Yoh 6:60-66 Misteri ketidakpercayaan

Seluruh p.6 terkait dengan peristiwa Yesus memberi makan 5.000 orang serta akibatnya dalam pembahasan berikut. Serangkaian peristiwa ini adalah yang terakhir yang diceritakan di Galilea dalam Injil Yohanes, karena menunjukkan bagaimana Galilea diterangi oleh Yesus dan banyak yang memiliki kegelapan. Pasal-pasal berikut pindah ke Yerusalem, dengan hasil yang sama. Kadangkala pelayanan–bahkan kebenaran–diukur oleh keramaian. Adalah penting kita mengingat bahwa Yesus sendiri menimbulkan pemisahan antara orang yang menerima dan menolak. Walaupun kita tentu berupaya menerima semua orang, ternyata ada yang lebih penting dari keramaian.

Soalnya, mujizat memberi makan itu kelihatan puncak kejayaan Yesus, dengan banyak orang ikut bahkan mau menjadikan Yesus raja (6:15). Tetapi dalam a.26-27 Yesus memberitahu bahwa orang banyak tidak mencari Dia untuk hidup kekal yang dapat diberikan Yesus kepadanya melainkan untuk makanan jasmani saja. Namun, ketika Yesus mengajar tentang makanan rohani, yaitu bahwa orang harus makan daging dan darah Yesus untuk mendapat hidup kekal, orang banyak bingung dan tersinggung (a.60). Alhasil, banyak murid yang mengundurkan diri (a.66), walaupun ada sebagian yang tetap mengikuti Yesus (a.67dst). Yesus lebih memilih supaya ada sebagian yang sungguh mengenal Dia daripada ada banyak yang ramai-ramai saja.

Penolakan murid-murid yang dibahas dalam perikop ini. Keluhan mereka (a.60) ternyata diketahui Yesus, karena seperti biasa Dia mengenal hati orang (a.61). Dalam tanggapan-Nya, Yesus menunjukkan bahwa mereka belum memahami siapakah Dia. Andaikan mereka dapat melihat Dia naik kembali ke sorga mereka dapat lebih terima bahwa Dia adalah roti hidup yang turun dari sorga (a.35, 38), kunci pengenalan akan Allah yang berada di sorga (a.62).

Namun, masalahnya bukan bahwa mereka tidak melihat sesuatu, karena bukankah mereka sudah melihat Yesus memberi makan 5.000 orang? Masalahnya bahwa mereka tidak percaya akan apa yang dikatakan Yesus (a.64). Perkataan Yesus membawa hidup baru bagi manusia dalam kegelapan sama seperti roh manusia membawa hidup bagi tubuhnya (a.63). Sekali lagi, kita baca bahwa Yesus mengenal hati mereka, yaitu siapa yang percaya dan yang tidak (termasuk Yudas sebagai yang akan menyerahkan-Nya). Akhirnya, Yesus memberi jawaban-Nya terhadap keluhan mereka. Allah Bapa-lah yang memberikan kemampuan untuk datang kepada Yesus (a.65), seperti yang sudah Dia katakan (a.37 yang juga menjelaskan ketidakpercayaan dalam a.36). Yang sanggup mendengarkan perkataan Yesus ialah orang yang dimampukan oleh Allah.

Memang adalah misteri bagi saya mengapa Allah tidak menarik semua orang kepada Yesus. Perikop ini tidak menjelaskan misteri itu, tetapi menegaskan bahwa manusia menolak Yesus karena tidak percaya. Yang dapat menerima Yesus hanya dapat demikian karena anugerah Allah. Hal itu meniadakan kebanggaan diri, tetapi juga menguatkan jika dikaitkan dengan janji bahwa siapa saja yang diberikan kepada Yesus tidak akan hilang (a.39). Hal itu juga menunjukkan bahwa semestinya kita bersukacita atas orang-orang yang setia karena anugerah Allah daripada kecewa terhadap orang-orang lain yang tidak.

Kadangkala ada pelayan (atau aliran) yang mau memisahkan orang yang sungguh percaya dari yang tidak. Menarik bahwa walaupun Yesus mengetahui siapa yang tidak percaya, Dia membiarkan kebenaran membedakannya. Lebih lagi kita yang tidak mengenal hati orang. Namun, adalah bahaya juga jika kita mengaburkan kebenaran supaya keramaian tidak terganggu. Walaupun cara itu mungkin disebut cara damai, cara Yesus tidak demikian. Kita mau membawa orang kepada hidup, dan tidak ada cara yang lain kecuali melalui perkataan Yesus, betapapun kerasnya.

Pos ini dipublikasikan di Yohanes dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s