12 langkah berteologi dalam misi

Menurut van Engan, Charles E., ‘Toward a Contextually Appropriate Methodology in Mission Theology’ dalam Appropriate Christianity ed. Charles Kraft (Pasadena, Calif: William Carey Library, 2005), 203-226.

Van Engan mendaftar 12 langkah dalam 5 golongan yang merupakan putaran yang tidak berakhir untuk berteologi dalam misi.

  • Memahami Injil Yesus Kristus

1. Menggali Alkitab yang menyatakan Allah yang misioner.

2. Memahami (secara kritis) tradisi gereja. Sikap kritis bertambah penting di luar dunia Barat karena tradisi teologi berkembang dalam konteks Barat.

3. Mengenali keadaan dan pengalaman pribadi yang menjadi konteks pribadi.

4. Memahami konteks lokal (termasuk memakai ilmu sosial).

5. Menentukan Ide Pemersatu (Integrating Idea), yang menjadi kerangka bagi hasil berteologi (misalnya bagi William Carey itu Amanat Agung, bagi gerakan Pietisme itu kesesatan manusia, bagi DGD Uppsala 1968 itu Memanusiakan)

  • Mendekati Konteks Baru

6. Bergantung pada Roh Kudus dan Doa. Apa yang telah dan sedang dilakukan Roh di sini?

7. Sejarah perbuatan misi di sini selama ini (hampir tidak ada konteks dunia sekarang yang belum tersentuh oleh misi).

8. Sejarah teologi misi di sini, termasuk interaksi antara gereja/misi dengan masyarakat.

  • Bersiap untuk Tindakan Baru

9. Inkarnasi adalah hati Teologi Misi. Van Engen menawarkan matriks dengan kolom seperti Misi Allah, Misi manusia, Misi gereja, Misi di dunia, Misi Kristus, Misi Roh Kudus (yaitu tindakan Allah), serta baris untuk konteks, pelaku, cara, hasil, struktur dsb (konteks manusia). Maskudnya bahwa setiap sel dalam matriks itu dapat memicu pertanyaan misiologis, tetapi tidak ada contohnya dan tidak jelas bagi saya pertanyaan macam apa yang akan muncul!

  • Menghidupi Injil dalam Aksi yang Tepat

10. Persiapan untuk bertindak. Di luar dampak dari keberadaan jemaat dalam konteks tertentu, misi Allah menuntut tindakan dari umat-Nya. Tindakan menimbulkan refleksi yang menimbulkan refleksi baru. (Pernyataan itu sebenarnya menyimpulkan seluruh putaran.)

11. Tindakan misiologis. Dia memakai konsep Paul Hiebert tentang “himpunan yang berpusat” (centred set). Daripada menentukan himpunan orang kristen menurut beberapa ciri (biasanya daftar doktrin dan perilaku), orang kristen didefinisikan menurut relasinya dengan Kristus, apakah menuju apa menjauh. Contohnya (dari saya, bukan van Engen), jemaat yang doktrinnya murni, liturginya rapih, organisasinya mantap tetapi tidak lagi berpusat pada Kristus bisa saja sedang menjauh daripada-Nya, sedangkan jemaat orang kristen baru yang belum keluar dari berbagai sinkretisme tetapi mengasihi Kristus mendekati-Nya. Konsep ini memberi lebih banyak ruang bagi konteks, karena daftar doktrin dan perilaku biasanya terambil dari konteks lain (misalnya dunia Barat kalau misionaris).

  • Praksis: Membentuk Ulang Pemahaman Injil

12. Refleksi atas tindakan. Van Engen menyebutkan lingkaran hermenuetik Segundo (teolog pembebasan), yaitu konteks “dieksegese”, kemudian Alkitab digali ulang dengan pertanyaan yang baru untuk menerangi konteks itu kembali. Langkah 1-4 yang dipikirkan ulang dalam terang tindakan yang sudah dilakukan.

Proposal di atas saya nilai belum tajam, tetapi semangatnya bagus, yaitu menunjukkan cara untuk mempraktekkan teologi kontekstual. Jika ada saran/komentar, silakan!

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Teologi dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke 12 langkah berteologi dalam misi

  1. eva kristiaman berkata:

    Terima kasih membagikan hal ini. Bila melihat judulnya, memang upaya menuju/ mencari metode apa yang sesuai budaya/konteks setempat secara kritis. Memang tugas kita untuk mencari dan menemukan metodenya. Salah kaprahnya sudah terlampau parah, menelan saja apa yang kita peroleh di sekolah theologia terjemahan Barat mentah-mentah. Sekarang siapa di antara kita yang berinisiatif banting setir?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s