Zef 1:1-7 Hukuman umat Allah

Kita suka akan harapan bahwa orang fasik akan dihukum, karena seringkali mereka sepertinya luput dari akibat yang semestinya dalam dunia ini. Zefanya mulai dengan pengumuman bahwa Allah akan menghukum seluruh dunia (aa.2-3). Gambarannya mengingatkan kita akan air bah, yang di dalamnya manusia yang fasik dan hewan sama-sama lenyap oleh karena murka Allah (lih. Kej 6). Mungkin saja pendengar Zefanya senang bahwa bangsa-bangsa kafir di sekitarnya akan dihukum dan membayangkan bahwa mereka sebagai umat Allah akan seperti Nuh yang diselamatkan. Ternyata tidak demikian.

Zefanya bernubuat dalam pemerintahan raja Yosia yang berkuasa selama 640-609 sM. Ayah dan kakeknya adalah raja yang fasik. Hal-hal yang membudaya selama kedua raja jahat itu seperti yang digambarkan dalam aa.4-6. Bukannya Yahweh, Allah Israel, ditolak seluruhnya (a.5), tetapi Dia hanya salah satu dewa yang disembah, malah bukan dewa yang utama ketika orang mau mengambil keputusan (a.6). Keadaan itu mirip dengan orang kristen sekarang yang menyembah Allah dalam Kristus pada hari Minggu di gereja tetapi menyembah kekuasaan di tempat kerja, gengsi di tengah masyarakat, dan mencari dukun ketika menghadapi masalah yang sulit dipecahkan.

Oleh karena itu, Yehuda akan ikut dihukum. Hukuman itu dikaitkan dengan hari Tuhan, dan digambarkan sebagai perjamuan korban. Perjamuan korban biasanya adalah waktu untuk bersyukur, karena ada hewan yang disembelih dan keluarga makan bersama daging korban itu. Hanya, di sini korbannya Yehuda sendiri. Para undangannya dalam perkembangan sejarah merujuk ke tentara Babel yang menghancurkan Yerusalem. Justru bukan bangsa-bangsa yang pertama-tama dihukum melainkan umat Allah sendiri (bnd. 1 Pet 4:17).

Hukuman Allah kepada Israel yang dinubuatkan di sini adalah permulaan dari hukuman seluruh manusia. Syukur bahwa hukuman itu telah ditanggung Kristus sebagai pengganti kita, sehingga Dia menjadi tempat keselamatan seperti Nuh (1 Pet 3:20-21)! Pertanyaannya ialah apakah kita sudah berlindung pada Kristus, atau apakah kita berharap bahwa Kristus akan menyelamatkan kita dari penghakiman terakhir, tetapi menghadapi masalah duniawi kita bergantung pada hal-hal yang lain yang justru bertentangan dengan Kristus. Kita tahu dan berharap bahwa Tuhan akan menyapu bersih dunia yang kotor ini. Jangan sampai kita jadi tersapu karena hanya berpura-pura berlindung pada Kristus.

Pos ini dipublikasikan di Zefanya dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Zef 1:1-7 Hukuman umat Allah

  1. menemani berkata:

    Bagus ya, jadi khotbahnya bukan soal “kasih” melulu, tapi “hukuman” dari Tuhan yang dimulai dari kita yang mengaku pengikut Kristus, bahkan melayani Kristus, tapi praktek hidupnya mendua. Penting dan perlu! Didoakan ini menyentak kita membangunkan dari terlena, atau terlelap malah. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s