Dan 6:1-10 Integritas karena kerajaan Allah

Apakah perkataan dalam a.6 berlaku bagi kita? Satu-satunya titik lemah dalam diri Daniel adalah bahwa dia beribadah kepada Allah. Tidak ada korupsi, pelecehan atau kelalaian selama berpuluh-puluh tahun Daniel berkecimpung dalam pemerintahan. Dalam pasal ini, setelah dipojokkan oleh muslihat para musuhnya yang mencemburuinya, Allah menyelamatkannya sehingga Allah dimuliakan oleh raja Darius. Integritas Daniel dalam kerja dan ibadah bermuara pada kemuliaan Allah sendiri.

Teladan Daniel bukan sekadar bahwa dia adalah orang yang baik. Kitab Daniel pp.2-7 menyangkut kehidupan dalam kerajaan asing (sebagai to mentiruran). Dalam pp.2 & 7 ada nubuatan tentang empat kerajaan besar yang bermuara pada kerajaan Allah. Dalam pp.3 & 6 ada saksi-saksi iman yang setia kepada Allah walaupun menghadapi maut. (Dalam p.12 janji kebangkitan menunjukkan bahwa Allah dapat menyelamatkan dari maut bahkan orang yang sudah mati.) Dalam pp.4 & 5 ada raja Babel yang direndahkan oleh Allah. Jadi, pasal-pasal ini menunjukkan bahwa orang percaya bertahan karena percaya bahwa Allah berdaulat atas raja-raja dan juga hidup dalam harapan bahwa Allah akan mendatangkan kerajaan-Nya untuk menggantikan kerajaan-kerajaan itu.

Dalam konteks itu, menarik untuk diperhatikan bahwa kata yang diterjemahkan “ibadah” dalam a.6 berarti hukum. Kata itu dipakai untuk hukum (misalnya dalam a.8 diterjemahkan “undang-undang”, dan Ezra 7:14 “hukum”). Bagi orang Media yang berbicara dalam a.6 kesetiaan Daniel kepada Allah bernuansa politik. Ada ketaatan Daniel yang melebihi ketaatannya kepada raja.

Jadi, Daniel adalah teladan orang beriman. Dia mengimani Allah yang di atas raja-raja dan sedang mengarahkan sejarah sampai kerajaan-Nya terwujud. Sekarang kita memiliki alasan yang lebih kuat lagi untuk memiliki iman seperti Daniel, karena Allah sudah mulai mewujudkan kerajaan-Nya dalam Kristus. Kemungkinan besar kita tidak sehebat Daniel dalam hikmat dan keterampilan, tetapi Allah itu sama. Dia tetap berdaulat untuk mewujudkan kerajaan-Nya. Oleh karena itu, integritas Daniel masuk akal bagi kita juga.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Daniel dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s