Kel 18:13-27 Hikmat Yitro tentang kepemimpinan

Pendelegasian berarti membagikan tanggung jawab dan pekerjaan kepada bawahan supaya tugas dilaksanakan dengan lebih baik. Perikop ini menceritakan contoh yang baik. Musa kewalahan mengadili segala perkara bangsa Israel (aa.13-14). Yitro melihatnya dan mengusulkan pembagian tugas. Ada tugas pokok yang hanya dapat dilakukan Musa sendiri (aa.19-20), tetapi ada banyak perkara yang kecil yang dapat ditangani oleh wakil-wakil. Sistem yang diterapkan (a.21) agak mirip dengan sistem pemerintahan Indonesia, dengan jenjangnya dari Presiden sampai dengan RT, mengingat bahwa dalam Israel pada saat itu fungsi hukum dan kepemimpinan terpadu. Syarat untuk para wakil ini masih cocok—cakap, takut akan Allah, dapat dipercaya dan benci kepada pengejaran suap (a.21). Perhatikan bahwa baik keterampilan maupun kebenaran diperlukan. Kasihan kalau keduanya alpa dalam seorang pemimpin!

Apa tugas pokok Musa? Dalam usulan Yitro ada tiga pokok. Yang pertama, Musa mewakili bangsa kepada Allah (a.19). Hal itu menjadi sangat nampak ketika Musa memohonkan pengampunan bagi bangsa dari Allah, seperti dalam 33:30-34 setelah pembuatan anak lembu emas. Yang kedua, dia yang akan menyampaikan kehendak Allah (a.20), pengajaran yang akhirnya tertuang dalam hukum Taurat. Yang ketiga, Musa tetap terlibat dalam perkara-perkara, tetapi hanya yang terlalu besar untuk para wakilnya (a.22).

Pokok pertama dan kedua adalah tugas khusus, yang sekarang diemban oleh Yesus Kristus. Selain mengajarkan jalan yang benar kepada kita sebagai murid-murid-Nya, Dia juga menjadi pengantara pada Allah sebagai pendamaian untuk dosa kita (1 Yoh 2:1-2). Tugas gereja adalah memberitakan dan mengajarkannya. Bagi yang ditugaskan, seperti pendeta, tugas itu tetap pokok.

Pokok ketiga yang dibagikan kepada para wakil Musa, dan dapat dilihat sebagai gambaran penggembalaan. Yang menarik diperhatikan ialah bahwa keterlibatan Musa dalam pergumulan-pergumulan bangsa membawa kesempatan untuk mengajar (a.16). Dengan demikian, pengajaran bukan sekadar teori umum saja tetapi jelas kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Artinya bahwa perkara dalam jemaat (adakah dalam jemaat Anda? :) menjadi kesempatan untuk mengajar.

Juga, jika tugas ini dibagikan kepada para wakil sampai beberapa tingkat, artinya bahwa tugas penggembalaan di bawah Sang Gembala tidak hanya ada pada si pendeta. Gambaran dalam PB adalah jemaat “dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain” (Kol 3:16). Tentu ada kasus yang lebih sukar yang di dalamnya hikmat pendeta dibutuhkan sebagai orang yang terampil dalam pengenalan akan Alkitab. Tetapi yang sering terjadi ialah bahwa semua terpusat pada pendeta, sehingga dia sibuk dengan perkara-perkara. Alhasil, pendeta dan jemaat lelah (a.17), dan tugas pemberitaan dan pengajaran hilang di tengah jalan. Alangkah baiknya jika jemaat bersama-sama dengan pendeta turut menanggung tugas penggembalaan itu (a.22).

Pos ini dipublikasikan di Keluaran dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Kel 18:13-27 Hikmat Yitro tentang kepemimpinan

  1. dildaar80 berkata:

    terima kasih atas pencerahannya..

  2. Abi Cute berkata:

    wuihhh senang banget… dapat tambahan pengetahuan bout leadership dari topik ini… ilove leadership of moses:)tapi saya lebih senang menyebut bagian ini dengan “Manajemen Mertua” hehehhehheheheh. seandainya Yitro tidak menasihati Musa waktu itu.. maka akan tambah capeklah Musa… hahahhaahhaha :)

  3. Ady berkata:

    Terima kasih atas postingnya, saya semakin yakin di dalam ketidak yakinan saya. GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s