Ams 5:1-14 Kerugian kebodohan

Jalur Amsal 5:1-14 tidak sulit. Perikopnya mulai dengan anjuran untuk mengarahkan telinga pada nasihatnya (a.1) dan berakhir dengan ratapan tentang akibat dari tidak mengarahkan telinganya (a.13). Aa.3-5 menggambarkan “perempuan jalang” sebagai sesuatu yang menarik (a.3) tetapi sebenarnya merupakan jalan ke dunia orang mati. Akibat dari mengikutinya disampaikan dalam aa.9-10, yaitu hal-hal yang baik yang dimiliki jadi dinikmati orang lain. Selain kerugian hasil, ada juga kerugian hormat di depan orang (a.14). Semuanya karena tidak mau mendengarkan nasihat (aa.12-13).

Pemicu kerugian ini disebut perempuan jalang dalam a.3. Bahwa perempuan demikian termasuk apa yang diperingatkan adalah jelas. Tetapi melihat bahwa hikmat dan kebodohan menjadi dua perempuan yang bersaing dalam p.9, saya duga bahwa perempuan jalang menjadi kiasan tentang penggodaan. Banyak kebodohan dilihat sebagai sesuatu yang menarik, menggiur, tetapi hasilnya merugikan, memalukan dan akhirnya membawa maut bukan kehidupan.

Perhatikan bahwa walau berzinah adalah dosa, tekanan di sini bukan pada soal pelanggaran hukum Allah melainkan akibat dari kebodohan. Kedua perspektif itu saling melengakapi. Memang perlu disadari bahwa dosa menyedihkan hati Allah. Tetapi menaati Allah tidak membawa kerugian karena kehendak Allah adalah jalan hikmat. Dosa sebagai kebodohan yang membawa kerugian. Jika saya melihat ketaatan sebagai kerugian, maka saya akan melihatnya sebagai pemberian kepada Allah. Tetapi jika saya menyadari bahwa ketaatan membawa keuntungan, maka saya akan melihatnya sebagai pemberian dari Allah yang menyatakan jalan hikmat kepada saya dan memampukan saya untuk mengikutinya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Amsal dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke Ams 5:1-14 Kerugian kebodohan

  1. Ulina berkata:

    Dalam proses pertumbuhan rohani kadang kala memang tergoda pada perempuan jalang alias penggoda. Akhirnya terjatuh pada suatu kebodohan. Masalahnya dan mudah mudahan kebodohan itu tidak menetap dan gak kronis ya. Seharusnya ketika sudah terjatuh ya bangkit dong….. Tetapi celakanya sudah jatuh terlibat perasaan bersalah terus menerus. Di bagian rasa tidak dapat diampuni si jahat bercokol, sehingga muncullah berbagai problem kejiwaan bahkan juga sampai ke problem fisik. Roh Kudus selalu menuntun untuk kembali datang pada BAPA disertai dengan pertobatan yang sungguh sunguh.
    Jalan lain mungkin “hati-hati” sebelum bertindak dan berpikir. Ingat-ingat Firman Tuhan.

    Untuk Pong Dodo: ceritanya lucu, hahaha. Strategi pemasaran baru neraka seperti itu ya sekarang hehehe.

  2. Pong Dodo' berkata:

    PEKAN PROMOSI NERAKA
    Pernah suatu ketika, ada seseorang yang mati lalu masuk surga…
    di surga, dia begitu senang karena tidak lagi pusing memikirkan mahasiswa yang sering demo, harga sembako yang terus meningkat, ulah manusia merusak alam yang berakibat banjir, kebakaran, tanah longsor dll.
    Suatu kali, Petrus mendatanginya dan mengajaknya untuk jalan-jalan ke neraka. tentu dia sangat terkejut dan tidak mau, neraka kan sangat menakutkan…. tetap setelah dijelaskan bahwa tidak ada niat untuk tinggal di sana, hanya jalan-jalan barulah bapak tadi mau, walau bingung ia tetap pergi…
    betapa kagetnya ketika mendapati ternyata neraka tidak seperti yang ia bayangkan : ruangannya dihiasi lampu kerlap-kerlip, ia ketemu banyak temannya yang lagi bermain joker, domino, merokok, minum minuman kera sambil ditemani pelayan-pelayan yang cantik-cantik, mereka semua tertawa dan gembira seperti tidak ada beban, tidak ada sakit dan jeritan seperti yang dikatakan.
    tanpa terasa dia harus pulang ke surga lagi.
    di surga Petrus bertanya:”bagaimana Pak, apa Bapak senang?” hmm, takua-kua kuporai tu naraka (kayaknya saya suka).Petrus katakan:”renungkan saja pak, besok kasih jawaban”.
    kesesokan harinya, bapak tersenut sangat ceria dan ingin segera bertemu denga Petrus….
    lalu ketemu Petrus, ia langsung berkata:” Pak Petrus, saya mau ke neraka saja”. Petrus terus berusaha meyakinkannya, tetapi rupanya ia sudah mantap mau ke neraka…
    Petrus mau mengantarnya tetapi bapak tersebut tidak mau. Ia mau berangkat sendiri…
    Dengan senang ia menuju pintu neraka, ingin segera masuk. ketika masuk, betapa terkejutnya ia karena pintu segera terkunci dan ruangan kelihatan gelap, terdengar tangisan dan jeritan memilukan.. karena kurang lakin, mungkin salah kamar, ia bertanya pada satpam (hahaha di neraka ada juga satpam):” apa betul ini neraka? kok tidak sma dengan kemarin?”
    Satpam berkata:”benar, pak. bapak tidak salah masuk. inilah neraka. Ohhh, memang pak sejak minggu lalu kami lagi adakan promosi neraka, dan semalam waktu bapak datang, itu malam terakhir…. sekarang tidak ada promosi lagi… ini keadaan yang sebenarnya, Pak”

    hahaha lagi pekan promosi neraka… kan kalau lagi promosi atau kampanye kayak sekarang harus sebut-sebut yang menarik hati…. siapa mau pilih kalau tidak begitu
    Ini cerita yang pernah saya baca dan akan saya pakai sebagai ilustrasi khotbah minggu, 14 Juni nanti…
    bukankah neraka tetap dipromosikan sampai sekarang, dan terasa begitu nikmat, bagai madu yang manis pada awalnya
    tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang mati.Ia tidak menempuh jalan kehidupan, jalannya sesat, tanpa diketahuinya.

    hai anakkku, dengarlah didikan Tuhan, dengarlah didikan yang diberikan orang tuamu…
    salama’

  3. menemani berkata:

    Benar! Saya suka kalimat terakhirnya. Saya juga suka dengan penggambaran hikmat dan kebodohan sebagai dua perempuan yang bersaing. Keduanya tampil begitu menarik dan mempesona dalam kehidupan sehari-hari. Pilihan kita dalam keputusan kecil dan besar tiap hari, menentukan akhir perjalanan kita, bahagia atau binasa. Jelas saya pilih bahagia. Terima kasih.

    – eva

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s