Pkh 11:1-6 Jaminan dan keberanian

Bagian ini mengandung serangkaian amsal yang merupakan semacam teka-teki. Ada suatu gambaran yang daripadanya kita mau mengambil hikmat untuk kehidupan. Oleh karena itu, maknanya bisa berganda, ada berbagai hal yang mungkin dapat dipetik. Dalam yang berikut saya coba memaparkan proses saya dalam mengartikan ayat-ayat ini. Tetapi usulan saya tidak menutup kemungkinan-kemungkinan yang lain.

A.1 kedengaran aneh. Melemparkan roti ke air berarti rotinya cepat hancur. Andaikan rotinya bertahan (dibungkus?), gambarannya mungkin bahwa ada usaha yang ujungnya tidak jelas, tetapi akan ada hasilnya juga. Satu tafsiran yang mungkin mempertajam usulan ini mengaitkan roti dengan harta atau rezeki, dan air dengan kapal (“Kirimkanlah rotimu di atas permukaan air…”). Barang yang diekspor perlu waktu yang lama untuk mendapatkan keuntungannya. Artinya melangkah dalam ketidakpastian.

A.2 merujuk ke pembagian sesuatu, dengan usul supaya banyak yang dapat karena ancaman malapetaka. Banyak yang dapat berarti banyak teman yang bisa membantu ketika malapetaka yang tak terduga itu menimpa. Apa yang dibagikan tidak jelas, dan tidak perlu jelas karena dengan demikian bisa diterapkan dengan luas. Tafsiran saya yang semula melihat ayat ini sebagai contoh dari a.1, yaitu membagikan kepada banyak orang akan ada hasilnya kelak. Setelah refleksi lebih lama, saya melihat perlawanan juga. Jika a.1 mengusulkan melangkah dengan berani, ayat ini mengusulkan membuat jaringan sebagai jaminan. Menarik bahwa keberanian diusulkan terkait dengan air yang berbahaya, sedangkan jaminan dicari dalam konteks bumi yang dianggap aman (mis. Mzm 104:5-7).

A.3 adalah contoh amsal yang menyampaikan fakta yang sederhana dan tidak terlalu berarti dalam sendirinya. A.4 yang memperjelas maksudnya. Awan dalam a.4b dengan jelas merujuk ke a.3a. Adakah kaitan antara a.4a dengan a.3b? Usulan saya bahwa angin dalam a.4a yang menumbangkan pohon dalam a.3b. Seorang petani tentu mau mengambil waktu yang tepat untuk menabur dan menuai, tetapi jika selalu menunggu waktu yang paling tepat, dia tidak akan bergerak. Dalam a.5 praduga Pengkhotbah dikemukakan. Kejadian-kejadian seperti dalam a.3 terjadi atas kehendak Tuhan, dan semuanya di luar jangkauan pemahaman kita, sama seperti perkembangan janin. Dalam ketidaktahuan kita bertindak secara berani dan aman (a.6). Kita melangkah saja dalam pekerjaan utama (bnd. a.4). Tetapi ada juga pekerjaan sampingan sebagai jaminan, seperti dalam a.2.

Jadi, dalam aa.1-6 ada berbagai refleksi tentang pentingnya bertindak dalam ketidakpastian dunia yang dikendalikan oleh Allah. Kuasa Allah adalah suatu misteri, tetapi juga mendasari berbagai harapan, seperti kembalinya roti dan kesempatan untuk menuai. (Aa.8-9 dalam perikop LAI memulai bagian yang baru tentang masa muda dan tua yang berlanjut dalam aa.10dst.)

Penerapan dalam kehidupan sehari-hari mudah-mudahan jelas, walaupun tidak semua pembaca adalah petani! Tetapi amsal-amsal seperti ini tidak harus diterapkan hanya dalam satu bidang kehidupan saja. Bukankah banyak perumpamaan Yesus merujuk ke pertanian seperti di sini? Soal keberanian jelas dibutuhkan jika kita akan berguna bagi Tuhan. Banyak usaha kita bagi Tuhan–apakah usaha penginjilan, sosial atau yang lain-lain–tidak akan jelas ujungnya, dan kita sering membuang waktu dengan menunggu waktu yang paling tepat. Tetapi jaminan juga diperlukan. Kita harus membangun kerja sama supaya jangan bergantung pada kita saja, sambil membangun bermacam-macam usaha supaya jika satu tidak efektif, yang lain akan efektif.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Pengkhotbah dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pkh 11:1-6 Jaminan dan keberanian

  1. menemani berkata:

    Terima kasih untuk renungannya, menarik dan memberkati.

    Teka-teki yang menarik! Memotivasi saya untuk merenungkan bagian ini, saya mengambil versi NLT http://www.biblegateway.com/passage/?search=Ecclesiastes%2011:1-6;&version=51; membandingkannya dengan NIV. Merenungkan penerapannya dalam hidup saya… .

    Ada yang nampaknya mustahil atau belum pasti kapan kelihatan hasilnya, tapi ternyata berhasil dalam waktu singkat. Ada yang kelihatan tanda-tandanya, ada yang begitu saja terjadi, tak terduga. Tiap usaha ada resikonya. Karena itu jangan mengandalkan satu usaha saja dan menunggu kepastian baru bertindak. Kuatir dan takut, tak akan ada hasilnya. Lakukan segalanya dengan iman, perencanaan dan strategi, rajin, sungguh-sungguh,sekuat tenaga; karena Tuhan yang Mahatahu dan Mahakuasa bekerja dengan ajaib dan luar biasa dalam kedaulatan-Nya, memberkati, itu pasti.

    Itu yang saya petik… :)saya dituntun dan dikuatkan.
    -eva

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s