Rom 15:1-13 Penerimaan dan Pengharapan

Mungkin penerimaan dan pengharapan adalah dua hal yang tidak biasa dikaitkan. Mungkin juga ada jemaat yang menganggap bahwa penerimaan itu praktis dan penting, sedangkan pengharapan adalah hal yang teologis saja sehingga tidak terlalu praktis. Sebaliknya, mungkin ada yang menganggap bahwa penerimaan itu kurang teologis sehingga kurang penting. Rasul Paulus tidak jatuh ke dalam dualisme seperti itu yang memisahkan praktik dari teori, kasih dari iman.

Perikop ini adalah kesimpulan dari seluruh penjelasan Injil yang dimulai pada awal surat (1:16-17), karena dalam perikop berikut Paulus kembali ke soal rencana untuk mengunjungi jemaat di Roma yang diangkat dalam pendahuluan surat (bnd. 1:11 dan 15:22). Perikop ini juga mengakhiri bagian penerapan (mulai pada 12:1-2) yang menjelaskan bagaimana mempersembahkan seluruh hidup berdasarkan pembaruan akal budi dalam kemurahan Allah yang telah diuraikan dalam pp.1-11 itu. Inti bagian ini ialah 13:8-14. Perikop itu mengutarakan kasih dalam terang akhir zaman, yaitu dalam terang pengharapan. Kemudian, p.14 menguraikan satu masalah aktual dalam jemaat di Roma, yaitu bahwa ada (barangkali dari latar belakang Yahudi) yang membedakan makanan dan hari, dan ada yang memahami bahwa di dalam Kristus semuanya itu tidak apa-apa. Jadi, perikop 15:1-13 menyimpulkan diskusi tentang orang yang kuat dan tidak kuat yang merupakan contoh aktual tentang kasih sebagai penghayatan Injil.

A.1 memperluas diskusi dalam p.14 dengan berbicara tentang kelemahan secara umum. Contoh orang lemah sekarang seperti jemaat yang tidak tahu diri sehingga agak susah bergaul. Kalau tujuannya menyenangkan diri mungkin saja orangnya dihindari atau dipinggirkan, tetapi kata Paulus yang kuat wajib menanggung kelemahannya. Tetapi perhatikan a.2. Kita mencari kesenangan sesama demi kebaikannya untuk membangunnya. Menyenangkan di sini tidak berarti asal senang! Sehingga jemaat yang susah bergaul tadi jangan dibiarkan dalam keegoisan! Kita bergaul dengannya dan berupaya untuk mengoreksi dia dengan sabar dalam kasih. Asal senang tidaklah membawa kesenangan yang membangun.

Mengapa kita akan menerapkan penerimaan yang begitu sulit itu? Ada serangkaian alasan dalam aa.3-6. Yang pertama, Kristus sendiri rela menanggung penderitaan, yang tentu Dia lakukan bukan untuk kesenangan diri melainkan untuk kita. Penderitaannya sama dengan pemazmur dalam PL, yaitu dicerca karena setia kepada Allah (a.3). Dengan demikian kita dapat melihat pola ketekunan dalam PL yang digenapi dalam Kristus, sehingga kita dihibur (karena tidak sendirian di dalam kesusahan) dan tidak putus asa bahwa Allah meninggalkan kita (a.4). Tujuan penerimaan disampaikan dalam aa.5-6, yaitu kerukunan akibat saling menerima yang bermuara pada kesatuan dalam memuliakan Allah. Ringkasnya bahwa teladan Kristus dan Kitab Suci mendorong kita untuk rela berkorban, dan kita juga ditarik oleh tujuan untuk memuliakan Allah bersama-sama.

Hal itu dikembangkan dalam aa.7-12. A.7 meringkas aa.1-6, karena Kristus menerima kita untuk kemuliaan Allah. Kemudian Paulus menjelaskan bagaimana Kristus menerima kita. Sesuai dengan pembahasannya dalam pp.9-11, Paulus menjelaskan bahwa Kristus datang untuk mengokohkan janji-janji Allah kepada Israel, dan juga supaya bangsa-bangsa memuliakan Allah. Hal itu dibuktikan dengan beberapa kutipan PL yang menunjukkan bahwa bangsa-bangsa selalu dipanggil dan diharapkan memuliakan Allah (aa.9-11). Bangsa-bangsa diterima karena rahmat saja, karena walaupun tidak ada perjanjian dengan mereka Allah tetap bertujuan supaya mereka diterima dalam sang Mesias (= taruk dari pangkal Isai, a.12). Penerimaan dalam Kristus yang membawa pengharapan bagi bangsa-bangsa.

Jadi, dalam a.12 Kitab Suci kembali membawa kita ke soal pengharapan. Kesimpulan Paulus dalam a.13 mengaitkan iman sebagai dasar, sukacita dan damai sejahtera (hasil penerimaan?) sebagai suasana, dan Roh Kudus sebagai kuasa, dengan pengharapan. Ternyata pengharapan bukan sesuatu yang dimiliki seorang diri. Penerimaan sesama yang lemah mencerminkan penerimaan Allah yang mendasari pengharapan dan juga membangun kesatuan yang menopang pengharapan. Sejauh saya berhasil mendalami perikop yang kaya ini, dalam Kristus, penerimaan dan pengharapan akan bangkit atau jatuh bersama.

Pos ini dipublikasikan di Roma dan tag , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Rom 15:1-13 Penerimaan dan Pengharapan

  1. eva kristiaman berkata:

    Benar sekali. Saya setuju sekali dengan kalimat terakhir renungan Bapak, memang dalam praktek kehidupan itulah kenyataan dan kebenaran yang saya alami. Kerja sama yang baik dan pemahaman yang sama antara yang kuat dan yang lemah adalah penting untuk keberhasilan saling mengasihi dan saling menolong. Keduanya perlu rendah hati, karena melakukannya dalam iman, pengharapan dan kasih serta kekuatan Kristus;juga dalam sukacita dan damai sejahtera Tuhan. Maka kebenaran yang rasul Paulus katakan dalam kalimat terakhir a.13 itu pasti dialami, keyakinan pengharapan yang dikerjakan kekuatan Roh Kudus mengalir melimpah dalam diri kita. Itu yang membawa kesenangan yang membangun yang Bapak katakan, ya kan Pak?

    Saya doakan agar kita para pelayan Firman mengalaminya sehingga Firman yang kita sampaikan hidup dalam jemaat yang mendengarkannya.

  2. Dear
    Rev.Andrew J.Buchanan
    Senang sekali saya setiap minggu mendapat inspirasi untuk khotbah minggu, saya melayani sebagai Pendeta Gereja Toraja di Sukabumi-jawa Barat.
    Semula saya bertanya-tanya siapa ini To Mentiruran dan atas infomasi Petrus Tiranda ternyata itu dari Rev.Anderew seorang missionary yang peduli pertumbuhan injil di Toraja.
    Terima kasih
    Tuhan memberkati.

  3. abuchanan berkata:

    Terima kasih atas ucapan yang menyemangatkan. Maaf bahwa minggu ini tidak ada komentar karena beberapa kesibukan. Minggu depan dimulai kembali.

  4. Pongdodo' berkata:

    salam….
    moga Om Andrew sehat di tengah banyaknya kesibukan di Australia..
    saya juga lagi mencari tulisan terbaru Om Andrew, ternyata belum ada… sebagai bahan perbandingan khotbah minggu

    salam dalam Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s