Neh 4:1-14 Perjuangan di tengah ancaman

Nehemia bertugas untuk membangun kembali tembok Yerusalem, sesuatu yang sangat erat kaitannya dengan harga diri bangsa Israel (bnd. Neh 1:3 dan 2:17). P.3 merincikan semangat bangsa yang tinggi. Tetapi dalam p.4 ini, perlawanan yang pertama disebut pada 2:19-20 menjadi tema utama. Sikap para musuh itu disampaikan melalui perkataan Sanbalat dan Tobias (aa.1-3). Olok-olokan mereka mungkin cukup tepat. Pihak Nehemia lemah dan menghadapi perjuangan yang besar. Usaha iman sekarang cenderung mendapat reaksi yang sama: menurut ukuran dunia kelompok orang beriman tidak berharga dan usahanya bodoh saja.

Nehemia menyela penceritaannya dengan suatu doa supaya Allah membalas kejahatan mereka (aa.4-5). Kedengarannya agak jauh dari perintah Yesus untuk mengasihi dan mendoakan musuh, dan belum tentu pikiran Nehemia sampai ke pertobatan musuhnya. Namun, doanya pertama-tama adalah doa supaya Allah berpihak pada umat-Nya supaya usaha mereka dapat terwujud. Meskipun kita berdoa untuk, misalnya, kelompok teroris supaya bertobat, kita tidak berdoa supaya mereka dibiarkan melakukan kejahatan terus-menerus. Kita juga tidak berdoa supaya jika ditangkap kejahatan mereka dihapus pemerintah dan mereka dilepas untuk melanjutkan kejahatannya! Dalam konteks Nehemia, Allah merupakan satu-satunya pemerintah yang diharapkan bisa mewujudkan keadilan. Jadi, dia berdoa supaya keadilan terwujud. Keadilan itu mendasar, dan kasih kepada musuh yang lupa akan keadilan adalah garam yang sudah tawar.

Hasil pihak Nehemia dalam menyelesaikan tembok sampai setengah (a.6) menimbulkan reaksi lebih keras lagi dari musuh-musuhnya (aa.7-8). Ada permainan kata dalam bahasa aslinya. “Sampai ujung-ujungnya bertemu” dalam a.6 adalah kata yang sama dengan “mengadakan persepakatan” dalam a.8. Kerapatan tembok Yerusalem menjadikan musuhnya merapat untuk melawan. Kembali Nehemia berdoa dan juga bertindak (a.9). Dia tidak mengharapkan mujizat melainkan pekerjaan Allah melalui persiapan mereka.

Pertolongan Allah datang melalui sumber yang tak terduga. Dalam a.10 sepertinya banyak penduduk Yehuda mulai putus asa, seperti sudah diduga oleh Sanbalat sebelumnya (a.2). Namun, justru mereka yang mendengar persekongkolan para musuh untuk menyerang, sehingga Nehemia bisa bersiap-siap (a.12-13). Dengan demikian Allah menolong mereka, dan Nehemia menguatkan mereka untuk tidak takut (a.14).

Jika Bait Allah di tengah Yerusalem bermuara pada Kristus dalam Perjanjian Baru, sebagai titik temu antara Allah dengan umat-Nya, temboknya apa? Mungkinkah tembok berhubungan dengan identitas yang utuh sehingga harga diri terjaga di hadapan Allah? Dosa yang dibiarkan merajalela (termasuk mengesampingkan keadilan), pemahaman jemaat akan pokok-pokok iman yang minim, menjadikan jemaat rentan terhadap pengaruh buruk dari dunia. Usaha untuk membangun jemaat kembali atas dasar Kristus yang disalibkan memang akan dianggap bodoh oleh banyak orang, dan jemaat yang mulai kompak dalam iman dan kasih akan dianggap sebagai ancaman oleh sebagian penguasa (entah tokoh masyarakat, pemerintah atau pihak yang lain). Mari kita memiliki semangat Nehemia untuk berdoa dan bertindak dalam tugas yang mulia ini.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Nehemia dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Neh 4:1-14 Perjuangan di tengah ancaman

  1. eva kristiaman berkata:

    Benar! … dan tidak hanya berpangku tangan mengharap mujizat di saat kita harus bertindak bersandar Tuhan melaksanakan tugas kita sebagai warga negara yang baik, yang menangisi keadaan bangsa sekaligus mewujudkan keprihatinan dalam tindakan membangun negara, sambil mengawasi diri tetap teguh beriman pada Tuhan. Mohon Tuhan menolong kita.

  2. Rahel berkata:

    Jdi ingat, waktu hari minggu lalau tema yang sama juga di bahasa di Gereja Toraja, dan kami ibadah di Jemaat nya K’Lenni. Sayangnya pembahasannya tidak terlalu mendalam. baca artikel ini, menjadi kembali belajar bahwa bekerja bagi kemuliaan Tuhan tidak mudah, tantangan sangat banyak, tetatpi ketika kita berserah sepenuhnya Dia akan setia menyertai kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s