1 Yoh 2:1-6 Dasar persekutuan dengan Allah

Kitab 1 Yohanes menawarkan persekutuan kepada para pembacanya, yakni persekutuan dengan Allah, Kristus dan umat-Nya (1 Yoh 1:3). Tetapi Firman hidup tentang persekutuan itu menyiratkan masalah besar, yaitu bahwa Allah itu terang, sementara kita adalah orang berdosa (1:5). Bagaimana caranya orang berdosa bisa menikmati persekutuan dengan Allah yang terang? Jawabannya hidup dalam terang (1:7). Ternyata artian hidup dalam terang bukan hidup tanpa dosa melainkan mengaku dosa sehingga menerima pengampunan dan penyucian (1:9). Kita mengaku dosa kita kepada Allah untuk menerima pengampunan-Nya, dan juga kepada sesama untuk memulihkan persekutuan dan mengalami penyucian (1:7, 9). Seorang yang menganggap diri selalu benar menolak penilaian Allah tentangnya, mencegah kebenaran berbuah di dalamnya (1:6), dan tidak mengalami persekutuan dengan Allah melalui Firman-Nya di dalamnya (1:10).

Jika kita menaati pola dalam p.1, maka kita akan makin mampu meninggalkan dosa (2:1). Tetapi Yohanes sadar bahwa dosa tidak akan lenyap. Jadi, selalu kita harus kembali ke dasar yang sudah disinggung dengan istilah “darah” (1:7), yaitu pengorbanan Kristus. Kristus yang adil (layak didengarkan Allah) menjadi pengantara dengan Allah Bapak. Sebagai pengantara tugas Yesus bukan untuk membujuk Allah untuk menyelamatkan kita. Sebaliknya Allah Bapak sendiri yang mengutus Anak-Nya. Tetapi pengampunan Allah tidak bisa sembarangan saja, tanpa dasar. Allah menyediakan Kristus sebagai pendamaian yang memungkinkan Allah untuk mengampuni kita sehingga kita menikmati persekutuan dengan Dia. Jadi, 2:1-2 merupakan dasar untuk hidup dalam terang.

Kemudian Yohanes kembali ke tema persekutuan. Bisa jadi bahwa ada orang yang mencari pengampunan tetapi tidak mencari persekutuan dengan Allah (misalnya karena takut neraka). Hal itu akan nampak dalam kehidupan yang tidak taat kepada Allah (2:3-4). Jadi, jika kita mengaku tidak berdosa kita menjadikan Allah pendusta (1:10), tetapi jika kita berjalan terus dalam dosa kita sendiri adalah pendusta. Ketegangan itu mungkin dapat digambarkan seperti kelompok orang yang dipanggil ke puncak gunung dari kegelapan di bawah. Orang yang sedang mendaki dan orang yang menetap di kaki gunung sama-sama belum sampai di puncak. Tetapi yang mendaki sudah menaati panggilan itu, dan sudah mulai menikmati terang yang lebih jelas. Sedangkan yang menetap di kaki gunung tidak usah mengaku sebagai pendaki gunung dan tetap dalam kekelaman.

Jadi, untuk menikmati persekutuan dengan Allah, harus ada pengampunan melalui darah Kristus, dan cara hidup yang menuju ke Allah, yaitu ketaatan. Apa hasilnya? Kasih (2:5-6). Hal itu mengingatkan kita bahwa ketaatan menyangkut lebih dari beberapa aturan jasmani saja, seperti tidak berzinah. Ketaatan yang sejati kepada Allah berarti hati yang makin mencerminkan Allah sebagai sumber kasih, sama seperti kehidupan Kristus sendiri (2:6).

Pada perayaan Jumat Agung banyak jemaat yang asyik dengan penderitaan Yesus, dan memang mengharukan bahwa Dia rela menanggung penderitaan salib demi keselamatan kita. Tetapi rasa terharu yang musiman saja bukan maksudnya! Yang ditawarkan Allah dalam Kristus ialah persekutuan dengan Sang Pencipta, sesuatu yang kekal dan tak ternilai harganya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di 1 Yohanes dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke 1 Yoh 2:1-6 Dasar persekutuan dengan Allah

  1. Ping balik: 1 Yoh 5:6-12 Kesaksian Allah tentang Yesus « To Mentiruran

  2. eva kristiaman berkata:

    Betul sekali! … dan kita perlu terus mengawasi diri untuk tetap hidup dalam terang Allah itu dalam keseharian hidup kita ya… Memang, tidak ada tempat yang lebih nyaman, aman dan tenteram dari ini. Terima kasih ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s