghiburan dan terus menjaganya.

    Akhirnya…..
    Selamat jalan ibu,
    Terimakasih untuk pelayananmu buat gereja Indonesia
    Kami berusaha akan melanjutkan pelayananmu
    dan juga mewujudkan mimpi-mimpi kami yang pernah kami ceritakan ke ibu.

  5. Rahel berkata:

    Yup, aku juga turut berdukacita. terutama aku belum bisa memenuhi janji untuk segera ke ladang misi.

  6. Selmin berkata:

    Saya turut berdukacita atas kepergian ibu terkasih Barbara J. Hopwood.
    Ibu sudah meninggalkan bagiku teladan yang baik tentang iman.
    Saya yakin Ibu sekarang sudah tenang disisi-Nya..

  7. I.Y. Panggalo berkata:

    Ibu Barbara seorang Sahabat yang sungguh berteladankan hidup Yesus Kristus. Hidupnya mengesankan sebagai pengikut setia Yesus dan karena itu telah menjadi teladan untuk saya. Ketika saya mendengar kematiannya dan menceritakannya di keluarga kami, kami semua terkesan dari kebaikan-kebaikan dan keramahannya kepada kami. Kehadirannya dalam setiap acara Bina Akrab keluarga dosen STT Rantepao selalu membawa sukacita. Keluasan hatinya mengadakan open house setiap awal tahun menggambarkan cintanya yang terbuka terhadap dan merangkul semua sahabatnya. Keterampilannya membuat dan menyediakan masakan khas Amerika menjadi alasan untuk merasa RUGI kalau tidak datang ke rumahnya pada acara open house di awal setiap tahun.
    Anak-anak saya semua selalu bersemangat setiap kali mendengar ada acara di rumah Ibu Barbara.
    Bagi kami, Ibu Barbara memang telah mati, tetapi hidupnya telah menghidupkan semangat kekristenan yang sesungguhnya: Iman, Harap, dan Kasih. Syukur kepada TUHAN yang telah memberi kami seorang IBU BARBARA yang pernah menjadi SAHABAT dan SAUDARA kami yang patut dikenang (diingat) dan diteladani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s