Neh 7:1-3 Pembangunan selesai…

Dalam Nehemia pasal 6 kita membaca tentang perlawanan terhadap Nehemia dan pembangunan tembok, termasuk pembocoran berita kepada Tobia oleh orang-orang Israel yang masih setia kepadanya (6:17-18). Namun, akhirnya tugas pembangunan itu tuntas dengan pemasangan pintu (7:1a).

Namun, pekerjaan Nehemia belum selesai. Yang pertama, dia mengangkat berbagai petugas terkait dengan Bait Allah (7:1b). Keamanan karena adanya tembok hanya bermakna jika ada umat yang memuji Allah. Soal umat yang sedikit menjadi topik ayat-ayat berikut, dan soal ibadah diceritakan dalam pp.8-9.

Keamanan tidak juga terjamin tanpa ada kewaspadaan manusia. Tembok tetap membutuhkan penjaga. Jadi Nehemia mengangkat pemimpin untuk keamanan kota (7:2) yang harus ketat (7:3). Disebut bahwa orang itu adalah saudara Nehemia sendiri, Hanani. Apakah ini nepotisme? Hanani yang membawa rombongan kepada Nehemia pada awalnya (1:2), sehingga jelas bahwa dia sudah dipercayai oleh rakyat sebelumnya. Lebih lagi, ada kemungkinan bahwa ayat 2 semestinya diterjemahkan “yaitu kepada Hananya”. Dengan demikian Hanani dan Hananya merujuk ke orang yang sama (nama Hanani adalah bentuk pendek dari Hananya). Bagaimanapun juga, dalam konteks seperti itu masuk akal kalau Nehemia mengangkat saudara sendiri yang akan setia kepadanya daripada kepada Tobia. Yang penting orangnya mampu.

Dalam PB umat Allah tidak lagi mendiami kota tertentu atau gedung khusus. Prasarana seperti tata gereja atau gedung bisa saja penting sebagai pertanda semangat dan pendukung misi dan kadangkala ada gerakan yang baik yang jatuh karena hal-hal seperti itu diabaikan. Namun percuma kalau Allah bukan lagi pusatnya, dan saya rasa di situlah gereja atau organisasi yang mapan lebih sering jatuh.

Pos ini dipublikasikan di Nehemia dan tag , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Neh 7:1-3 Pembangunan selesai…

  1. Terima kasih atas tulisan ini, saya sebagai hamba Tuhan sangat tertolong karena sangat membantu dalam persiapan. saya berharap kalau bisa tulisan ini sudah masuk hari selasa pagi karena kami ada persiapan bersama dengan teman-teman hamba Tuhan di klasis, semoga bisa Tuhan memberkati.

  2. Pdt. Karoma' berkata:

    posting ini cukup membantu memperkaya pemahaman perikop dalam buku Membangun Jemaat. Bisakah makna-makna teologisnya untuk kehidupan sehari-hari porsinya ditambah biar tambah mantap? kurre sumanga’ buda. syalom.

  3. abuchanan berkata:

    Terima kasih dukungannya. Saya akan coba memposting lebih cepat, paling sedikit hari ini (Senin) ada untuk hari Minggu. Tentu saya tidak bisa membuat janji. :)

    Mengenai penerapan, saya sadar bahwa ada banyak konteks yang di dalamnya pelayan GT berkhotbah, jadi saya tidak bermaksud untuk kasih khotbah jadi. Dalam renungan minggu ini saya cantumkan refleksi tentang konteks, paling sedikit supaya ada gambaran akan relevansinya.

    Bagus kalau pembaca juga mengusulkan penerapan dalam komentar, bukan?

  4. Ping balik: Neh 8:1-9 Menanggapi firman Allah dengan baik « To Mentiruran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s