Neh 9:1-5 Perbaikan batin

Pembaruan Nehemiah mulai dengan pembangunan tembok Yerusalem (pp.1-7). Tembok itu merupakan batas jasmani, suatu pertanda bahwa kelompok Yahudi berfungsi sebagai masyarakat dan berkuasa atas wilayah Yerusalem, termasuk simbol identitasnya, yakni Bait Allah.

Sehingga yang berikut adalah kegiatan yang membangun kembali batas rohani, yaitu pembacaan Taurat (p.8). Umat Yahudi yang mendengarkannya diingatkan akan identitasnya sebagai umat Allah, serta cara hidup yang sesuai dengannya. Oleh karena itu Perayaan Pondok Daun diadakan dengan sukacita.

Namun, pembacaan Taurat juga mengungkapkan ketidaktaatan mereka, sehingga setelah perayaan itu umat Yahudi bergabung kembali untuk bertobat (a.1). Puasa adalah petunjuk akan keadaan yang begitu dahsyat sehingga orang tidak mau makan. Kain kabung orang Israel adalah kain yang dipakai untuk karung yang kasar dan tidak nyaman dipakai sehingga mencerminkan perasaan batin. Kemudian ada Istilah “tanah di kepala”. Yang lebih biasa ialah debu di atas kepala yang menunjukkan dukacita secara umum. Istilah “tanah di kepala” hanya dipakai tiga kali yang lain (1 Sam 4:12; 2 Sam 1:2; 15:32), ketika Israel mengalami musibah dari tangan lawan. Kesimpulan dari a.1 ialah bahwa orang Israel merasa terpukul dan dalam bahaya karena firman Allah, sehingga pertobatan mendesak.

Dalam rangka itu mereka menentukan batas sosial dengan memisahkan diri dari orang asing (a.2), barangkali karena orang asing merupakan penggodaan utama untuk menyembah ilah yang lain. Lepas dari konteks penggodaan, mereka mengaku apa yang mereka lakukan, dan juga bahwa mereka lahir dalam tradisi dosa nenek moyangnya. Pengakuan itu terjadi sebagai respons akan pembacaan firman (a.3), dan juga disertai penyembahan kepada Tuhan, sebagaimana digambarkan dalam aa.4-5. Doa yang berikut (aa.6 dst) bersilih ganti menceritakan anugerah Tuhan dan dosa umat Israel, sampai akhirnya memohon pertolongan Tuhan (aa.32 dst) atas dasar anugerah itu.

Dalam Perjanjian Baru tidak ada gedung gereja disebut, sehingga jelas bahwa adanya gedung tidak pokok dalam kehidupan berjemaat. Namun, pembangunan atau perbaikan prasarana seperti gedung gereja di sebuah tempat sering menunjukkan adanya kekompakan dan semangat dalam sebuah jemaat. Tetapi semangat itu percuma kalau tidak diiringi oleh pembaruan batin. Kadangkala jemaat perlu begitu mendengarkan firman Allah sehingga hati tertusuk. Injil yang kita dengarkan yang menggenapi Taurat memang memberitakan tuntutan Allah untuk hidup kudus, khususnya dengan hidup dalam kasih. Tetapi Injil pada dasarnya menyampaikan anugerah Allah. Sama seperti Israel diselamatkan dari Mesir dan dituntun dan disabari Allah, demikian juga dalam Kristus Allah sudah menyelamatkan kita. Baik dosa kita maupun anugerah Allah menjadi dasar untuk pertobatan yang menyadari bahwa musibah terdahsyat adalah menjadi musuh Allah.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Nehemia dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Neh 9:1-5 Perbaikan batin

  1. Ping balik: Neh 7:1-3 Pembangunan selesai… « To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s