Neh 9:38-10:31 Mempertahankan identitas

Perikop ini sarat dengan kepentingan identitas, yaitu identitas sebagai umat Allah di tengah orang yang tidak mempedulikan firman Allah. Tentu ada nama-nama orang (10:1-27), juga gambaran tentang orang lain (aa.28-29a), serta serangkaian praktek (tingkah laku) yang akan membedakan mereka dari orang lain (“penduduk negeri” a.28). Penduduk negeri menerjemahkan “bangsa-bangsa tanah-tanah”, artinya bukan hanya orang yang tinggal di sekitar Yerusalem yang tidak ramah terhadap bangsa Yahudi dan Bait Allah, tetapi semua bangsa di bumi.

Sebenarnya praktek-praktek itu akan membedakan mereka juga dari masa lampau mereka sendiri. Nehemia 9 merupakan salah satu doa pengakuan dosa yang klasik dalam PL. Berdasarkan pengakuan dosa itulah mereka mengikat perjanjian yang terekam dalam pasal ini. Identitas orang yang ikut dalam perjanjian ini digambarkan dalam a.28: “segala orang yang memisahkan diri dari penduduk negeri untuk patuh kepada hukum Allah” (bnd. 9:2; doa pengakuan itu terjadi sebagai respons terhadap pembacaan kitab Taurat Musa dalam p.8). Para pemuka serta orang awam bergabung dan bersumpah kutuk untuk hidup menurut hukum Allah (a.29). Daftar praktek yang disoroti termasuk kawin campur (a.30); tidak berdagang pada hari Sabat dan tidak mengerjakan ladang pada tahun Sabat (a.31), dan serangkaian aturan terkait dengan pendukungan ibadah di Bait Allah (aa.32-39). Hal-hal itulah yang berbeda dari praktek bangsa-bangsa, dan juga yang tidak dilakukan oleh bangsa Israel sendiri sehingga Israel dihukum Allah.

Saya rasa jelas bahwa kita akan otomatis menafsir kembali peraturan-peraturan dalam aa.30-39 supaya sesuai dengan konteks gereja sekarang. Kita adalah umat Allah dalam Kristus sehingga tidak di bawah hukum Musa. Bagaimana juga dengan caranya? Mereka bersumpah kutuk untuk mentaati Allah, tetapi pada akhirnya tidak taat juga (p.13), karena hati mereka belum berubah. Kegagalan Israel (yang mewakili kegagalan manusia) adalah alasannya mengapa ada janji akan perjanjian baru (Gal 3:21-22). Dalam perjanjian baru Yesus melarang sumpah (Mt 5:33-37). Ya dan tidak kita harus sudah tegas, tanpa adanya sumpah untuk menegaskannya. Yesus bisa mengatakan hal itu karena harapan akan hati yang diperbaharui dalam perjanjian baru. Cara untuk mengubah orang dalam PB adalah untuk mengingatkan jemaat akan Injil, yaitu kasih Allah dalam Kristus (bnd. semua surat Paulus!).

Jadi identitas kita adalah Kristus, dan identitas itu perlu dipraktekkan dalam misi berdasarkan kasih. Oleh karena itu, mempertahankan identitas adalah penting, meskipun ada bahaya kesombongan kelompok dsb di dalamnya jika tujuan misi dalam kasih dilupakan. Kawin campur sering merongrong iman orang Kristen, dan mengurangi kesempatan mereka untuk terlibat dalam misi, sehingga kepada orang percaya yang dapat memilih pasangannya Paulus menganjurkan “asal orang itu adalah seorang yang percaya” (1 Kor 7:39). Cara kita berpartisipasi dalam ekonomi juga penting. Bagi Israel hari Sabat memprioritaskan ibadah dan keluarga di atas ekonomi, sehingga Tuhanlah diakui sebagai sumber pendapatan. Dunia globalisasi mementingkan keuntungan di atas segalanya, dan kita harus menunjukkan pola yang lain untuk bersaksi tentang Kristus.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Nehemia dan tag , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Neh 9:38-10:31 Mempertahankan identitas

  1. Abi Tandiseru berkata:

    penjabaran yang menarik………. t’rims banyak untuk uraiannya……..

  2. johana berkata:

    saya lebih tertark sebnya dg ayat2 sebnya dala psl 9. Di mana secara rinci dijelaskan bagaiamana kasih Allah di dalam hidup ummat begitu luar biasanya. dan tradisis seperti ini terus dilakukan di kalngan orang israel, yaitu mennceritakana kebaikan Allah kepada nenek moyag mereka dan juga menceritakan orang2 yang diberkati Allah tetapi tidak mengakui Allah yg memberi berkat.

    aplikasi dalam hidup kita ialah, ditengah zaman dimana hampir semua kita dicekoki pemahamanan bahwa saya ‘punya’, pertama-tama karena saya mampu, berusaha dan punya skil, masihkah kita mau mengatakan secara jujur bahwa semua itu memang kerja keras dan usaha serta kemampuan yg terus diasah, tetapi masihkan di sana ada pengakuan bahwa semua itu karena kekuatan, kemampuan kita yang Tuhan berkati.

    hal lain ialah ditengah2 kesibukan kita yg hampir2 tidak punya waktu untuk menenangkan diri sejenak saja, masihkah kita punya kesemptan menceritakan kasih Allah yaitu pengalaman2 hidup yang dialamai setiap hari segai kebaikan dan kasihNYA kepada anak2 ataupun sahabat, kerabat?

    memang di pasal sebelumnya juga menjadi penting, ketika kita hampir2 tidak sadari diri bahwa kita punya idenntitas yang harusnya punya warna dan karaker yg berbeda ditengah karakter yang meihat kebenaran dan kesalahan hampir beda-beda tipis (BETI).

    kata orang pandai, “yang penting dalam hidup ini adalah menemukan apa yang terpenting,” dan yang terpenting itu adalah identitas yang berkarakter. Karakter yang memancarkan kebaikan Allah tentunya dan yang dibangun di atas iman kepada Yesus Krsitus.

    selamat membangun dan mempertahankan identitas!

  3. abuchanan berkata:

    @Abi: terima kasih semangatnya…

    @johana: betul, dasar teologis untuk pertobatan, yaitu karya dan sikap Allah, jauh lebih jelas dalam p.9. Bagusnya p.10 ialah bahwa kita melihat perlunya perubahan hidup secara praktis. Saya mengikuti pedoman khotbah Gereja Toraja, jadi ada renungan saya untuk Neh 9:1-5 yang diposting pada bulan Maret.

  4. johana berkata:

    trims pak Buchana!
    Oleh sebab itu menjadi sangat jelas apa yang akan umat lakukan dalam pasal 9:38-pasal 10:1-31.

    menarik sekali pasa ini. Awalnya saya baca biasa2 saja tetapi setelah beberapa kali saya baca dan renungkan akhirnya menjadi luar biasa.(saya ingat kata MArio teguh: dalam hal2 sederhana selalu ada kesempatan untuk melihat dan melakukan hal2 luar biasa. contoh: berbicara adalah hal biasa, keseharian yang dimiliki semua orang (kecuali u=yg bisu), tetapi kenapa ada orang yang bia berbicara 2 jam saja tetapi dibayar puluhan juta…di dalam setiap hal sederhana di sana Tuhan bida melakukan perkara besar….jadi khotbah…kebiasaan pendeta banyak bicara….tetapitidak dibayar mahal…he…he…).

    pasal yang disebut pak Abuchanan sebagai kelompok yang memepertahankan “identitas”, saya teringat kisah keluarga orang Toraja yg diutus menjadi tenaga guru di pedalaman Sukabumi tahun 70-an. Mereka ada kurang lebih 300 orang, tetapi setelah kami mengunjungi mereka 5 tahn terakhir ini ternyata yang tersisa hanya bisa dihitung 10 jari. Itupun keluarga mereka tidak utuh lagi sebagai keluarga kristen, artinya suami, istri atau anak cucu mereka telah “menyeberang”. tetapi ada satu keluarga yang masih utuh sebagai satu keluarga Kristiani yang saleh. ketika kami tanya kenapa bisa bertahan? bapak itu mengatakan, kami hanya mengandalkan satuu alkitab tua yang dibawa dari Toraja. dengan alkitab itu mereka beribadah setiap malam baca FT, berdoa. Mereka tetap kokoh memperthankan identitas mereka di tengah pengaruh yg luar biasa, meskipun tanpa ibadah hari minggu, tanpa sekolah minggu bagi dan PPGT bagi anak2 mereka.

    Trims untuk sebuah judul yang sangat inspiratif “Memepertahankan identitas”

  5. Ulina berkata:

    Mempertahankan identitas ini mengingatkan pada pengalaman masa lampau ketika masa kuliah. Mungkin sedikit kesaksian saja. Ketika memutuskan untuk tidak berpasangan dengan orang yang tidak seiman awalnya berat. Tapi sampai hari ini, detik ini kasih sayang TUHAN dalam hidupku tidak pernah putus. Ada saja cara TUHAN yang membuatku senantiasa bisa mengerti bahwa ketika taat kepada TUHAN, IA memberikan sukacita yang sejati.

  6. abuchanan berkata:

    Terima kasih atas cerita-cerita ini, yang memperlihatkan pentingnya identitas sekarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s